Surah Al-Jasiyah : Ayat 7
وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ
"Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,"
Tafsir Ringkas Kemenag
7-8. Kecelakaan yang amat besar bagi setiap orang yang banyak berdusta, yaitu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, lagi banyak berdosa, yakni melakukan pelanggaran, yaitu orang yang selalu mendengar ayat-ayat Allah dengan begitu jelas ketika di bacakan kepadanya dengan lisan, namun tetap saja dia tidak mempercayainya, bahkan kemudian dia tetap mengingkarinya sambil menyombongkan diri seakan-akan dia tidak pernah mendengarnya. Karena sikap dan tindakannya yang demikian itulah, maka wahai nabi Muhammad, peringatkanlah dia dengan azab yang pedih akibat perbuatan buruknya
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 6-11 Allah SWT berfirman: (itulah ayat-ayat Allah) yaitu Al-Qur'an yang di dalamnya mengandung hujjah-hujjah dan keterangan-keterangan yang jelas (yang kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya) yaitu mengandung kebenaran dari Tuhan Yang Maha Benar. Apabila mereka tidak beriman kepadanya dan tidak mau tunduk kepadanya, (maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya) Kemudian Allah SWT berfirman: (Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa (7)) yaitu dusta dalam perkataannya, pendusta, suka bersumpah, suka menghina, dan pendosa dalam perbuatannya, sedangkan hatinya kafir kepada ayat-ayat Allah. Oleh karena itu Allah berfirman: (dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya) yaitu dibacakan kepadanya (kemudian dia tetap) yaitu dalam kekafiran, keingkaran, dan kesombongannya (seakan-akan dia tidak mendengarnya) yaitu seakan-akan dia mendengarnya (Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih) yaitu, Maka beritahukanlah kepadanya bahwa di sisi Allah SWT pada hari kiamat dia akan mendapat azab yang pedih dan sangat menyakitkan. (Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok) yaitu apabila dia hafal sesuatu dari Al-Qur'an, dia mengingkarinya dan menjadikannya bahan olok-olokan dan ejekan (Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan) sebagai balasan dari penghinaannya terhadap Al-Qur'an, karena dia telah menjadikannya sebagai olok-olokan. Oleh karena itu Imam Muslim hadits shahihnya meriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah SAW melarang bepergian dengan membawa Al-Qur'an ke negeri musuh, karena dikhawatirkan Al-Qur'an itu direbut oleh musuh. Kemudian Allah menjelaskan azab yang akan dia terima pada hari dia dikembalikan, Jadi Allah berfirman: (Di hadapan mereka neraka jahanam) yaitu orang yang memiliki sifat-sifat itu, masing-masing dari mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam pada hari kiamat (dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan) yaitu harta dan anak-anak mereka tidak memberi manfaat sedikitpun kepada mereka (dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah) yaitu, tuhan-tuhan yang telah mereka sembah selain dari Allah SWT tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun kepada mereka (Dan bagi mereka azab yang besar) dan Allah SWT berfirman: (Ini adalah petunjuk) yaitu Al-Qur'an ini (Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab, yaitu siksaan yang sangat pedih) yaitu, azab yang pedih dan menyakitkan.
Tafsir As-Sa'di
6-10. selanjutnya Allah membagi manusia menjadi dua golongan dalam kaitannya apakah mereka mau memanfaatkan tanda-tanda kebesaranNya ataukah tidak; Golongan pertama adalah mereka yang mau menjadikan ayat-ayat Allah sebagai petunjuk, direnungkan dan dimanfaatkan sehingga derajat mereka menjadi tinggi. Mereka adalah orang-orang yang beriman secara sempurna kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan hari Akhir. Keimanan mereka ini mencapai tingkatan yakin, sehingga akal mereka menjadi bersih dan pengetahuan, akal sehat, serta ilmu mereka pun bertambah. Golongan kedua adalah mereka yang mau mendengar ayat-ayat Allah yang dengan pendengaran itu hujjah telah ditegakkan kepada mereka, namun kemudian mereka berpaling dan merasa tinggi hati, seolah-olah mereka tidak mendengarnya, sebab ayat-ayat tersebut tidak bisa membersihkan hati mereka, bahkan karena kesombongan mereka terhadap ayat-ayat itu mereka semakin melampaui batas. Apabila mereka mengetahui sesuatu dari ayat-ayat hingga Allah, mereka menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, sehingga Allah pun menjanjikkan kecelakaan bagi mereka melalui firmanNYa, ”kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,” yakni, berdusta dalam perkataannya dan berdosa dalam perbuatannya. Dan Allah memberitahukan mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Dan sesungguhnya “di hadapan mereka neraka jahanam,”sebagai balasan mereka dan “tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan,” yang mereka raih dari harta-harta mereka, “dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sesembhaan-sesembahan (mereka) dari selain Allah,” mereka pun meminta pertolongan kepada sesmbahan-sesembahan selain Allah namun sesembahan-sesembahan selain Allah, namun sesembahan-sesembhaan itu ternyata menghinakan mereka pada saat-saat diperlukan andai bisa mendatangkan manfaaat.
Tafsir Al-Wajiz
7. Ini menjadi dosa dan kehancuran bagi pendusta kepada Allah, banyak dosanya