Surah An-Nahl : Ayat 67
وَمِن ثَمَرَٰتِ ٱلنَّخِيلِ وَٱلْأَعْنَٰبِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

"Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidakkah pula kamu mengambil pelajaran dari buah kurma dan anggur yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kamu' dari perasannya kamu dapat membuat minuman yang memabukkan, dan dari buah itu pula kamu bisa memperoleh rezeki yang baik, yakni tidak memabukkan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi orang yang mengerti. Dan di antara begitu banyak tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah di bumi ini adalah bahwa tuhanmu yang selalu membimbing dan berbuat baik kepadamu mengilhamkan kepada lebah, buatlah sarang dengan sungguh-sungguh di gua pada gunung-gunung, di lubang pada batang pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia berupa sarang buatan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 66-67 Allah berfirman: (Dan sesungguhnya bagi kalian) wahai manusia (pada binatang ternak) yaitu unta, sapi, dan kambing (benar-benar terdapat pelajaran) yaitu tanda dan bukti yang menunjukkan kepada kebijaksanaan Penciptanya, kekuasaanNya, rahmat, dan kelembutanNya (Kami memberi kalian minum dari apa yang berada dalam perutnya) Bentuk mufradnya di sini merujuk kepada makna hwan ternak atau dhamir itu kembali kepada hewan, karena sesungguhnya hewan ternak termasuk hewan. yaitu Kami memberi minum kalian dari apa yang terdapat di dalam perut hewan ini. Di ayat lain (dari air susu yang ada dalam perutnya) (Surah Al-Mu’minun: 21) Yang ini dan itu boleh, sebagaimana firmanNya: (Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan (54) maka barang siapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya (55)) (Surah Al Mudatstsir) Firman Allah: (antara tahi dan darah berupa susu yang bersih) yaitu warna putihnya, rasa susunya, dan kemanisannya terpisah dari kotoran dan darah dalam perut hewan. Masing-masing dari ketiganya berjalan ke tempatnya masing-masing jika makanan yang ada di dalam perut hewan telah diproses. Darah mengalir ke urat-urat, air susu mengalir ke arah payudara hewan, dan air kencing mengalir ke arah kemaluan, dan kotoran disalurkan ke tempat pembuangannya. Masing-masing dari ketiganya tidak bercampur dengan yang lain setelah teruraikan, dan tidak pula berubah. Firman Allah: (berupa susu yang bersih yang mudah ditelan bagi orang-orang yang hendak meminumnya) yaitu, tidak ada seorang pun yang merasa sulit meminumnya. Setelah Allah menyebutkan tentang air susu, bahwa Dia menjadikannya sebagai minuman yang mudah ditelan manusia, kemudian Allah menyebutkan tentang jenis minuman lain dibuat oleh manusia dari buah kurma dan buah anggur, serta minuman perasan yang memabukkan yang sering mereka buat sebelum diharamkan. Oleh karena itu Allah menyebutkan karunia Nya kepada mereka, Lalu Dia berfirman: (Dan dari buah kurma dan anggur, kalian buat minuman yang memabukkan) Hal ini menunjukkan pembolehan hal itu menurut syara' sebelum ada pengharamannya Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas tentang firmanNya: (minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik). Minuman yang memabukkan adalah minuman haram dari keduanya, dan rezeki yang baik adalah hal-hal yang dihalalkan dari hasil keduanya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan) Penyebutan akal di sini sesuai, karena itu merupakan bagian paling manusia. Oleh karena itu Allah mengharam­kan kepada umat ini minuman yang memabukkan untuk menjaga akal mereka.
Tafsir As-Sa'di
67. Dan Allah menciptakan bagi para hambaNya dari buah buah kurma dan anggur berbagai macam kegunaaan dan kemaslahatan bagi mereka, yang berbentuk rizki yang baik yang dikonsumsi oleh para manusia dalam keadaan segar, matang, siap saji dan bisa disimpan dan sebagai makanan dan minuman yang bisa dijadikan jus dan fermentasinya dan minuman keras yang sebelumnya halal diperbolehkan. Kemudian Allah menaskh (menghapus) halalnya minuman yang memabukkan dan menggantikannya dengan barang barang yang baik seperti jenis jenis nabidz (hasil fermentasi dari buah) dan berbagai macam minuman yang lezat dan diperbolehkan. Oleh karena itu ada orang yang berpendapat maksud ‘memabukkan' di sini adalah makanan dan minuman yang nikmat. pendapat ini lebih utama daripada pendapat yang pertama. Allah berfirman ”sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan” Yaitu memikirkan tentang kesempurnaan kekuasaan Allah, karena Dia mengeluarkannya dari pepohonan yang mirip dengan kayu bakar, kemudian berubah menjadi buah buahan yang lezat, enak dimakan dan baik. Dan (itu membuktikan) meratanya cakupan rahmatNya karena ia mearat pada seluruh hambaNYa, memudahkannya bagi mereka, (menunjukan) bahwa Dialah sesembahan yang (berhak) diibadahi semata, sebab Allah satu satunya Dzat yang (mampu) melakukan itu.
Tafsir Al-Wajiz
67. Kalian mengambil buah kurma dan anggur untuk dijadikan khamr yang memabukkan (Ini adalah instruksi awal tentang pengharaman khamr sebelum perintah haram yang mutlak) dan sebagai rejeki yang halal dengan memakannya dalam keadaan kering seperti sejenis kismis dan kurma kering, atau selain yang memabukkan seperti sirup atau cuka. Sesungguhnya dalam sesuatu yang disebutkan itu ada dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT bagi kaum yang merenungi dan memperhatikan ayat kauniyyah

Sumber tafsir dari tafsirweb.com