Surah An-Nisa : Ayat 66
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ ٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ أَوِ ٱخْرُجُوا۟ مِن دِيَٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِّنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا۟ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
"Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),"
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat-ayat yang lalu diperingatkan bahwa orang-orang munafik itu sebenarnya tidak mau menerima nabi sebagai hakim, walaupun ketentuan itu diwajibkan oleh Allah atas diri mereka. Pada ayat-ayat berikut digambarkan sikap mereka bahwa apa pun perintah tidak akan mereka lakukan disebabkan kemunafikan mereka. Dan sekalipun telah kami perintahkan kepada mereka, orang-orang munafik itu, bunuhlah dirimu, sebagaimana dulu pernah ditetapkan sanksi semacam ini terhadap orang-orang yahudi, atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum muslim dulu dari mekah ke madinah, ternyata mereka, orang-orang munafik, tidak akan melakukannya karena lemahnya iman mereka, kecuali sebagian kecil saja dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah dan pengajaran yang diberikan oleh Allah dan rasul, niscaya itu lebih baik bagi mereka dari apa yang mereka lakukan selama ini, dan lebih menguatkan iman mereka yang selama ini terombang ambing dalam kemunafikanapabila mereka meksanakan perintah dan pengajaran yang diberikan oleh Allah dan rasul itu, dan dengan demikian, pasti kami berikan kepada mereka anugerah yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, serta pahala yang besar dari sisi kami.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 66-70 Allah SWT memberitahukan bahwa kebanyakan manusia jika diperintahkan untuk menjauhi perbuatan-perbuatan terlarang yang mereka lakukan, mereka tidak akan melakukannya. Hal ini disebabkan oleh sifat buruk yang melekat pada diri mereka untuk melanggar perintah. Ini adalah bagian dari ilmuNya SWT tentang apa yang terjadi dan tidak terjadi, serta bagaimana hal itu terjadi. Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka) Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka) yaitu jika mereka melakukan apa yang diperintahkan untuk mereka, dan meninggalkan sesuatu yang dilarang untuk mereka (tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka) yaitu daripada melanggar perintah dan melakukan larangan (dan lebih menguatkan) As-Suddi berkata yaitu lebih kuat membenarkannya (dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka dari sisi Kami) dari sisi Kami (pahala yang besar) (pahala yang besar) yaitu surga (dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus (68)) yaitu di dunia dan akhirat Kemudian Allah berfirman, (Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (69)) yaitu sapa saja yang melaksanakan perintah Allah dan RasulNya, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, maka Allah akan menempatkannya pada tempat yang mulia, dan menjadikannya berada di samping para nabi, kemudian bersama orang-orang baik yang secara berurutan yaitu orang-orang shiddiq, para syuhada', lalu orang-orang mukmin secara umum. Mereka adalah orang-orang shalih yang baik perbuatan tersembunyinya dan perbuatan terang-terangannya. Kemudian Allah memuji mereka, dan berfirman (Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya) Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (Yang demikian itu adalah karunia dari Allah) yaitu dari sisi Allah dengan rahmatNya bahwa Dia menempatkan mereka pada hal itu, bukan karena amal mereka (dan Allah cukup mengetahui) Dia Maha Mengetahui siapa saja yang layak mendapatkan petunjuk dan bimbingan.
