Surah Al-Hajj : Ayat 60
۞ ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ ثُمَّ بُغِىَ عَلَيْهِ لَيَنصُرَنَّهُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

"Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."

Tafsir Ringkas Kemenag
Orang beriman boleh melakukan perlawanan atau pembelaan diri jika dizalimi. Demikianlah, Allah mengizinkan kepada orang-orang beriman untuk membela diri dengan adil, dan barang siapa membalas perlakuan zalim sebanding dengan kezaliman atau penganiayaan yang pernah dia derita di masa lalu, kemudian dia dizalimi lagi, karena mempertahankan hak, pasti Allah akan menolongnya di dunia maupun di akhirat. Sungguh, Allah maha pemaaf kepada hamba-hamba-Nya yang memaafkan kesalahan orang lain, maha pengampun kepada mereka yang bertobat. 61. Untuk memberi pertolongan kepada orang-orang beriman yang dizalimi pasti akan ditepati. Demikianlah, janji Allah, karena Allah berkuasa memasukkan malam ke dalam siang sehingga siang di musim panas lebih panjang, dan memasukkan siang ke dalam malam sehingga malam lebih panjang di musim dingin; dan sungguh, Allah maha mendengar doa setiap hamba dan maha melihat keberadaan seluruh makhluk-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 58-60 Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang yang keluar untuk berhijrah ke jalan Allah demi memperoleh ridhaNya dan mengharapkan apa yang ada di sisiNya, sehingga mereka meninggalkan tanah airnya, keluarga dan teman-temannya, juga berpisah dari negerinya demi membela Allah dan RasulNya serta menolong agama Allah (kemudian mereka dibunuh) yaitu dalam jihadnya (atau mati) yaitu, habis ajalnya tanpa berperang, yakni mati di ranjangnya. Maka sesungguhnya mereka telah mendapatkan pahala yang melimpah dan pujian yang baik, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah) (Surah An-Nisa’: 100) Firman Allah: (Benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik) yaitu, Allah akan mengalirkan kepada mereka sebagian dari karunia dan rezekiNya di surga yang membuat hati mereka senang (Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki (58) Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat yang mereka menyukainya) yaitu surga, sebagaimana Allah SWT berfirman: (adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah) (88) maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga kenikmatan (89)) (Surah Al-Waqi'ah) Allah SWT memberitahukan bahwa mereka mendapat kesenangan, rezeki, dan surga yang penuh kenikmatan. Sebagaimana Allah SWT berfirman di sini: (benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik) Kemudian Allah berfirman: (Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui) yaitu Maha Mengetahui orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan­Nya serta siapa saja yang berhak mendapatkannya (Maha Penyantun) yaitu Maha Pemaaf dan Maha Mengampuni dosa-dosa mereka, Allah menghapus semua dosa mereka berkat hijrah dan tawakal mereka kepadaNya. Adapun orang-orang yang gugur di jalan Allah dari kalangan orang-orang yang berijrah dan tidak berhijrah, sesungguhnya dia hidup di sisi Tuhannya dalam keadaan diberi rezeki, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki (169)) (Surah Ali Imran) hadits-hadits tentang ini cukup banyak, sebagaimana yang disebutkan dalam pembahasan terdahulu. Adapun orang yang wafat di jalan Allah dari kalangan orang yang bijrah dan tidak hijrah, termasuk dalam pengertian ayat ini di samping hadits-hadits shahih yang menguatkannya yang menyebutkan bahwa mereka diberi rezeki dan mendapat kebaikan yang besar dari Allah SWT Diriwayatkan dari Ibnu Uqbah yaitu Abu Ubaidah bin Uqbah, dia berkata bahwa Syurahbil bin As-Simth berkata,"Kami bertugas dalam waktu yang cukup lama di benteng di negeri Romawi. Maka mampirlah kepada kami Salman Al-Farisi, lalu dia berkata,”Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan sedang bertugas, maka Allah mengalirkan kepadanya pahala itu, memberinya rezeki, dan menyelamatkannya dari dua fitnah” Firman Allah: (Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita…), hingga akhir ayat. Muqatil bin Hayyan dan Ibnu Juraij menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan tentang pasukan khusus dari kalangan sahabat. Mereka berhadapan dengan pasukan orang-orang musyrik di bulan Muharram. Kemudian orang-orang muslim menyerukan kepada mereka agar tidak mengadakan peperangan dalam bulan haram itu, tetapi orang-orang musyrik menolak dan tetap bersikeras untuk berperang, bahkan orang-orang musyrik melampaui batas terhadap orang-orang muslim. Maka orang-orang muslim terpaksa memerangi mereka, dan Allah memberi kemenangan kepada orang-orang muslim (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun)
Tafsir As-Sa'di
60. Hal demikian ini, Karena orang yang ditimpa kejahatan dan penganiayaan, maka dia boleh membalas pelaku dengan balasan serupa. Bila dia melakukan pembalasan itu, maka tidak ada cara untuk menyalahkannya dan ia pun tidak tercela. Jika setelah itu, dia diperlakukan semena-mena lagi, sungguh Allah akan menolongnya. Pasalnya, dia seorang yang mazhlum (teraniaya). Maka, dia tidak boleh dianiaya lagi karena dia (hanyalah) meminta haknya dikembalikan secara utuh. Apabila ada seseorang yang membalas orang lain atas ulah buruknya saat dia dizhalimi lagi, niscaya Allah akan menolongnya, maka sosok yang pada dasarnya tidak berusaha balas dendam terhadap siapa pun jika dia menjadi obyek penganiayaan dan kejahatan, tentu pertolongan (dari Allah) akan lebih dekat dengannya. “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun,” maksudnya, Allah memaafkan orang-orang yang berbuat dosa, tidak mempercepat kedatangan hukuman bagi mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka serta menghapuskannya dan menghilangkan dampak-dampaknya dari mereka. Inilah sifat Allah yang selalu menyertai DzatNya dan cara pendekatanNya kepada para makhlukNya dalam semua waktu dengan membuka pintu maaf dan ampunan. Maka sudah sepatutnya kalian wahai orang-orang yang teraniaya lagi ditimpa kejahatan, untuk membuka pintu maaf dan ampunan. Agar Allah memperlakukan kalian sebagaimana sikap kalian memperlakukan sesame hamba-Nya. "Barangsiapa memaafkan dan mengusahakan perbaikan, maka pahalanya ada di tanggungan Allah."
Tafsir Al-Wajiz
60. Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya dari orang yang mendholiminya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun kepada orang-orang mukmin. Ayat ini turun ketika sekelompok orang musyrik membunuh segerombolan orang muslim pada bulan haram meskipun telah dimohon / didesak sahabat agar orang musyrik tidak membunuh mereka. Namun mereka tidak menghiraukannya, maka orang-orang muslim memerangi mereka dan mereka diberikan pertolongan

Sumber tafsir dari tafsirweb.com