Surah Az-Zumar : Ayat 63
لَّهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ
"Kepunyaan-Nya-lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan milik-Nyalah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir yakni ingkar terhadap ayat-ayat Allah dan memperolok-olokkannya, mereka itulah orang yang mengalami kerugian. 64. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'apakah kamu masih menyu-ruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh' padahal sudah sangat jelas bukti-bukti keesaan dan kemahakuasaan-Nya dari yang lain. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 62-66 Allah SWT memberitahukan bahwa Dialah Dzat yang Menciptakan segala sesuatu, yang menguasai, memiliki, dan yang mengaturnya, di bawah pengawasan, dan pengaturanNya serta tunduk pada perintahNya, Firman Allah: (Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi) Mujahid berkata bahwa “maqalid” adalah kunci-kunci dalam bahasa Persia. Demikian juga dikatakan oleh Qatadah dan Ibnu Zaid As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi) yaitu perbendaharaan langit dan bumi. Makna ayat berdasarkan kedua pendapat menyatakan bahwa sesungguhnya kendali semua urusan itu ada di tangan Allah SWT. milikNyalah kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah) yaitu hujjah-hujjahNya dan bukti-buktiNya (mereka itulah orang-orang yang merugi) Firman Allah: (Katakanlah, "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?" (64)) ini sebagaimana firmanNya SWT: (Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan) (Surah Al-An'am: 88) Firman Allah: (Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur (66)) yaitu, murnikanlah penyembahan itu hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya; kamu dan orang-orang yang mengikutimu dan membenarkanmu
Tafsir As-Sa'di
63. “KepunyaanNya lah kunci-kunci langit dan bumi,” maksudnya, kunci-kuncinya berupa ilmu dan pengendalian, maka “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Fathir: 2). Setelah Allah menjelaskan sebagian dari keagunganNYa yang menuntut keharusan hati untuk penuh dengan rasa mengaungkan dan memuliakanNYa, maka Dia menjelaskan keadaan orang-orang yang kebalikan dari itu, yang tidak mengagungkanNya dengan pengagungan yang sebenar-benarmya, seraya berfirman, “Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah” yang menunjukkan kepada al-haqqul yaqin (kebenaran sejati) dan jalan yang lurus, “mereka itulah orang-orang yang merugi,” mereka mendapatkan kerugian karena tidak meraih apa-apa yang karenanya hati mereka menjadi shalih (Baik), seperti penghambaan dan keikhlasan kepada Allah, dan apa-apa yang dengannya lisan menjadi lurus seperti sibuk mengingat Allah, dan apa-apa yang dengannya seluruh anggota tubuh menjadi baik, seperti taat kepada Allah. Mereka menggantikan semua itu dengan apa-apa yang justru merusak hati dan badan. Mereka rugi karena tidak meraih surge yang penuh kenikmatan dan menggantikannya dengan azab yang sangat pedih.
Tafsir Al-Wajiz
63. Allah Pemilik kunci segala isi dari langit dan bumi seperti hujan tumbuhan dan rizki. Adapun orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Al-quran dan berbagai bukti kekuasaan Allah maka merekalah orang-orang yang sangat rugi terhadap diri mereka sendiri karena mereka akan dilemparkan ke dalam azab neraka.