Surah An-Nahl : Ayat 69
ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Melanjutkan ilhamnya kepada lebah, Allah berfirman, kemudian makanlah, yakni isaplah, dari segala macam bunga dari buah-buahan pada pepohonan yang besar maupun kecil, lalu tempuhlah jalan yang telah ditentukan oleh tuhan pencipta dan pemelihara-Mu, yang telah dimudahkan bagimu. Dengan izin dan kekuasaan Allah, dari perut lebah itu keluar sejenis minuman yang amat lezat berupa madu yang bermacammacam warna dan rasa-Nya. Di dalamnya terdapat kandungan yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh dan obat yang dapat menyembuhkan bagi beberapa penyakit manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang yang berpikir. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah bahwa dia telah menciptakan kamu, wahai manusia, dari sumber yang satu yaitu tanah sehingga kamu ada dan dapat hidup di dunia ini. Kemudian dengan kekuasaan-Nya pula dia mewafatkanmu dengan berbagai cara dan dalam usia yang berbeda sesuai waktu yang telah ditentukan-Nya. Di antara kamu ada yang dimatikan pada usia muda dan ada pula yang dikembalikan kepada usia yang tua renta, pikun, dan lemah kembali bagaikan bayi, sehingga pada usia itu dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang dulu pernah diketahuinya. Sungguh, Allah maha mengetahui segala sesuatu dan rahasia dari ciptaan-Nya, mahakuasa melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 68-69 Yang dimaksud dengan “wahyu” di sini adalah ilham, petunjuk, dan bimbingan kepada lebah agar membuat sarangnya di bukit-bukit, di pohon-pohon dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian hal itu mengandung hikmah dalam membangun sarangnya dengan sangat rapi struktur dan susunannya, sehingga tidak ada cela padanya. Kemudian Allah SWT menganugerahkan izin, kemampuan, dan penundukan kepadanya untuk makan dari sari buah-buahan dan menempuh jalan-jalan yang telah dimudahkan oleh Allah baginya, sehingga lebah bisa menempuh jalan udara yang luas, padang pasir yang membentang, lembah-lembah, dan gunung-gunung yang tinggi sesuai kehendaknya. Kemudian masing-masing bisa kembali ke sarangnya tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri, melainkan langsung menuju sarangnya, tempat dia meletakkan telur-telurnya dan madu. Lebah membangun lilin untuk sarangnya dengan kedua sayapnya, dan dari mulutnya dia memuntahkan madu, dan lebah betina mengeluarkan telur dari duburnya, kemudian menetas dan terbang ke tempat kehidupannya. Qatadah dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)) yaitu dengan penuh ketaatan. Mereka mnejadikannya sebagai haal dari kata “As-salikah”. Ibnu Zaid berkata bahwa itu seperti firman Allah SWT: (Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan (72)) (Surah Yasin) Dia berkata, tidakkah kamu melihat bahwa orang-orang memin­dahkan lebah-lebah itu dengan sarangnya dari suatu negeri ke negeri lain, dan lebah-lebah itu selalu mengikuti mereka. Pendapat pertama adalah pendapat yang paling jelas, yaitu bahwa itu menjadi haal dari kata “Ath-Thariq”. Maka tempuhlah jalan yang telah dimudahkan bagimu. Pendapat ini dinaskan oleh Mujahid. Ibnu Jarir berkata bahwa kedua pendapat itu benar. Firman Allah SWT: (Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu, ada yang putih, kuning, merah, dan warna-warna lain yang indah sesuai dengan tempat peternakan dan makanannya. Firman Allah (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu di dalam madu terdapat obat bagi manusia yaitu obat bagi mereka. Salah satu ulama yang berbicara tentang pengobatan Nabi berkata bahwa seandainya dia berkata ayat ini menyebutkan obat bagi manusia, tentulah madu menjadi obat untuk setiap penyakit. Akan tetapi, Allah berfirman (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu menyembuhkan setiap orang dari penyakit-penyakit karena kedinginan. Sesungguhnya madu itu panas, dan sesuatu itu diobati dengan lawannya. Dalil yang menunjukkan bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya: (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) adalah madu yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam hadits sahih keduanya dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa seorang laki laki datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata,"Sesungguhnya saudara laki-lakiku terkena penyakit perut" Lalu Nabi SAW bersabda, "Berilah minum madu." Lalu laki-laki itu pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya. Kemudian dia kembali dan berkata,"Wahai Rasulullah, saya telah memberinya minum madu, tetapi tiada membawa kebaikan melainkan bertambah parah" Rasulullah SAW bersabda,"Pergilah dan berilah dia minum madu" Lalu dia pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya. Kemudian dia kembali lagi dan berkata,"Wahai Rasulullah, tidak ada kemajuan, melainkan bertambah parah" Lalu Rasulullah SAW bersabda: "Maha Benar Allah dan dustalah perut saudaramu itu. Pulanglah dan berilah dia minum madu lagi!" Maka laki-laki itu pergi dan memberi minum madu saudaranya, maka sembuhlah saudaranya itu. Firman Allah: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan) yaitu sesungguhnya ilham Allah kepada serangga yang lemah ini agar menempuh jalan yang telah ditetapkan untuknya seraya memikul tugas menghisap sari buah-buahan, lalu mengumpulkannya dan memprosesnya menjadi lilin dan madu, Itu merupakan sebaik-baik sesuatu (benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan) keagungan Penciptanya yang telah-mengaturnya, menundukkannya, dan yang memperjalankannya. Lalu mereka menjadikannya sebagai dalil bahwa Allah adalah Yang Menciptakan itu, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Mulia, dan Maha Pengasih
Tafsir As-Sa'di
68-69. pada penciptaan binatang lebah yang mungil ini, yang Allah berikan petunjuk kepadanya dengan petunjuk yang mengagumkan, dan Dia memudahkan habitat makanannya, lantas kembali ke sarang sarangnya yang ia renovasi berdasarkan arahan dan petunjuk dari Allah kepadanya, kemudian mengeluarkan dari perut perutnya madu lezat yang beraneka warna, sesuai dengan latar belakang tanah dan habitatnya, yang mana pada madu itu terdapat penyembuh bagi umat manusia dari banyak penyakit, maka semua ini menjadi bukti kesempurnaan perhatian Allah dan kesempurnaan sifat kelembutanNya kepada para hambaNya, dan bahwa Dialah Dzat yang tidak patut ada pihak selainNya yang dicinta dan diseru dalam doa.
Tafsir Al-Wajiz
69. Dan lebah itu diberi ilham agar memakan sari bunga dan buah-buahan seraya berjalan keluar masuk melalui jalan menuju sarang dengan tunduk kepada kemudahan yang diberikan Allah untuk mengisap sari bunga dan buah dan mengubah nektar menjadi madu yang baik dengan kuasa Allah. Dari perut lebah itu keluar madu dengan warna yang berbeda-beda, yaitu putih, kuning dan merah sesuai jenis bunganya. Di dalamnya terdapat obat penyakit bagi manusia sesuai izin Allah, seperti penyakit pencernaan. Sesungguhnya di dalam hal yang disebutkan itu, berupa perkara lebah dan proses pembuatan madu dan sarang-sarang itu merupakan petunjuk yang jelas atas kekuasaan Allah bagi kaum yang merenungi keajaiban makhluk-makhluk Allah SWT.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com