Surah As-Saff : Ayat 7
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰٓ إِلَى ٱلْإِسْلَٰمِ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan siapakah yang lebih zalim, yakni tidak ada yang paling zalim, daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dengan meyakini konsep trinitas, tuhan bapak, tuhan yesus, dan tuhan bunda maria; padahal dia, orang yang meyakini konsep trinitas itu diajak kepada agama islam' dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang yang menyekutukan atau mengada-adakan kebohongan tentang Allah. 8. Mereka, orang-orang yang mengada-adakan kebohongan tentang Allah, hendak memadamkan cahaya agama Allah yang menekankan prinsip tauhid, prinsip tidak ada tuhan selain Allah, prinsip tidak dibenarkan beribadah kecuali kepada-Nya dan prinsip tidak ada manusia yang mempertuhankan manusia dengan mulut, ucapan-ucapan mereka, bahkan dengan sikap dan tindakan mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya, agama-Nya dengan menurunkan wahyu, mengutus rasul dan memerintahkan rasul, mengajak umat meyakininya, meskipun orang-orang kafir membencinya dan merintanginya dengan berbagai cara.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 7-9 Firman Allah SWT: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, sedangkan dia diajak kepada agama Islam?) yaitu tidak ada seorangpun yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah dan membuat tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu bagiNya, padahal dia diajak kepada agama tauhid dan memurnikan ketaatan hanya kepada Allah SWT. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim) Kemudian Allah SWT berfirman: (Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka) yaitu, mereka berusaha menolak kebenaran dengan kebathilan. Perumpamaan mereka dalam hal itu seperti seseorang yang ingin memadamkan sinar matahari dengan mulutnya. Maka sebagaimana hal ini mustahil, begitu juga hal itu. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir benci (8) Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik benci (9)) Mengenai kedua ayat ini, telah disebutkan dalam surah At-Taubah dengan keterangan yang cukup. Segala puji bagi Allah
Tafsir As-Sa'di
7. “Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan dusta terhadap allah,” dengan pendustaan seperti ini atau sikap lainnya yang tidak ada uzurnya dan hujjahnya telah runtuh, karena “dia diajak kepada agama Islam,” dan berbagai bukti nyata telah dijelaskan padanya. “Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim,” yang senantiasa tegak berada dalam kezhaliman. Nasihat dan bukti nyata tidak bisa menyelamatkan mereka, khususnya mereka yang menentang kebenaran untuk ditolak demi memenangkan kebatilan.
Tafsir Al-Wajiz
7. Tidak ada satu pun yang melebihi kezaliman orang yang melakukan kebohongan di hadapan Allah dengan menyekutukanNya. Sedangkan dia diajak untuk bertauhid kepada Allah, menaatiNya dan mengikuti syariatNya. Allah tidak menolong (menunjukkan) orang-orang yang menzalimi diri mereka dengan berbuat kekufuran kepada kebenaran dan kebaikan

Sumber tafsir dari tafsirweb.com