Surah At-Taubah : Ayat 66
لَا تَعْتَذِرُوا۟ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

"Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa."

Tafsir Ringkas Kemenag
Atas sikap dan perilaku burukmu itu tidak perlu kamu meminta maaf kepada siapa pun, sebab kamu sejatinya sudah tahu kalau alasan yang kamu ajukan itu tidak benar. Meski kamu mengajukan seribu satu alasan, kamu tetap tidak bisa terselamatkan dari dosa besar, karena kamu dengan sikapmu itu telah benar-benar kafir setelah kamu menampakkan dirimu sebagai orang beriman. Jika kami memaafkan sebagian dari kamu karena telah tobat, niscaya kami akan tetap mengazab golongan yang lain karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa yang menjadikan mereka terhalang dari bertobat. Setelah memaparkan beberapa perilaku buruk orang-orang munafik, ayat ini menerangkan kesamaan orang munafik laki-laki dan perempuan dalam hal sifat, sikap, perilaku dan akhlak. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah memiliki kesamaan, yaitu mereka senantiasa menyuruh berbuat yang mungkar dan mencegah perbuatan yang makruf dan mereka selalu menggenggamkan tangannya karena kekikirannya. Mereka telah melupakan kebesaran Allah, petunjuk-petunjuk agama-Nya. Mereka juga lupa kalau semua perilaku buruknya akan mendapatkan balasan di akhirat kelak, maka Allah juga akan melupakan mereka di akhirat kelak dengan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya. Sesungguhnya orang-orang munafik yang sudah jelas kemunafikannya itulah orang-orang yang fasik, yakni orang-orang yang benar-benar keluar dari ketaatan kepada Allah, bahkan sifat buruk mereka melebihi orang-orang kafir.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 65-66 Abdullah bin Wahb berkata,”Telah bercerita kepadaku Hisyam bin Sa'd, dari Zaid bin Aslam, dari Abdullah bin Umar yang berkata bahwa seorang lelaki dalam perang Tabuk berkata dalam majelis,”Aku tidak melihat orang seperti tamu-tamu kita itu. Mereka adalah orang yang lebih suka memenihi perutnya, paling berdusta lisannya, dan paling pengecut ketika bertemu musuh" Lalu seorang lelaki lain di masjid berkata,"Kamu berdusta, melainkan kamu adalah orang munafik. Sungguh aku akan memberitahukan hal itu kepada Rasulullah SAW" Lalu hal itu sampai kepada Rasulullah SAW, dan ayat Al-Qur'an terkait hal itu turun. Abdullah bin Umar berkata,"Aku melihat lelaki itu menggantungkan pada tali pelana unta Rasulullah SAW dan terkena batu-batuan, dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main” Lalu Rasulullah SAW membaca: (Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok? (65) Tidak usah kalian minta maaf, karena kalian kafir sesudah beriman) Firman Allah SWT: (Tidak usah kalian minta maaf, karena kalian kafir sesudah beriman) yaitu dengan ucapan yang kalian gunakan untuk memperolok-olok (Jika kami memaafkan segolongan dari kalian (lantaran mereka bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain)) yaitu kalian semua tidak dimaafkan, dan sebagian dari kalian tetap disiksa (disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa) yaitu berdosa dengan ucapant yang keji dan salah.
Tafsir As-Sa'di
65-66. “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu)”, tentang hinaan mereka terhadap kaum Muslimin dan agama mereka. Sekelompok dari mereka berkata di perang Tabuk, “Kami tidak melihat seperti para qari kami itu –maksudnya adalah Nabi dan sahabat-sahabatnya – paling besar perutnya, paling dusta ucapannya, dan paling penakut pada saat perang… dan ejekan-ejekan lain semisalnya. Ketika mereka mengetahui bahwa Nabi telah mengetahui apa yang mereka katakan, mereka datang meminta maaf dan berkata, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Yakni kami mengatakan ucapan yang kami tidak bermaksud mencela dan menghina. Allah membantah dengan menjelaskan ketidakbenaran alasan mereka dan kebohongan mereka dalam hal itu. “Katakanlah”, kepada mereka, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?’ tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” Karena mengolok-olok Allah dan RasulNya adalah kekufuran yang mengeluarkan dari Islam, Karena pondasi Islam terbangun di atas sikap pengaguman Allah, agama dan RasulNya, sementara memperolok-olok sesuatu darinya sangat bertentangan dan bertabrakan dengan pondasi utama ini, oleh karena itu, begitu mereka datang kepada Rasul untuk meminta maaf dengan ucapan itu, Rasul hanya menjawab, “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan Rasul kamu selalu berolok-olok?’ tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” FirmanNya, “jika kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat)”, menyesal dan memohon ampunan kepada Allah, “niscaya kami akan mengazab golongan-golongan yang lain,” dari kalian di sebabkan mereka “adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa”, dan selalu berdiri di atas kekufuran dan kemunafikan. Ayat-ayat ini menunjukan bahwa barangsiapa menyimpan rahasia buruk, khususnya rahasia makar terhadap agamaNya, mengolok-olokNya, ayat-ayatNya, serta RasulNya, maka Allah akan menampakkannya, membeberkannya, dan menghukum pelakunya dengan keras. Dan bahwa barangsiapa yang menghina sesuatu dari Kitabullah atau Sunnah Rasul yang shahih darinya atau memperolok-olok Rasul atau merendahkannya, maka dia adalah kafir kepada Allah yang Maha Agung, dan bahwa taubat akan di terima dari segala dosa, meskipun dosa itu besar.
Tafsir Al-Wajiz
66. Janganlah meminta maaf wahai orang-orang munafik. Permohonan maaf kalian itu tidak diterima. Sungguh kalian telah kufur dengan ejekan tersebut, meskipun usai menyatakan keimanan kalian. Jika Kami memaafkan segolongan dari kalian yang bertaubat dan meninggalkan kemunafikan (Ini adalah dorongan untuk bertaubat), niscaya Kami akan mengazab golongan lainnya karena kejahatan dan keteguhan mereka atas kekufuran serta tidak mau bertaubat

Sumber tafsir dari tafsirweb.com