Surah An-Naml : Ayat 68
لَقَدْ وُعِدْنَا هَٰذَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
"Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Sejak dahulu sungguh kami telah dijanjikan oleh nabi Muhammad, persis seperti apa yang disampaikan nabi-nabi terdahulu, akan diberi ancaman dengan ini, yaitu hari kebangkitan; kami dan nenek moyang kami. Jika benar apa yang dikatakannya tentang kebangkitan, mestinya telah terjadi. Tetapi, sebenarnya janji dan ancaman kebangkitan ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu. '69. Katakanlah kepada mereka yang mendustakanmu, wahai nabi Muhammad, sebagai peringatan dan ancaman untuk mereka, 'berjalanlah kamu semua di muka bumi, lalu perhatikanlah sejarah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa dengan mendustakan para rasul di masa lalu, agar kamu dapat mengambil pelajaran yang membuat kamu takut akan azab Allah. Allah telah membinasakan mereka, dan akan memperlakukan hal yang sama terhadap kamu jika kamu tidak beriman.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 67-70 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik bahwa mereka menganggap mustahil tubuh-tubuh ini dibangkitkan kembali setelah menjadi tulang belulang yang telah hancur. Kemudian mereka berkata: (Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu) yaitu kami dan bapak-bapak kami masih mendengar ancaman ini , tetapi kami tidak pernah melihat kenyataannya dan kejadiannya. Ucapan mereka: (ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala) yang mereka maksud adalah peringatan bahwa tubuh-tubuh ini akan dihidupkan kembali (tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu kala) yaitu diambil suatu kaum dari orang-orang sebelum mereka melalui kitab-kitab mereka, sebagian dari mereka menerimanya dari sebagian lain, padahal tidak ada kenyataannya. Allah SWT berfirman seraya menjawab dugaan mereka yang kafir dan tidak percaya kepada hari kebangkitan (Katakanlah) wahai Muhammad, kepada mereka (Berjalanlah kalian (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa) yaitu mendustakan para rasul dan apa yang mereka bawa berupa adanya hari kebangkitan serta berita-berita lain, bagaimana azab dan pembalasan Allah menimpa mereka, dan Allah menyelamatkan di antara mereka para rasulNya yang mulia dan para pengikut mereka yang beriman. Hal itu menunjukkan kebenaran dari apa yang disampaikan para rasul itu. Kemudian Allah SWT berfirman seraya menghibur NabiNya SAW: (Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka) yaitu terhadap orang-orang yang mendustakan apa yang engkau sampaikan, dan janganlah menyesali perbuatan mereka, dan jangan biarkan dirimu kecewa karena sikap mereka (dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipu dayakan) dalam menjerumuskanmu dan menyanggah apa yang kamu sampaikan kepada mereka. Karena sesungguhnya Allah adalah pendukung, penolong, dan Dzat yang memenangkan agamamu atas orang-orang yang menentangmu baik di timur maupun barat
Tafsir As-Sa'di
68. “Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini,” maksudnya, dengan kebangkitan, “kami dan juga bapak-bapak kami dahulu,” namun ia pun tidak kunjung mendatangi kami, dan kami pun tidak pernah melihatnya sedikitpun darinya. “Ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala.” Maksudnya cerita dan dongeng-dongeng mereka yang digunakan untuk melewatkan waktu, padahal ia sama sekali tidak memiliki landasan (bukti) dan tidak pula mempunyai kebenaran tentangnya. Allah beralih di dalam memberitakan tentang keadaan orang-orang yang mendustakan kepada pemberitaan bahwa mereka tidak mengetahui kapan waktu akhirat itu, kemudian pemberitaan tentang kelemahan ilmu pengetahuan mereka tentangnya. Kemudian pemberitaan bahwa pengetahuan mereka adalah keraguan, kemudian pemberitaan tentang kebutaan mereka, kemudian pembirataan tentang keingkaran mereka dan anggapan mereka bahwa akhirat itu sangat tidak mungkin akan terjadi. Maksudnya, dan disebabkan keadaan dan kondisi seperti itu maka hilanglah rasa takut pada akhirat dari dalam hati mereka. Maka dari itu mereka berani melakukan maksiat terhadap Allah, dan sangat mudah bagi mereka untuk mendustakan kebenaran dan meyakini yang batil (palsu), dan mereka menghalalkan segala keinginan (syahwat) dengan mengorbankan segala bentuk ibadah. Maka dari itu mereka rugi dunia dan akhirat.
Tafsir Al-Wajiz
68. Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami dahulu benar-benar telah diberi ancaman dengan hari kebangkitan, bahkan sebelum Muhammad memberi peringatan tentang itu. Namun itu semua tidak terjadi, dan apa yang diancamkan kepada kami ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala saja yang mereka ambil dari kitab-kitab."