Surah Yunus : Ayat 60
وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ
"Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini masih berisi kecaman terhadap orang-orang musyrik. Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, yakni orang-orang kafir, tentang perlakuan Allah kepada mereka pada hari kiamat' apakah mereka menduga Allah akan mengampuni dosa dan tidak menyiksa mereka' sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan kepada manusia, antara lain memberi kesempatan bertobat kepada pelaku maksiat, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur, mengingkari kerasulan nabi Muhammad, banyak berbuat maksiat, dan enggan bertobat sampai akhir hayat. Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa kebanyakan manusia tidak pandai bersyukur, lalu dalam ayat ini ditegaskan bahwa seluruh perbuatan manusia selalu berada dalam pengawasan Allah. Dan tidaklah engkau Muhammad berada dalam suatu urusan apapun, baik duniawi maupun ukhrawi, dan kamu tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an, baik yang panjang maupun yang pendek serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan apapun, baik ketaatan maupun kemaksiatan, melainkan kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak terlewatkan sedikit pun dari pengetahuan dan catatan tuhanmu melalui para malaikat-Nya, biarpun nilai perbuatan itu hanya sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata (lauh mahfudh).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 59-60 Ibnu Abbas. Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, Abdurrahman ibnu Zaid bin Aslam, dan lainnya berkata,”ayat ini diturunkan sebagai pengingkaran perbuatan orang-orang musyrik yang menghalalkan dan mengharamkan sesuatu berupa bahirah, saibah, dan washilah. sebagaimana firmanNya: (Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah) (Surah Al-An'am: 136) Allah SWT mengingkari orang yang mengharamkan apa yang Dia halalkan atau menghalalkan apa yang Dia haramkan, hanya berdasarkan pendapat dan hawa nafsu tanpa sandaran dan dalil atas hal itu. Kemudian Allah SWT mengancam mereka atas perbuatannya itu pada hari kiamat. Lalu Allah SWT berfirman: (Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat?) yaitu apa yang mereka sangkakan akan dilakukan terhadap mereka pada hari mereka dikembalikan kepada Kami pada hari kiamat? Firman Allah: (Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia) Ibnu Jarir berkata bahwa membiarkan mereka di dunia tanpa menyegerakan siksaan kepada mereka. Saya berkata, bisa juga dijelaskan bahwa maknanya adalah Dzat mempunyai karunia atas manusia, yang membolehkan bagi mereka sesuatu yang bermanfaat di dunia, dan Dia tidak mengharamkan atas mereka kecuali sesuatu yang memberikan mudharat kepada duna dan agama mereka (tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)) bahkan mereka mengharamkan nikmat Allah yang Dia berikan kepada mereka, dan mempersempit diri sendiri, lalu mereka menjadikan halal sebagian dan mengharamkan sebagian lainnya. Ini telah dilakukan orang-orang musyrik dalam hukum yang mereka tetapkan atas diri mereka, dan ahli kitab dalam hal yang mereka buat-buat untuk agama mereka.
Tafsir As-Sa'di
60. “Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada Hari Kiamat?” azab dan siksa apa yang akan Allah timpakan kepada mereka. Allah berfirman, Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?" (Az-Zumar:60). “Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia.” Dia adalah Pemilik kebaikan yang besar dan karunia yang luas, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur, bisa jadi mereka sama sekali tidak mensyukurinya, bisa pula ia digunakan untuk bermaksiat kepadaNya, bisa dengan mengharamkannya dan menolak sesuatu yang Allah limpahkan kepada hamba-hambaNya, hanya sedikit dari mereka yang bersukur yang mengakui nikmat dan memuji Allah dan menggunakannya dalam ketaatan kepadaNya. Ayat ini dijadikan dalil bahwa pada dasarnya seluruh makanan itu adalah halal kecuali yang ada pengharamannya dari syara’. Karena itu Allah mengingkari orang-orang yang mengharamkan rizkiNya yang diturunkan untuk hamba-hambaNya.
Tafsir Al-Wajiz
60 Apa sebenarnya yang diduga oleh orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya