Surah Luqman : Ayat 7
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا وَلَّىٰ مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِىٓ أُذُنَيْهِ وَقْرًا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih."

Tafsir Ringkas Kemenag
Bukan itu saja kelakuan buruk orang yang menggunakan cerita-cerita kosong untuk menyesatkan manusia. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami, dia serta-merta berpaling dengan menyombongkan diri dan bersikap seolah-olah dia belum mendengarnya. Dia dengan sikap demikian seperti layaknya orang tuli yang seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya. Maka, sebagai bentuk ejekan, gembirakanlah dia dengan azab yang pedih di akhirat kelak. 8-9. Balasan yang akan diterima oleh orang yang menjadikan perca-kapan kosong untuk menyesatkan manusia berbanding terbalik de-ngan ganjaran bagi orang mukmin. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dengan mengimani Al-Qur'an dan mengamalkan isinya dan dengan tulus mengerjakan kebajikan yang memberi manfaat dan maslahat, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan; mereka kekal di dalamnya dengan penuh suka cita. Yang demikian itu sebagai janji Allah yang benar kepada siapa saja yang beriman dan beramal saleh. Dan dia mahaperkasa; tidak seorang pun bisa mengalahkan-Nya, mahabijaksana pada setiap kebijakan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 6-7 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang berbahagia, yaitu mereka yang mendapatkan petunjuk melalui kitab Allah dan mengambil manfaat dari mendengarkannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk (23)) (Surah Az-Zumar) Dia menghubungkannya dengan keadaan orang-orang yang celaka, yaitu mereka yang enggan mengambil manfaat dan mendengarkan kalam Allah. Mereka hanya mau mendengarkan seruling, nyanyian, lagu-lagu, dan alat-alat untuk bersenang-senang. Sebagaimana Ibnu Mas'ud berkata tentang firmanNya: (Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah) dia berkata,”Demi Allah, itu adalah nyanyian. Firman Allah: (untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah) Sesungguhnya hal itu demikian karena bertentangan dengan Islam dan para pemeluknya. Berdasarkan bacaan bahwa itu dibaca dengan difathah huruf ya’nya dan lamnya menjadi lam 'aqibah, atau lam ta'lil berdasarkan takdir Allah, yaitu Mereka telah ditetapkan demikian agar mereka berbuat demikian. Firman Allah: (dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan) Mujahid berkata bahwa dia menjadikan jalan Allah sebagai bahan olok-olokan. Qatadah berkata bahwa maknanya adalah bahwa dia menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan. Pendapat Mujahid lebih utama. Firman Allah SWT: (Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan) yaitu sebagaimana mereka memperolok-olok ayat-ayat dan jalan Allah , maka mereka dihinakan pada hari kiamat dengan azab yang kekal dan terus menerus. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya) yaitu orang yang menerima perbuatan tak berguna, main-main, dan bersenang-senang ini apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Al-Qur'an, maka dia berpaling darinya dan berpura-pura tidak mendengarnya, seakan-akan dia orang yang tuli, karena dia merasa terganggu dengan mendengar­nya, karena dia tidak mau mengambil manfaat dan membutuhkan ayat-ayat itu (maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih) yaitu pada hari kiamat, azab itu akan menyakitkannya sebagaimana dia merasa sakit dengan mendengar kitab dan ayat-ayat Allah.
Tafsir As-Sa'di
7. maka dari itu Allah berfirman, ”dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami,” supaya dia beriman dan tunduk patuh kepadanya, “dia berpaling dengan menyombongkan diri,” maksudnya, dia berpaling kebelakang dengan menyombongkan diri terhadapnya dan menolaknya, dan ayat-ayat itu tidak bisa masuk kedalam hatinya dan tidak pula berpengaruh padanya, akan tetapi ia membelakanginya, “seolah-olah dia belum mendengarnya,” bahkan, “seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya,” maksudnya, penutup hingga tidak ada suara yang bisa memasukinya. Orang seperti ini sama sekali tidak ada jalan untuk memberinya petunjuk. “maka berilah dia kabar gembira,” dengan sutau kabar gembira yang bisa membuat di dalam hatinya rasa sedih dan duka, dan pada raut wajahnya keburukan, kegelapan dan kemuraman, “dengan azab yang pedih,” menyakitkan hati dan badannya, yang tidak dapat diukur kadarnya dan tidak dapat diketahui betapa hebat siksaan itu. Ini adalah berita gembira untuk para pelaku kejahatan. Sungguh berita gembira seperti itu sama sekali tidak ada kenikmatannya.
Tafsir Al-Wajiz
7. Dan jika kamu bacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada pendongeng yang suka mereka-reka ini, maka dengan angkuh tanpa menghiraukan, dia akan menjauh dan berpaling, seakan akan tidak mendengarnya. Seakan akan telinganya itu tuli. Maka beritahulah dia tentang azab yang sangat menyakitkan yang pasti terjadi pada hari kiamat

Sumber tafsir dari tafsirweb.com