Surah Al-Ahzab : Ayat 69
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ ءَاذَوْا۟ مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُوا۟ ۚ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًا
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah."
Tafsir Ringkas Kemenag
Usai menyebutkan penyesalan orang-orang kafir ketika merasakan siksa neraka, Allah pada ayat-ayat berikut beralih menjelaskan larangan menyakiti orang lain dengan tuduhan palsu dan perkataan bohong. Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu seperti orang-orang dari bani israil yang menyakiti hati nabi musa dengan berkata dusta. Nabi musa sangat jauh dari tuduhan dusta tersebut, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. 70-71. Allah lantas meminta orang yang beriman agar berkata benar. Wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar dan tepat sasaran. Jika kamu melakukan hal tersebut, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dengan mempermudah jalanmu untuk berbuat baik dan bertobat, dan meng-ampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan rasul-Nya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung. Dia akan memperoleh ampunan Allah dan mendapatkan surga.
Tafsir Ibnu Katsir
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya nabi Musa adalah seorang lelaki pemalu dan berpakaian tertutup sehingga tidak ada suatu bagianpun dari kulitnya yang terlihat karena malu kepadaNya. Lalu ada sebagian dari Bani Israil yang menyakitinya, mereka berkata bahwa tidak sekali-kali Musa memakai pakaian yang tertutup ini melainkan karena adanya aib pada kulitnya, barangkali supak, hernia, atau penyakit kulit lainnya. Dan sesungguhnya Allah SWT hendak membersihkannya dari apa yang mereka katakan terhadap nabi Musa. Maka pada suatu hari nabi Musa sendirian melepaskan semua pakaiannya di atas sebuah batu, kemudian dia mandi. Setelah selesai, nabi Musa menuju ke arah batu itu untuk mengambil pakaiannya. Tetapi batu itu berlari membawa pakaiannya, maka nabi Musa mengambil tongkatnya dan mengejar batu itu seraya berkata, "Wahai batu, kembalikan pakaianku, wahai batu, kembalikan pakaianku” Sehingga nabi Musa sampai di hadapan sekumpulan Bani Israil, dan mereka melihat nabi Musa dalam keadaan telanjang bulat sebagai makhluk yang lebih baik yang diciptakan Allah SWT dan diberishkan dari apa yang mereka katakan. Lalu batu itu berhenti, dan nabi Musa mengambil pakaiannya lalu dia memakainya dan memukul batu itu dengan tongkatnya. Demi Allah, sesungguhnya pada batu itu benar-benar terdapat tiga, empat atau lima bekas pukulan itu. Kemudian Abu Hurairah berkata itulah yang dimaksud dengan firman Allah SWT: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah (69)) Firman Allah SWT: (Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah) yaitu baginya kedudukan terhormat di sisi Tuhannya SWT.
Tafsir As-Sa'di
69. Allah mengingatkan hamba-hambaNya yang beriman untuk tidak menyakiti Rasulullah, Muhammad, nabi yang mulia lagi pengasih dan penyayang, agar mereka tidak membalasnya dengan lawan dari sikap-sikap yang wajib, seperti memuliakan dan menghormatinya, dan hendaknya mereka tidak meniru perilaku orang-orang yang menyakiti Musa bin Imran, Kali mar-rahman. Lalu Allah membebaskannya dari apa yang mereka katakan. Maksudnya, Allah menampakkan kepada mereka keselamatan (kebersihan) Musa darinya. Padahal (fakta) kondisinya Nabi Musa bukanlah tempat tuduhan (dialamatkan) atau untuk disakiti, karena mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah, didekatkan kepadaNya, dan termasuk golongan Rasul yang istimewa dan termasuk hamba-hambaNya yang disucikan. Namun keutamaan-keutamaan yang dimilkinya tidak membuat mereka jera untuk menyakitinya dan mengganggunya dengan hal-hal yang tidak dia suka. Maka waspadalah wahai orang-orang yang beriman, agar tidak meniru mereka dalam hal ini. Gangguan yang dimaksud adalah ucapan Bani Israil tentang Nabi Musa saat mereka mengetahui sifat Nabi Musa yang sangat pemalu dan sangat menutup diri dari mmereka, “Sesungguhnya tidak ada yang mencegahnya dari sikap yang demikian itu selain karena dia berpenyakit adar.” Maksudnya, buah dzakar kemaluannya sangat besar membengkak, dan hal ini menyebar luas di kalangan mereka. Maka Allah berkehendak membebaskannya dari tuduhan mereka, maka pada suatu hari beliau mandi dan beliau meletakan pakaiannya di atas batu, kemudian batu itu menggelinding membawa pakaian tersebut. Maka Musa pun terus membawanya hingga melintasi majelis Bani Israil, sehingga mereka melihatnya sebagai sebaik-baik ciptaan Allah. Maka sirnalah apa yang mereka tuduhkan kepadanya.
Tafsir Al-Wajiz
69. Wahai orang-orang mukmin, janganlah kalian menjadi seperti orang-orang Yahudi yang menyakiti Nabi Musa, janganlah kalian menyakiti Nabi kalian. Wujud menyakiti itu adalah seperti perkataan mereka: “Dia (nabi) telah berbuat kemungkaran, kemudian Allah membersihkan Nabi dari tuduhan yang keliru. Allah menunjukkan bukti-bukti yang menunjukkan kedustaan tuduhan mereka. Sesungguhnya Musa memiliki kedudukan yang terhormat dan di sisi Allah