Surah Yusuf : Ayat 65
وَلَمَّا فَتَحُوا۟ مَتَٰعَهُمْ وَجَدُوا۟ بِضَٰعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ۖ قَالُوا۟ يَٰٓأَبَانَا مَا نَبْغِى ۖ هَٰذِهِۦ بِضَٰعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا ۖ وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ۖ ذَٰلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ

"Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: “Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Anak-anak nabi yakub belum juga berhasil meyakinkan ayah mereka untuk membawa bunyamin ke mesir. Dan ketika mereka membuka barang-barangnya di hadapan nabi yakub, mereka menemukan bahwa barang-barang yang mereka jadikan penukar dengan bahan makanan yang mereka perlukan dikembalikan oleh nabi yusuf kepada mereka. Mereka berkata, wahai ayah kami! apalagi yang kita inginkan dari perjalanan ke mesir' semua bahan makanan sudah kita peroleh. Lihatlah ini, barang-barang kita dikembalikan lagi kepada kita oleh penguasa mesir itu. Apabila kami berangkat lagi ke mesir dengan membawa serta bunyamin, tentu kita akan mendapat bahan makanan yang lebih banyak, dan dengan itu kita akan dapat memberi makan keluarga kita. Kami berjanji akan memelihara dan menjaga saudara kami, bunyamin. Dengan membawa serta bunyamin, dapat kami bayangkan kegembiraan penguasa mesir itu, dan kita pasti akan mendapat tambahan jatah gandum yang lebih banyak, yakni seberat beban seekor unta. Memberikan bahan makanan sebanyak itu adalah suatu hal yang mudah bagi seorang penguasa mesir. Mendengar berbagai alasan dari anak-anaknya untuk mengajak serta bunyamin, dia (nabi yakub) kemudian berkata, aku tidak akan melepaskannya pergi bersama kamu ke mesir sebelum kamu semua bersumpah kepadaku atas nama Allah bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali dari sana, kecuali jika kamu mendapat hambatan atau musibah di tengah jalan, seperti dikepung musuh sehingga kamu tidak mampu mengembalikannya kepadaku. Setelah mereka mengucapkan sumpah akan memenuhi permintaannya, dia (nabi yakub) berkata, Allah adalah menjadi saksi terhadap apa yang kita ucapkan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 65-66 Allah SWT berfirman bahwa ketika para saudara Yusuf membuka karung-karung mereka, mereka menadapati barang-barang mereka dikembalikan kepada mereka. Itu adalah atas perintah nabi Yusufkepada para pelayannya untuk memasukkan itu ke dalam karung mereka. Setelah mendapati barang-barang mereka ada di dalam karungnya (Mereka berkata, "Wahai ayah kami, apa lagi yang kita inginkan) yaitu apa yang kami inginkan (Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita”) Sebagaimana yang dikatakan Qatadah, yaitu “Tidak ada yang kita inginkan selain ini, sesungguhnya barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan timbangan kita dipenuhi“ (dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami) yaitu jika engkau mengirim saudara kami pergi bersama-sama kami, maka kami bisa memberikan jatah makanan kepada keluarga kami (dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan gandum seberat beban seekor unta) Demikian itu karena nabi Yusuf memberi setiap orang seberat beban seekor unta. (Itu adalah sukatan yang mudah (bagi Raja Mesir)) Ini merupakan kesempurnaan dan kebaikan dari kalam tersebut. yaitu, sesungguhnya ini mudah dibandingkan sesuatu yang dia beri untuk saudara mereka (Ya’qub berkata "Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kalian, sebelum kalian memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah”) yaitu kalian mengucapkan janji (bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh) kecuali jika kalian semua dikalahkan musuh dan kalian tidak mampu menyelamatkannya (Tatkala mereka memberikan janji mereka) yaitu mengukuhkan sumpah mereka lalu berkata: (Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)) Ibnu Ishaq berkata, sesungguhnya dia melakukan hal itu karena dia tidak mendapati hal lain kecuali harus mengutusnya bersama mereka untuk mendapatkan jatah makanan yang mereka butuhkan. Lalu dia mengutusnya bersama mereka.
Tafsir As-Sa'di
65. Kemudian mereka itu “Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka”, ini merupakan bukti petunjuk bahwa telah diketahui oleh mereka ia ingin mereka tetap memilikinya. Maka mereka berkata kepada sang ayah untuk mendorongnya agar melepaskan saudara mereka bersama mereka, “Wahai ayah kami apalagi yang kita inginkan”, apa yang ingin kita cari-cari lagi setelah penyambutan yang baik ini dengan cara menyempurnakan sukatan bagi kita dan mengembalikan barang-barang kita dalam bentuk yang (baik semacam ini) yang mengandung makna keikhlasan dan keluhuran budi? “Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami”, maksudnya jika kami pergi bersama saudara kami ini, maka itu akan menjadi penyebab Yusuf memberi sukatan kepada kita sehingga kita bisa memberi makan keluarga kita dan dapat membawakan kepada mereka bahan makanan yang mereka butuhkan. “Dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta”, lantaran mengirimkan saudara kami bersama kami, karena Yusuf memberi takaran setiap orang seberat pikulan yang dibawa oleh unta. “Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)”, dan tidak mengakibatkan bahaya pada dirimu. Karena masa perjalanan tidak lama, sementara itu kemaslahatan (yang akan diraih) sudah sangat jelas.
Tafsir Al-Wajiz
65. Dan ketika mereka membuka muatan-muatan makanannya, mereka mendapati didalamnya terdapat alat tukar yang dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: “Wahai Ayah, apa lagi yang kita butuhkan daripada kemuliaan yang banyak ini, yaitu pemberian hasil pertanian dan pengembalian alat tukar? Harta kita ini dikembalikan lagi atas anugerah Allah. Kami akan menukar makanan dan tetap menjaga saudara kami ketika berangkat dan pulang. Kami akan menambah takaran seberat seekor unta dengan adanya saudara kami, Benyamin. Tambahan takaran biji-bijian tersebut akan mudah didapatkan dan diberikan oleh sang raja karena kedermawanannya dan melimpahnya hasil panen yang dimilikinya”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com