Surah An-Nahl : Ayat 60
لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوْءِ ۖ وَلِلَّهِ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
"Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menegaskan bahwa bagi orang-orang yang tidak beriman pada kehidupan akhirat, ada sifat, sikap, dan perbuatan yang buruk; dan Allah yang maha esa dan mahakuasa mempunyai sifat yang mahatinggi. Ketinggian, kesucian, dan kekuasaan-Nya tidak dapat dijangkau oleh siapa pun dari makhluk-Nya. Dan dia mahaperkasa atas segala sesuatu, mahabijaksana dalam kekuasaan-Nya dengan menempatkan sesuatu sesuai hikmah yang ditetapkan-Nya. Salah satu bentuk kebijaksanaan Allah adalah tidak serta merta mengazab orang yang bersalah. Dan kalau Allah menghukum manusia secara langsung karena kezaliman dan dosa-Nya, seperti syirik dan kufur, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya di bumi ini dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah tidak melakukan hal demikian. Dia mampu melakukannya, tetapi karena kebijaksanaan-Nya, dia memilih untuk menangguhkan hukuman dan azab bagi mereka sampai waktu yang sudah ditentukan oleh-Nya. Maka apabila ajalnya tiba sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun atas azab itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 56-60 Allah SWT memberitahukan tentang keburukan orang-orang musyrik yang menyembah berhala-berhala, patung-patung dan tandingan-tandingan yang mereka ada-adakan bersama menyembah Allah tanpa pengetahuan. Mereka menjadikan untuk berhala-berhala itu satu bagian dari apa yang diberi Allah berpa rezeki untuk mereka, lalu mereka berkata: (Ini untuk Allah, sesuai dengan persangkaan mereka, dan ini untuk berhala-berhala kami. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka) (Surah Al-An’am: 136) yitu mereka menetapkan bagi tuhan-tuhan mereka suatu bagian bersama-sama dengan bagian Allah, bahkan mereka melebihkannya. Maka Allah bersumpah dengan menyebut DzatNya Yang Mahan Mulia, bahwa sungguh Dia akan meminta pertanggungjawaban dari mereka atas hal yang mereka buat-buat itu, agar Dia membalas mereka karena perbuatan itu, dan Dia akan membalasnya dengan balasan yang penuh di neraka Jahanam. Lalu Allah SWT berfirman: (Demi Allah, sesungguhnya kalian akan ditanyai tentang apa yang telah kalian ada-adakan) Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang sikap mereka, bahwa mereka menjadikan para malaikat yang merupakan hamba-hamba Allah sebagai perempuan, lalu mereka menganggapnya sebagai putri-putri Allah, yang mereka sembah bersamaNya. Mereka melakukan kesalahan yang sangat besar dalam tiga kedudukan itu. Mereka menisbatkan kepada Allah SWT bahwa Dia mempunyai anak, padahal Allah tidak beranak. Kemudian mereka memberikan kepadaNya bagian paling rendah dari anak, yaitu anak-anak perempuan, padahal mereka tidak suka hal itu untuk diri mereka sendiri, sebagaimana Allah berfirman: (Apakah (patut) untuk kalian (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? (21) Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil (22)) (Surah An-Najm) Firman Allah SWT di sini: (Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah) dalam perkataan dan apa yang mereka buat-buat (Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan (151) "Allah beranak.” Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta (152) Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? (153) Apakah yang terjadi pada kalian? Bagaimana (caranya) kalian menetapkan? (154)) (Surah Ash-Shaffat) Firman Allah: (sedangkan untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai) yaitu mereka pilih untuk diri sendiri anak-anak laki-laki, dan enggan menerima anak-anak perempuan yang mereka nisbatkan kepada Allah. Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka dengan ketinggian yang Maha Besar. Sesungguhnya (Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya) yaitu tampak murung karena sedih (dan dia sangat marah) diam karena sangat sedih (Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak) yaitu, benci jika dilihat oleh orang-orang (disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?) yaitu jika dia membiarkan anak perempuannya hidup, maka dia membiarkannya hina, dia tidak memberinya hak waris, tidak memperhatikannya, dan lebih mengutamakan anak laki-laki daripada dia (ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)) yaitu menguburnya hidup-hidup, sebagaimana yang biasa mereka lakukan di masa Jahiliyah. Maka apakah yang mereka benci dan mereka tolak untuk diri mereka sendiri itu mereka jadikannya untuk Allah? (Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu) yaitu alangkah buruknya apa yang mereka katakan, mereka bagi, dan mereka nisbatkan kepadaNya itu. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah, jadilah mukanya hitam pekat, sedangkan dia amat menahan sedih (17)) (Surah Az-Zukhruf) Firman Allah SWT: (Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk) yaitu kekurangan itu hanya pantas dinisbatkan kepada mereka (dan Allah mempunyai sifat Yang Maha Tinggi) yaitu Kesempurnaan yang mutlak dari segala sisi, hal inilah yang pantas dinisbatkan kepada Allah (dan Dialah Yang Maha perkasa lagi Maha Bijaksana)
Tafsir As-Sa'di
60. Manakala ini termasuk perumpamaan buruk yang dilekatkan kepada Allah oleh para musuhNya dari kalangan kaum musyrikin, maka Allah berfirman “orang orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk” yaitu sifat negatif dan aib yang klimaks “dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi” maksudnya setiap sifat kesempurnaan. di alam semesta ini maka Allah lebih berhak dengannya tanpa mengakibatkan efek kekurangan dari sisi manapun. Dan Allah mempunyai sifat yang Maha tinggi di hati para waliNya, berupa pengagungan, penghormatan, kecintaan, inabah, dan ma’rifah, ”dan Dialah yang Maha perkasa” yang mengalahkan segala sesuatu, dan semua makhluk tunduk kepadaNya secara keseluruhan, ”lagi Maha bijaksana” yang telah meletakan segala sesuatu (persis) pada tempatnya, tidak menetapkan perintah atau berbuat kecuali yang berdampak pujian dan sanjungan atas kesempurnaanNya dalam urusan itu.
Tafsir Al-Wajiz
60. Bagi orang-orang kafir itu sifat jahat dan buruk. As-Suu’u adalah setiap sesuatu yang jahat, yaitu mengubur hidup-hidup anak perempuaan dan terlalu mencintai anak laki-laki karena mereka sangat membutuhkan laki-laki untuk berperang dan perkara hidup lain. Dan sifat yang luhur itu hanya milik Allah. Dialah Dzat yang Sempurna secara mutlak dan tidak butuh kepada siapapun. Dialah Dzat yang berkuasa di kerajaanNya. Dia Maha Kuasa, Maha Sempurna Kekuasaannya dan disifati dengan kesempurnaan hikmah dalam ciptaan dan aturanNya