Surah Al-Maidah : Ayat 69
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّٰبِـُٔونَ وَٱلنَّصَٰرَىٰ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman, yaitu umat islam, orang-orang yahudi, sha'bi'in, dan orang-orang nasrani, barang siapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dengan selalu mengesakan dan beribadah hanya kepada-Nya, percaya kepada hari kemudian sebagai wahana untuk pemberian ganjaran atau hukuman dari perbuatan mereka, dan selalu berbuat kebajikan sesuai dengan tuntunan Allah yang terdapat dalam taurat, injil, dan Al-Qur'an, maka tidak ada rasa khawatir sedikit pun pada mereka dan mereka tidak perlu untuk bersedih hati karena Allah selalu akan memberikan jalan keluar terbaik bagi semua persoalan yang dihadapi. Allah menegaskan bahwa sesungguhnya kami telah mengambil perjanjian dari bani israil, yaitu berupa ikrar mereka untuk beriman kepada Allah dan melaksanakan ajaran taurat yang merupakan syariat bagi mereka, dan untuk mengingatkannya, telah kami utus kepada mereka rasul-rasul yang diberi tugas untuk menjelaskan ajaran kitab suci itu. Akan tetapi, kenyataannya ternyata tidak seperti yang diinginkan. Setiap datang seorang rasul kepada mereka untuk mengingatkan ikrar tersebut dengan membawa atau menyampaikan ajaran agama, tetapi jika apa yang dibawa atau disampaikan itu adalah yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan ajaranajarannya dan bahkan sebagian yang lain, seperti nabi zakaria dan nabi yahya, mereka bunuh dengan keji.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 68-69 Allah SWT berfirman (Katakanlah) wahai Muhammad (Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun) yaitu dalam agama (hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil) yaitu sampai kalian beriman kepada semua yang ada pada kalian berupa kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah kepada para nabiNya, dan mengerjakan yang terkandung di dalamnya, di antara yang terkandung di dalamnya adalah perintah untuk mengikuti nabi Muhammad SAW, beriman kepada pengutusannya dan menaati syariatnya. Oleh karena itu, Laits bin Abi Sulaim, dari Mujahid, tentang firmanNya: (dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu) yaitu Al-Qur’an, dan firmanNya (Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka) Tafsir ayat itu telah disebutkan. (maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir) yaitu janganlah kamu bersedih karena mereka dan jangan sampai menghalangimu menghadapi mereka karena itu. Kemudian Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang mukmin) yaitu orang-orang muslim (orang-orang Yahudi) mereka membawa Taurat (orang-orang Shabi’) dimaana jaraknya jauh, maka ‘athafnya lebih baik dengan rafa'. Orang-orang Shabi’ adalah kelompok dari orang-orang Nasrani dan orang-orang Majusi yang tidak memiliki agama. Hal ini dikatakan oleh Mujahid. Diriwayatkan juga dari Mujahid disebutkan yaitu antara orang-orang Yahudi dan Majusi. Sa'id bin Jubair berkata, yaitu dari orang-orang Yahudi dan Nasrani. Qatadah berkata mereka adalah kaum yang menyembah malaikat dan melaksanakan shalat menghadap selain kiblat dan membaca Zabur. Dikatakan hal lain tentang itu, bahwa orang-orang Nasrani, dikenal bahwa mereka membawa Injil. Maknanya adalah bahwa setiap kelompok beriman kepada Allah dan hari akhir yaitu hari dikembalikan semua makhluk dan hari pembalasan. Kelompok mereka mengerjakan amal shalih, tapi hal itu tidak seperti itu sehingga sesuai dengan syariat nabi Muhammad SAW setelah pengutusan orang yang memiliki syariat itu (nabi Muhammad SAW) kepada semua makhluk. Maka siapa saja yang disifati dengan itu (maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) dalam hal yang akan mereka hadapi, dan tidak pula atas apa mereka tinggalkan (dan tidak (pula) mereka bersedih hati (69)) Penjelasan tentang itu telah disebutkan dalam tafsir surah Al-Baqarah sehingga tidak perlu diulangi di sini.
Tafsir As-Sa'di
69. Allah memberitakan tentang umat yang diberi kitab dari kalangan pengikut Al-Quran, Taurat dan Injil bahwa kebahagiaan dan keselamatan mereka adalah pada jalan dan dasar yang satu, yaitu beriman kepada Allah dan Hari akhir, serta beramal shalih. Barangsiapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta beramal shalih, maka baginya keselamatan. Tidak ada ketakutan bagi mereka dalam menghadapi perkara-perkara masa depan yang menakutkan dan tidak ada kesedihan bagi mereka pada apa yang telah mereka tinggalkan. Ini adalah hukum yang mencakup seluruh masa.
Tafsir Al-Wajiz
69. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, yaitu orang muslim, orang Yahudi, orang Nasrani, dan kaum Shabi’ para penyembah planet dan bintang, barangsiapa di antara mereka beriman kepada Allah dan hari akhir dengan haq, dan beramal shalih sebagaimana yang diperintahkan Allah, maka tidak ada ketakutan baginya dari azab hari kiamat selamanya, dan mereka tidak akan bersedih atas kelezatan dan kenikmatan dunia.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com