Surah Yusuf : Ayat 64
قَالَ هَلْ ءَامَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَآ أَمِنتُكُمْ عَلَىٰٓ أَخِيهِ مِن قَبْلُ ۖ فَٱللَّهُ خَيْرٌ حَٰفِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
"Berkata Ya’qub: “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?”. Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar permintaan anak-anaknya, dia (yakub) berkata, bagaimana aku tidak khawatir akan mempercayakannya (bunyamin) kepadamu seperti kekhawatiran yang aku rasakan ketika telah mempercayakan saudaranya (yusuf) kepada kamu dahulu' akan tetapi, karena kamu memaksa untuk membawa bunyamin, maka aku serahkan semuanya kepada Allah. Maka Allah adalah penjaga yang terbaik bagi hambahamba-Nya, dan dia maha penyayang di antara para penyayang. Anak-anak nabi yakub belum juga berhasil meyakinkan ayah mereka untuk membawa bunyamin ke mesir. Dan ketika mereka membuka barang-barangnya di hadapan nabi yakub, mereka menemukan bahwa barang-barang yang mereka jadikan penukar dengan bahan makanan yang mereka perlukan dikembalikan oleh nabi yusuf kepada mereka. Mereka berkata, wahai ayah kami! apalagi yang kita inginkan dari perjalanan ke mesir' semua bahan makanan sudah kita peroleh. Lihatlah ini, barang-barang kita dikembalikan lagi kepada kita oleh penguasa mesir itu. Apabila kami berangkat lagi ke mesir dengan membawa serta bunyamin, tentu kita akan mendapat bahan makanan yang lebih banyak, dan dengan itu kita akan dapat memberi makan keluarga kita. Kami berjanji akan memelihara dan menjaga saudara kami, bunyamin. Dengan membawa serta bunyamin, dapat kami bayangkan kegembiraan penguasa mesir itu, dan kita pasti akan mendapat tambahan jatah gandum yang lebih banyak, yakni seberat beban seekor unta. Memberikan bahan makanan sebanyak itu adalah suatu hal yang mudah bagi seorang penguasa mesir.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 63-64 Allah SWT berfirman tentang mereka, bahwa mereka kembali kepada ayah mereka (mereka berkata,”Wahai ayah kami, kami tidak mendapat gandum lagi) yang mereka maksud adalah setelah itu, yakni jika engkau tidak mengirim saudara kami Benyamin pergi bersama kami, maka kami tidak mendapat jatah makanan lagi. Maka kirimkanlah dia bersama kami agar kami mendapat jatah makanan, dan sesungguhnya kami benar-benar menjaganya. Sebagian ulama membacanya dengan huruf ya’ yaitu (yaktal), yaitu (dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya) yaitu janganlah khawatir terhadapnya, karena dia akan dikembalikan kepadamu. Ini seperti yang mereka katakan dalam peristiwa nabi Yusuf (Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya (12)) Oleh karena itu ayah mereka berkata kepada mereka: (Bagaimana aku akan mempercayakannya (Benyamin) kepada kalian, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kalian dahulu) yaitu kalian tidak akan memperlakukannya begitu melainkan seperti yang telah kalian lakukan kepada saudaranya sebelumnya. Kalian menjauhkannya dariku dan menghalang-halangi antara aku dan dia. (Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga) Sebagian ulama membacanya (haafizha) (dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang) yaitu Dia Maha Penyayang di antara para penyayang kepadaku. Dia akan memberiku rahmat karena usia tuaku, kelemahanku, dan kerinduanku kepada anakku. Aku berharap kepada Allah, semoga Dia mengembalikan Yusuf kepadaku dan menghimpunkan kekuatanku dengannya. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang di antara para penyayang
Tafsir As-Sa'di
64. “Dia berkata”, yakni Ya’qub berkata kepada mereka “Bagaimana (mungkin) aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, melainkan sebagaimana aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu”, maksudnya sebelumnya, kalian telah bersumpah pada diri sendiri dengan penegasan yang lebih daripada ini untuk menjaga Yusuf, namun demikian kalian tidak menepati janji (penegasan melindungi Yusuf) yang kalian canangkan. Saya sudah tidak percaya lagi dengan janji dan perlindungan kalian. Saya hanya percaya dengan Allah saja. “Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga, dan DIa adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”, maksudnya Dia mengetehaui kondisiku dan aku berharap agar Dia merahmatiku sehingga menjaga Bunyamin dan memulangkannya kepadaku. Seakan-akan dalam ungkapan ini, hati beliau sudah lunak untuk melepas kepergian Bunyamin bersama mereka.
Tafsir Al-Wajiz
64. Ya’kub berkata kepada anak-anaknya: “Bagaimana bisa aku mempercayakan Benyamin kepada kalian, kecuali seperti aku mempercayakan saudaranya, Yusuf kepada kalian sebelumnya tatkala kalian pergi ke padang pasir dan tidak kembali bersamanya?” Ini adalah kekhawatiran Ya’kub terhadap tipuan mereka untuk kedua kalinya. Dan Allah itu sebaik-baik penjaga baginya. Aku berpegang teguh dan berserah diri kepadaNya. Allah SWT adalah Dzat paling pengasih terhadapku. Dia mengasihi masa tuaku dan keterikatanku terhadap anakku. Aku berharap agar Dia mengembalikan anakku, sehingga semuanya berkumpul sempurna.