Surah Ar-Ra'd : Ayat 7
وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۗ إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ
"Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk."
Tafsir Ringkas Kemenag
Tidak cukup sampai di situ, kaum kafir mekah juga meminta nabi Muhammad mendatangkan mukjizat yang kasat mata seperti mukjizat nabi musa. Dan orang-orang kafir berkata dengan maksud mengejek nabi Muhammad dan kaum muslim, mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda mukjizat inderawi dari tuhannya' sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, hanyalah seorang pemberi peringatan, petunjuk, dan bimbingan menuju jalan kebenaran; dan bagi setiap kaum di mana pun berada, selalu ada orang yang memberi petunjuk, baik itu nabi maupun pewarisnya. Usai membeberkan bukti-bukti kemahakuasaan-Nya, pada ayat berikut Allah menjelaskan betapa luas ilmu yang dimiliki-Nya. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan berupa janin, baik terkait jenis kelaminnya, berat badan, maupun tinggi badannya kelak semenjak dalam kandungan. Allah juga mengetahui batas usia dan rezeki janin tersebut ketika kelak ia lahir dan tumbuh. Allah pun mengetahui apa yang kurang sempurna dari janin itu dan apa yang bertambah sehingga janin itu tumbuh dan berkembang dalam rahim. Dan segala sesuatu, baik yang ada dalam kandungan maupun tidak, pasti ada ukuran di sisi-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman seraya menyebutkan tentang orang-orang musyrik. Mereka berkata dengan kekafiran dan pertentangan, bahwa mengapa tidak diturunkan kepada kami tanda dari Tuhannya, sebagaimana Dia mengutus para rasul terdahulu. Sebagaimana mereka menantang beliau agar beliau menjadikan bukin Shafa menjadi emas, dan melenyapkan bukit-bukit di Makkah serta menjadikannya ladang-ladang dan sungai-sungai. Allah SWT berfirman: (Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti (59)) (Surah Al-Isra’) Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan) yaitu sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan risalah Allah yang diperintahkan kepadamu: (bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya) (Surah Al-Baqarah: 272) Terkait firman Allah: (tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa setiap kaum ada penyerunya. Diriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk) yaitu seorang nabi, sebagaimana firmanNya: (Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan) (Surah Fathir: 24) Hal ini juga dikatakan Qatadah dan Abdurrahman bin Zaid.
Tafsir As-Sa'di
7. Maksudnya, orang-orang yang kafir melontarkan usulan kepadamu tentang tanda-tanda kebenaran (adanya Hari Kebangkitan) sesuai yang mereka tentukan sendiri. Mereka menyatakan, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Rabbnya?” pernyataan ini, mereka jadikan sebagai alasan untuk menjastifikasi sikap penolakan mereka terhadap Rasul. Padahal, beliau hanyalah seorang pemberi peringatan, tidak memiliki wewenang atas sesuatu pun. Allah-lah yang menurunkan tanda-tanda kebenaran risalah. Dia telah mendukung beliau dengan beraneka bukti kebenaran yang tidak tersembunyi bagi orang-orang yang berakal. Dengan itu, orang yang niatnya mencari kebenaran akan mendapatkan petunjuk. Adapun orang kafir, dikarenakan kezhaliman dan kebodohannya, maka akan melontarkan usulan kepada Allah tentang tanda-tanda kebenaran (yang mesti diturunkan). Itu merupakan pengajuan usulan yang batil, kedustaan, dan mengada-ada. Sesungguhnya bila datang sebuah ayat (tanda kebenaran) apa pun itu, niscaya dia tidak akan beriman dan tidak akan tunduk kepadanya. Dia menampik beriman bukan lantaran tidak ada yang menunjukkannya kepada kebenaran, tapi karena hawa nafsu dan syahwat belaka. “Dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk,” maksudnya mempunyai penyeru yang mengajak mereka menuju hiadayah, dari kalangan para rasul dan pengikut-pengikut mereka. Mereka dibekali bermacam-macam dalil dan bukti kebenaran yang menunjukkan kebenaran hidayah yang ada pada mereka.
Tafsir Al-Wajiz
7. Orang-orang kafir yang angkuh itu berkata: “Tidaklah turun kepada Muhammad itu mukjizat lain yang bisa dirasakan dari Tuhannya yang menunjukkan pada kebenaran dan kenabiannya.” Lalu Allah membalas mereka: ”Sesungguhnya kamu wahai rasulallah adalah pemberi ancaman tentang neraka kepada orang yang bermaksiat kepada Allah. Dan bukan tugasmu untuk menurunkan ayat. Bagi setiap kaum itu seorang nabi atau rasul yang menunjukkan dan membimbing mereka menuju jalan keberhasilan”