Surah Yunus : Ayat 64
لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

"Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar."

Tafsir Ringkas Kemenag
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia berupa ketenangan hidup karena mereka menempuh jalan yang benar dan di akhirat mereka terhindar dari siksa neraka dan masuk surga serta kekal di dalamnya (lihat: surah al-anfa'l/8: 10). Tidak ada perubahan bagi janjijanji, yakni ketetapan-ketetapan Allah. Demikian itulah, yakni terbebas dari siksa neraka dan kekal di surga adalah kemenangan yang agung setelah dijelaskan bahwa wali-wali Allah akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat, lalu Allah berfirman: dan janganlah engkau wahai nabi Muhammad merasa sedih oleh perkataan mereka yang kafir kepada Allah, seperti engkau dikatakan pembohong, penyair dan lain-lain. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia maha mendengar apapun yang mereka katakan, maha mengetahui apa pun yang mereka kerjakan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 62-64 Allah SWT memberitahukan bahwa kekasih-kekasihNya adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa, sebagaimana yang ditafsirkan ulama. Maka setiap orang yang bertakwa adalah wali Allah. Maka: (tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) dalam menghadapi apa yang akan datang, yaitu kengerian akhirat. (dan tidak (pula) mereka bersedih hati) terhadap apa yang di belakang mereka di dunia. Diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit; bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW,” ya Rasulallah, bagaimana makna firmanNya: (Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat) Lalu Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya kamu bertanya kepadaku tentang sesuatu yang belum pernah ditanyakan seorang pun dari umatku atau tidak ada seorangpun yang bertanya sebelum kamu, itu adalah mimpi yang baik­ yang dilihat atau diperlihatkan kepada seseorang” Demikian juga diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Mujahid, Urwah bin Az-Zubair, Yahya bin Abu Katsir, Ibrahim An-Nakha’i. ‘Atha’ bin Abu Rabah. dan lainnya, bahwa mereka menafsirkan hal itu dengan mimpi yang baik. Dikatakan bahwa.maksudnya adalah berita gembira dari para malaikat untuk orang mukmin ketika menjelang ajalnya dengan kabar tentang surga dan ampunan, sebagaimana firman Allah SWT: (Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah, " kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Jangan­lah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian” (30) Kami adalah Pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta (31) Sebagai hidangan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (32)) (Surah Fushshilat) Dalam hadits Al-Barra’ disebutkan,”bahwa seorang mukmin itu ketika telah tiba ajalnya, maka para malaikat yang berwajah putih akan datang kepadanya dengan berpakaian putih, lalu mereka berkata,"Keluarlah, wahai ruh yang baik menuju ketenteraman, rezeki dan Tuhan yang tidak murka" Maka keluarlah ruhnya dari mulutnya, sebagaimana tetesan air keluar dari mulut wadah minuman. Adapun terkait berita gembira bagi mereka di akhirat, sebagaimana Allah SWT berfirman (Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat) dan mereka disambut oleh para malaikat. (Para malaikat berkata), "Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian” (103) (Surah Al-Anbiya) dan firman Allah (Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah) yaitu janji ini tidak diubah, diingkari, diganti; bahkan ditetapkan, dikukuhkan, dan pasti terjad (Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar)
Tafsir As-Sa'di
64. “Mereka mendapatkan berita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.” Adapun berita gembira di dunia maka ia adalah pujian yang baik, kecintaan di hati orang-orang Mukmin, mimpi yang baik dan apa yang dirasakan oleh seorang hamba dalam bentuk kasih sayang Allah kepadanya, kemudahanNya kepada amal dan akhlak yang terbaik dan penghindaranNya dari akhlak yang buruk. Sedangkan di akhirat maka yang pertama adalah berita gembira pada saat arwah mereka diambil sebagaimana Firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu"." (Fushilat:30). Dan di dalam kubur ada berita gembira untuknya berupa ridha Allah dan nikmat yang dirasakan, dan di akhirat ada berita gembira yang sempurna dengan masuk syurga dan selamat dari azab neraka. “Tidak ada perubahan bagi kalimat –kalimat (janji-janji) Allah.” Akan tetapi apa yang Allah janjikan maka itulah kebenaran yang tidak mungkin dirubah dan diganti karena Dia Mahabenar dalam FirmanNya yang tidak seorang pun mampu menyelisihiNya dalam takdir dan keputusanNya. “Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” Karena ia mengandung keselamatan dari yang dikhawatirkan, kemenangan meraih apa yang diinginkan, keberuntungan dibatasi padanya karena tidak ada keberuntungan untuk selain ahli iman dan takwa. Alhasil bahwa berita gembira meliputi seluruh kebaikan dan pahala yang dikaitkan oleh Allah di dunia dan akhirat dengan iman dan takwa. Oleh karenanya, Dia menyebutkannya secara mutlak dan tidak membatasinya.
Tafsir Al-Wajiz
64 Mereka akan mendapatkan berita gembira di dalam kehidupan di dunia dengan kesenangan dan pertolongan selagi mereka masih dalam jalan kebenaran dan dalam kehidupan akhirat berupa surga dan pahala yang disampaikan oleh malaikat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar berupa surga dan keridhaan.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com