Tafsir Ringkas Kemenag
Pada waktu yang bersamaan, pasti kami akan tunjukkan pula kepada mereka jalan yang lurus yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan hidup di dunia dan di akhiratdan barang siapa menaati Allah dengan mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya, dan juga menaati rasul dengan cara memuliakan dan memperkenankan perintahnya, maka mereka yang sehari-hari beramal dengan ikhlas seperti itu, akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah di dalam surga, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran, yakni para sahabat nabi, orang-orang yang mati syahid di medan perang dan orang-orang beramal saleh. Mereka itulah orang yang telah mencapai kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan juga merekalah sebenarnya teman yang sebaik-baiknya di kehidupan dunia.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 66-70 Allah SWT memberitahukan bahwa kebanyakan manusia jika diperintahkan untuk menjauhi perbuatan-perbuatan terlarang yang mereka lakukan, mereka tidak akan melakukannya. Hal ini disebabkan oleh sifat buruk yang melekat pada diri mereka untuk melanggar perintah. Ini adalah bagian dari ilmuNya SWT tentang apa yang terjadi dan tidak terjadi, serta bagaimana hal itu terjadi. Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka) Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka) yaitu jika mereka melakukan apa yang diperintahkan untuk mereka, dan meninggalkan sesuatu yang dilarang untuk mereka (tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka) yaitu daripada melanggar perintah dan melakukan larangan (dan lebih menguatkan) As-Suddi berkata yaitu lebih kuat membenarkannya (dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka dari sisi Kami) dari sisi Kami (pahala yang besar) (pahala yang besar) yaitu surga (dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus (68)) yaitu di dunia dan akhirat Kemudian Allah berfirman, (Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (69)) yaitu sapa saja yang melaksanakan perintah Allah dan RasulNya, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, maka Allah akan menempatkannya pada tempat yang mulia, dan menjadikannya berada di samping para nabi, kemudian bersama orang-orang baik yang secara berurutan yaitu orang-orang shiddiq, para syuhada', lalu orang-orang mukmin secara umum. Mereka adalah orang-orang shalih yang baik perbuatan tersembunyinya dan perbuatan terang-terangannya. Kemudian Allah memuji mereka, dan berfirman (Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya) Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (Yang demikian itu adalah karunia dari Allah) yaitu dari sisi Allah dengan rahmatNya bahwa Dia menempatkan mereka pada hal itu, bukan karena amal mereka (dan Allah cukup mengetahui) Dia Maha Mengetahui siapa saja yang layak mendapatkan petunjuk dan bimbingan.
Tafsir As-Sa'di
68. Keempat, petunjuk kepada jalan yang lurus, dan ini merupakan keumuman setelah kekhususan, karena keutamaan kapada jalan yang lurus tersebut, dan apa yang dikandungnya dari ilmu kebenaran, mencintainya, mendahulukanya dan beramal dengannya, dengan ketergantungan kebahagiaan dan kemenangan padanya, maka ia sesungguhnya telah di bimbing kepada kebaikan dan akan terlepas darinya setiap keburukan dan kezhaliman.
Tafsir Al-Wajiz
68. Dan Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus, yang mana mereka bisa mewujudkan kebaikan dunia-akhirat melalui jalan tersebut