Surah An-Naml : Ayat 66
بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلْمُهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ مِّنْهَا ۖ بَلْ هُم مِّنْهَا عَمُونَ

"Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Bahkan sebenarnya pengetahuan mereka, yakni kaum musyrik, tentang akhirat tidak sampai ke sana. Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya, yaitu akhirat. Bahkan mereka adalah orang-orang yang buta tentang kebenaran itu, karena tidak mau berusaha mencari alasan-alasan yang membenarkan adanya hari akhir. Hal itu disebabkan oleh mata hati mereka yang telah dirusak oleh kesesatan. 67. Dan keraguan serta kebutaan hati orang-orang yang kafir yang mengingkari hari kebangkitan itu mendorong mereka untuk berkata, 'setelah jasad kita hancur lebur menjadi tanah dan begitu pula jasad nenek moyang kita yang sudah sekian lama meninggalkan dunia ini, apakah benar kita akan dikeluarkan dari kubur untuk hidup kembali sebagaimana sebelumnya'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 65-66 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW untuk memberitahukan kepada semua makhluk, bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun baik di langit maupun di bumi mengetahui perkara ghaib selain Allah. Firman Allah (kecuali hanya Allah) istisna’ munqati', yaitu tidak ada seorangpun yang mengetahui hal itu kecuali Allah SWT, tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia) (Surah Al-An'am: 59) dan (Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenali (34)) (Surah Luqman) dan ayat-ayat tentang hal ini sangat banyak. Firman Allah: (dan mereka tidak mengetahui kapankah mereka akan dibangkitkan) yaitu, tidak ada seorangpun yang ada di langit dan di bumi mengetahui waktunya hari kiamat. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba) (Surah Al-A'raf: 187) yaitu amat berat pengetahuan hari kiamat itu bagi penduduk langit dan bumi Firman Allah: (Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana), malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu) yaitu, pengetahuan mereka tidak mampu untuk mengetahui waktu terjadinya hari kiamat. Ulama’ lainnya membacanya "Bal adraka ilmuhum" (pengetahuan mereka sama tidak tahunya mengenai hal tersebut). Pengetahuan mereka tentang hal itu sama saja sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda terhadap malaikat Jibril yang menanyakan kepadanya tentang waktu hari kiamat mengatakan: (Tidaklah orang yang ditanya tentang itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya” yaitu keduanya sama-sama tidak mengetahui tentang hal itu, baik orang yang ditanya maupun orang yang bertanya” Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana)) yaitu sesuatu yang ghaib. As-Suddi berkata bahwa pengetahuan mereka dapat diketahui dan dan sempurna pada hari kiamat ketika tidak ada manfaatnya lagi bagi mereka hal itu. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata (38)) (Surah Maryam) Al-Hasan berkata bahwa dia pernah membaca firmanNya: (Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai) Lalu dia berkata bahwa pengetahuan mereka di dunia pudar ketika mereka menyaksikan akhirat. Firman Allah SWT: (malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu) dhamir ini kembali kepada isim jenis, yang dimaksud adalah orang-orang kafir, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian (48)) (Surah Al-Kahfi) yaitu orang-orang kafir dari kalangan kalian. Demikian juga Allah berfirman di sini: (malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu) Mereka meragukan keberadaan dan kejadiannya (lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya) yaitu dalam kebutaan dan ketidaktahuan yang besar tentang perkara dan keadaannya
Tafsir As-Sa'di
66. “Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana).” Maksudnya, sebenarnya pengetahuan mereka sangat lemah dan sangat kurang, dan belum menjadi keyakinan, tidak pula menjadi pengetahuan yang sampai ke dalam hati. Ini adalah tingkatan pengetahuan yang paling dangkal dan paling rendah, lemah dan rapuh. Bahkan mereka tidak mempunyai ilmu walaupun sedikit. Dan sesungguhnya “malahan mereka ragu-ragu tentangnya” maksudnya, (ragu-ragu) tentang akhirat itu, dan dengan adanya keraguan itu ilmu (pengetahuan) menjadi sirna, sebab ilmu (pengetahuan) itu dengan semua tingkatannya tidak bisa bersatu dengan keraguan, “lebih-lebih lagi mereka darinya,” maksudnya, dari akhirat, “buta.” Mata hati mereka telah buta darinya, dan di dalam hati mereka tidak ada keyakinan kepada kejadiannya, atau kemungkinan akan terjadi, bahkan mereka mengingkarinya dan menganggapnya tidak mengkin.
Tafsir Al-Wajiz
66. Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi hati mereka buta atas urusan akhirat. Mereka tidak bisa mengambil pelajaran dari berbagai bukti akhirat yang ada sebab tidak normalnya penglihatan mereka yang mereka gunakan untuk memahami sesuatu. Bal adalah huruf yang berfungsi untuk berpindah dari satu keadaan menuju keadaan lain. Maksudnya adalah ilmu, bukti dan hujjah mereka tidak cukup/tidak sampai untuk memahami bahwa akhirat itu ada tanpa suatu keraguan.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com