Surah An-Nahl : Ayat 62
وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ ٱلْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ ٱلْحُسْنَىٰ ۖ لَا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ ٱلنَّارَ وَأَنَّهُم مُّفْرَطُونَ

"Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, yaitu anak perempuan. Dan lidah mereka mengucapkan kebohongan'walaupun boleh jadi hati mereka sendiri tidak membenarkannya'bahwa sesungguhnya segala yang baik-baik dalam kehidupan dunia dan akhirat hanyalah untuk mereka. Allah menegaskan, tidaklah dapat diragukan bahwa nerakalah yang pantas menjadi tempat kembali dan tempat tinggal bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan ke dalamnya. Kaum kafir mekah bukanlah umat pertama yang berbuat demikian. Demi Allah, sungguh kami telah mengutus para rasul, seperti hud, salih, musa, dan isa kepada umat-umat mereka sebelum kami mengutus engkau, wahai nabi Muhammad, kepada umatmu. Meski kaum-kaum itu mendapat dakwah dari para rasul, tetapi setan menjadikan terasa indah dan baik bagi mereka perbuatan buruk mereka seperti yang umatmu lakukan kepadamu. Setan berhasil menipu mereka sehingga dia menjadi pemimpin dan panutan mereka pada hari ini sebagaimana dia juga menjadi pemimpin dan panutan kaummu yang durhaka. Dan mereka semua yang telah, sedang, dan akan melakukan keburukan pasti akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat kelak.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 61-62 Allah SWT memberitahukan tentang sifat penyantunNya terhadap makhlukNya yang berbuat zalim, bahwa seandainya Allah menghukum mereka karena perbuatan mereka, maka tidak ada yang tersisa dari semua makhluk yang melata di bumi ini. yaitu, Sungguh Dia akan membinasakan semua hewan yang melata di muka bumi ini ikut binasa karena pembinasaan anak cucu nabi Adam. Akan tetapi, Tuhan Yang Maha Tinggi menyantuni, menutupi dan memberi tangguh mereka sampai batas waktu yang telah ditentukan. yaitu, Dia tidak menyegerakan hukuman terhadap mereka, karena seandainya Dia melakukan hal itu kepada mereka, maka tidak akan ada seorang pun yang hidup. Firman Allah: (Dan mereka menguntukkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya) yaitu anak-anak perempuan dan sekutu-sekutu yang merupakan hamba-hamba Allah juga, padahal orang-orang musyrik itu tidak suka jika seseorang di antara mereka mempunyai sekutu dalam harta. Firman Allah: (dan lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguh­nya merekalah yang akan mendapat kebaikan) Pengingkaran terhadap pengakuan mereka yang mengata­kan bahwa mereka mendapat kebaikan di dunia; dan jika ada hari kebangkitan, maka mereka mendapatkan kebaikan juga. Pemberitahuan tentang apa yang diucapkan oleh sebagian mereka, sebagaimana firmanNya: (Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih (9) Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana-bencana itu dariku.” sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga (10)) (Surah Hud) Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguh­nya merekalah yang akan mendapat kebaikan) yaitu para pelayan. Ibnu Jarir berkata tentang firmanNya: (bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan) yaitu pada hari kiamat, sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya, dan inilah pendapat yang benar. Segala puji bagi Allah. Oleh karena itu Allah SWT berfirman seraya membantah mereka tentang angan-angan mereka: (Tiadalah diragukan) yaitu, memang benar dan pasti (bahwa nerakalah bagi mereka) yaitu pada hari kiamat (dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya)) Mujahid, Sa'id bin Jubair, Qatadah, dan lainnya berkata bahwa maknanya adalah terlupakan dan disia-siakan di dalamnya. Ini sebagaimana firmanNya: (Maka pada hari (kiamat) ini Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini) (Surah Al-A'raf: 51) Diriwayatkan dari Qatadah juga tentang firmanNya, (Mufrathun) yaitu mereka disegerakan masuk ke neraka, yaitu dari kata “al-farthu” yaitu paling dahulu sampai. Tidak ada pertentangan, karena mereka disegerakan masuk ke neraka pada hari kiamat, lalu mereka dilupakan di dalamnya, yaitu kekal selamanya
Tafsir As-Sa'di
62. Allah mengabarkan bahwasannya kaum musyrikin “menetapkan bagi Allah sesuatu yang mereka sendiri membencinya” berupa (penisbatan) anak perempuan dan sifat sifat buruk (kepadaNya) yaitu perbuatan syirik dengan mengarahkan sebagian dari peribadahan kepada sejumlah makhluk yang sebenar benarnya merupakan hamba Allah. Sebagaimana mereka itu benci dan tidak rela kalau budak mereka padahal mereka sejenis menjadi sekutu mereka dalam rizki yang Allah berikan kepada mereka, lalu kenapa mereka menetapkan beberapa sekutu bagi Allah yang berasal dari hambaNya? ”dan“ mereka bersama perbuatan buruk yang besar ini ”lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu merekalah yang akan mendapatkan kebaikan” maksudnya bahwa mereka akan menjumpai keadaan yang baik di dunia dan akhirat. Maka Allah membantah mereka dengan berfirman ”tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan bahwa mereka segera dimasukkan (ke dalamnya)”, mereka didahulukan masuk ke neraka, tinggal di dalamnya, tidak keluar darinya selamanya.
Tafsir Al-Wajiz
62. Mereka menisbahkan kepada Allah sesuatu yang mereka benci, yaitu anak perempuan. Dan mereka berdusta dengan mengklaim bahwa mereka akan mendapatkan tempat yang baik, yaitu surga. Sungguh bagi mereka itu neraka. Sesungguhnya mereka itu ditelantarkan di dalam neraka atau mereka didahulukan atau cepat-cepat dimasukkan ke dalamnya sebelum orang lain

Sumber tafsir dari tafsirweb.com