Surah Az-Zumar : Ayat 64
قُلْ أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ تَأْمُرُوٓنِّىٓ أَعْبُدُ أَيُّهَا ٱلْجَٰهِلُونَ

"Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?”"

Tafsir Ringkas Kemenag
Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'apakah kamu masih menyu-ruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh' padahal sudah sangat jelas bukti-bukti keesaan dan kemahakuasaan-Nya dari yang lain. '65. Dan ingatlah, sungguh telah diwahyukan kepadamu, wahai nabi Muhammad, dan juga telah diwahyukan kepada nabi-nabi yang sebelummu, 'sungguh aku tegaskan, jika engkau mempersekutukan-ku dengan yang lain, sebagaimana ajakan mereka kepadamu, niscaya akan hapuslah seluruh amalmu dan tentulah engkau akan termasuk ke dalam kelompok orang yang rugi.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 62-66 Allah SWT memberitahukan bahwa Dialah Dzat yang Menciptakan segala sesuatu, yang menguasai, memiliki, dan yang mengaturnya, di bawah pengawasan, dan pengaturanNya serta tunduk pada perintahNya, Firman Allah: (Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi) Mujahid berkata bahwa “maqalid” adalah kunci-kunci dalam bahasa Persia. Demikian juga dikatakan oleh Qatadah dan Ibnu Zaid As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi) yaitu perbendaharaan langit dan bumi. Makna ayat berdasarkan kedua pendapat menyatakan bahwa sesungguhnya kendali semua urusan itu ada di tangan Allah SWT. milikNyalah kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah) yaitu hujjah-hujjahNya dan bukti-buktiNya (mereka itulah orang-orang yang merugi) Firman Allah: (Katakanlah, "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?" (64)) ini sebagaimana firmanNya SWT: (Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan) (Surah Al-An'am: 88) Firman Allah: (Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendak­lah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur (66)) yaitu, murnikanlah penyembahan itu hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya; kamu dan orang-orang yang mengikutimu dan membenarkanmu
Tafsir As-Sa'di
64. “Katakanlah” wahai rasul, kepada orang-orang bodoh itu, yaitu orang-orang yang mengajakmu menyembah selain Allah, “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang jahil (bodoh).” Maksudnya, perintah ini bersumber dari kebodohan kalian. Kalau tidak, ,maka kalau sekiranya kalian mempunyai ilmu pengetahuan bahwasanya Alah Yang Mahasempurna dari segala sisiNya, yang melimpahkan seluruh kenikmatan adalah yang berhak diibadahi, bukan selainNya yang lemah dari segala sisinya, tidak dapat memberikan manfaat ataupun menimpakan mudarat; lalu kenapa kalian menyuruh melakukan hal itu? Padahal sesungguhnya kesyirikan (mempersekutukan Allah) itu dapat menghapus semua amal-amal kebaikan dan merusak semua keadaan.
Tafsir Al-Wajiz
64. Wahai Nabi, katakanlah kepada orang-orang musyrik: “Apakah kalian menyuruhku untuk menyembah selain Allah setelah tampak dengan jelas berbagai bukti keesaan Allah. Wahai orang-orang yang bodoh untuk melihat tanda keesaan Allah?” Orang-orang musyrik berkata kepada Nabi SAW “Apakah nenek moyangmu dahulu ada orang-orang yang sesat wahai Muhammad?” Sehingga turunlah ayat ini. Mereka juga meminta Nabi untuk menengok sesembahan mereka, namun mereka kemudian mengikuti ajaran dan beriman kepada Nabi

Sumber tafsir dari tafsirweb.com