Tafsir As-Sa'di
66. Allah mengabarkan bahwa seandainya Allah mewajibkan kepada hamba-hambaNya perintah-perintah yang berat bagi jiwa berupa membunuh jiwa dan keluar dari negeri, niscaya tidak akan ada yang melaksanakanya kecuali hanya sedikit dari mereka dan jarang, karena itu hendaklah mereka memuji Rabb mereka dan bersyukur kepadanya atas apa yang Allah mudahkan bagi mereka dalam perintah-perintahNya yang menjadi mudah bagi siapa saja dan tidak akan berat kalau dikerjakan, hal ini mengandung isyarat bahwa sepatutnya seorang hamba memperhatikan kebalikan dari apa yang ada padanya dari hal-hal yang dibenci, agar seluruh ibadah menjadi ringan baginya, dan bertambahlah pujian dan rasa syukur kepada Rabbnya. Kemudian Allah mengabarkan bahwa seandainya mereka, “melaksanakan pelajaran yang di berikan kepada mereka,” yaitu apa yang ditugaskan kepada mereka dalam setiap waktu yang sesuai dengan perhitungannya, lalu mereka mengarahkan segala semangat dan usaha keras mereka, memepersiapkan diri untuk melaksanakannya dan menyempurnakannya, dan jiwa mereka tidak berhasrat terhadap apa yang mereka tidak akan sampai kepadanya, dan tidak juga mereka ada dihadapanya, maka inilah yang patut bagi seorang hamba untuk melihat kondisi yang mewajibkannya untuk melaksanakan perintah tersebut, lalu menyempurnakannya, kemudian ia melangkah setahap demi setahap, hingga ia sampai kepada apa yang di tentukan untuknya berupa ilmu dan amal dalam perkara agama maupun dunianya. Hal ini berbeda dengan seseorang yang jiwanya sangat menggebu terhadap suatu perkara yang ia tidak akan mencapainya dan ia pun tidak diperintahkan padanya, seseungguhnya ia hampir tidak akan sampai kepada hal itu disebabkan oleh tidak teraturnya tekad, terjadinya kemalasan, dan hilangnya semangat. Kemudian Allah menyiapkan bagi apa yang mereka peroleh dari pelaksanaan apa-apa yang diajarkan kepada mereka, yaitu ada empat perkara; Pertama, kebaikan, sebagaimana terdapat dalam firmanya, “Tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka,” maksudnya, pastilah mereka itu akan menjadi dari bagian orang-orang yang terbaik yang memiliki sipat-sipat seperti sipat-sipat mereka berupa perbuatan baik dimana mereka diperintahkan kepadanya, ada suatu hal yang berkonsekuensi tidak ada hal yang berlawanan dengannya. Kedua, akan memperoleh keteguhan dan kekuatan serta peningkatannya, karena Allah akan meneguhkan (keyakinan) orang-orang yang beriman disebabkan oleh apa yang mereka tunaikan berupa keimanan yaitu menunaikan apa yang diajarkan kepada mereka. Allah meneguhkan kehidupan di dunia ketika terjadinya fitnah dalam perkara yang berhubungan dengan perintah, larangan, dan musibah-musibah, hingga mereka memperoleh keteguhan di mana mereka di beri taufik untuk dapat melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan yang sangat ingin dilakukan oleh jiwa, dan ketika terjadinya cobaan-cobaan yang dilakukan oleh jiwa, dan ketika terjadinya cobaan-cobaan yang dibenci oleh seorang hamba, lalu ia dibimbing kepada keteguhan dengan taufik kepada kesabaran atau keridhoaan atau bahkan dengan kesyukuran, sehingga turunlah pertolongan Allah kepadanya agar ia mampu melaksanakanya, dan mereka juga akan memperoleh keteguhan di atas agama ketika menghadapi kematian dan juga di dalam kubur. Demikian juga, sesungguhnya seorang hamba yang melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, ia selalu melatih diri menunaikan perintah-perintah syariat hingga ia terbiasa dengannya bahkan ia rindu kepadanya dan kepada hal-hal yang sepertinya, maka hal itu akan menjadi penolong baginya untuk tetap teguh dan mengarjakan segala ketaatan.
Tafsir Al-Wajiz
66. Dan jika Kami mewajibkan sebagian orang yang ingin bertaubat sebagaimana yang Kami perintahkan atas Bani Israil: “Sebaiknya kalian membunuh diri kalian,” yaitu supaya seseorang membunuh dirinya sendiri, atau agar mereka saling bunuh, atau Kami perintahkan mereka untuk meninggalkan tempat tinggal dan rumah mereka, maka tidak akan ada yang mengerjakan perintah itu kecuali hanya sedikit. Dan jika mereka mengerjakan apa yang diminta kepada mereka, mau mengambil pelajaran dan pasrah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka baik di dunia maupun di akhirat, dan akan lebih menguatkan keyakinan, keimanan dan keteguhan langkah mereka untuk berjalan di atas kebenaran dan keimanan. Ayat ini turun untuk menunjukkan keadaan orang-orang munafik tersebut, yaitu jika hal itu diwajibkan pada suatu umat, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Dan tidak ada yang mengerjakannya kecuali hanya sedikit orang yang benar-benar beriman seperti Tsabit bin Qays dan Ammar, dan Ibnu Mas’ud