Surah Yasin : Ayat 6
لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ

"Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai."

Tafsir Ringkas Kemenag
Al-qur'an diturunkan agar engkau, wahai nabi Muhammad, memberi peringatan untuk pertama kali kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, tepatnya pada masa kekosongan dari risalah kenabian antara nabi isa dengan nabi Muhammad, karena itu mereka lalai dari iman dan ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh rasul sebelumnya. 7. Karena kaum kafir mekah menolak ajakan nabi Muhammad, Allah bersumpah bahwa sungguh, pasti berlaku perkataan, yakni hukuman, terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman dan menolak risalah nabi Muhammad.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-7 Telah disebutkan penjelasan tentang huruf-huruf hijaiyyah di permulaan surah Al-Baqarah. Diriwayatkan dari Ikrimah, bahwa Yasin artinya wahai manusia. Malik bin Zaid bin Aslam berkata bahwa Yasin adalah salah satu dari asma Allah SWT. (Demi Al-Qur'an yang penuh dengan hikmah) yaitu yang muhkam yang tidak datang kepadanya kebathilan, baik dari depan maupun dari belakang (sesungguhnya kamu) Wahai Muhammad (salah seorang dari rasul-rasul (3) (yang berada) di atas jalan yang lurus (4)) yaitu, berada pada suatu tuntunan, agama yang benar, dan syariat yang lurus ((sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (5)) yaitu jalan, tuntunan dan agama yang kamu sampaikan ini diturunkan dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang untuk hamba-hambaNya yang beriman. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus (52) (yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan (53)) (Surah Asy-Syura) Firman Allah SWT: (agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai) (6)) yaitu orang-orang Arab, karena sesungguhnya belum pernah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan sebelum beliau. Penyebutan 'mereka secara tersendiri, bukan berarti meniadakan yang lainnya. Sebagaimana penyebutan beberapa orang tertentu, tidak meniadakan pengertiannya secara umum. Telah disebutkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang mutawatir tentang keumuman dari pengutusan nabi Muhammad SAW pada firmanNya: (Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian semuanya”) (Surah Al-A'raf: 158) Firman Allah SWT: (Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka) Ibnu Jarir berkata bahwa azab Allah pasti kepada sebagian besar mereka, bahwa Allah SWT menetapkan kepada mereka di dalam Lauhil Mahfuz, bahwa mereka tidak beriman (karena mereka tidak beriman) kepada Allah dan tidak membenarkan para rasulNya.
Tafsir As-Sa'di
6. Setelah Allah bersumpah atas kerasulan Nabi dan menegakkan dalil-dalil atasnya, Dia menjelaskan betapa sangat mendesaknya kebutuhan kepada kerasulan itu dan betapa sangat diperlukan, seraya berfirman, “Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena mereka lalai.” Mereka adalah bangsa Arab yang buta huruf, yaitu mereka yang masih kosong dari kitab-kitab, kehilangan para rasul. Mereka telah dilanda oleh kebodohan dan diliputi kesesatan, serta mereka telah membuat akal manusia di jagat raya ini menertawakan mereka karena kedunguan mereka. Maka Allah mengutus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan hikmah, dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. Maka dia pun memberikan peringatan kepada bangsa Arab yang ummi (buta huruf) dan kepada siapa saja yang dia jumpai dari setiap yang ummi. Dan dia juga mengingatkan para ahli kitab akan kitab-kitab yang ada pada mereka. Maka Nabi menjadi nikmat bagi orang-orang Arab khususnya dan bagi bangsa-bangsa yang lain pada umumnya.
Tafsir Al-Wajiz
6. Kami mengutusmu dan menurunkan Al-Qur’an kepadamu agar kamu bisa memberi peringatan tentang azab kepada suatu kaum, yaitu kaum kafir Mekah yang leluhur terdekat mereka di zaman antara nabi Isa dan Muhammad tidak diberi peringatan secara langsung. Mereka adalah orang-orang yang lupa dengan keimanan, bimbingan, syariat dan hukum-hukum (Tuhan)

Sumber tafsir dari tafsirweb.com