Surah Saba : Ayat 6
وَيَرَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ ٱلْحَقَّ وَيَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

"Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan berbeda dari sikap orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Allah, orang-orang yang diberi ilmu, baik ahlulkitab maupun orang mukmin, mereka berpendapat bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu, wahai nabi Muhammad, itulah yang benar dan memberi petunjuk bagi manusia kepada jalan Allah yang mahaperkasa, maha terpuji zat dan perbuatan-Nya. 7. Walaupun orang yang diberi ilmu mengakui kebenaran Al-Qur'an, keingkaran orang kafir tidak pernah berubah, bahkan mereka mence-mooh nabi Muhammad. Dan orang-orang kafir berkata kepada teman-temannya, 'maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya oleh tanah atau sebab apa pun, lalu kamu pasti akan dibangkitkan kembali dalam ciptaan yang baru' "seorang laki-laki yang mereka maksud adalah nabi Muhammad. Mereka berkata demikian untuk menghina beliau.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 3-6 Ini merupakan salah satu dari tiga ayat yang tidak ada keempatnya yang mana Allah memerintahkan kepada Rasulallah SWT untuk bersumpah dengan menyebut nama Tuhannya yang maha agung tentang terjadinya hari kebangkitan, ketika orang-orang kafir dan orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan itu mengingkarinya. Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhanku, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu) Kemudian Allah menggambarkannya dengan sesuatu yang menegaskan dan memperkuat hal itu. Maka Allah berfirman: ((Dialah Allah) Yang mengetahui yang gaib. Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut di dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)) Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (Tidak ada tersembunyi dari-Nya) yaitu tidak ada yang ghaib dariNya. yaitu, semuanya berada di bawah pengetahuanNya, maka tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagiNya. Maka tulang itu sekalipun telah bercerai-berai dan lenyap, Dia Maha mengetahui ke mana lenyapnya dan tercerai-berai tulang itu. Kemudian Dia mengembalikannya sebagaimana Dia memulai penciptaannya pertama kali. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Kemudian Allah menjelaskan hikmahNya dalam mengembalikan semua tubuh pada hari kiamat dengan firmanNya: (supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang mendapat ampunan dan rezeki yang mulia (4) Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melepaskan diri dari azab (Kami)) yaitu mereka berusaha untuk menghalangi jalan Allah dan mendustakan para rasulNya (mereka itu memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang sangat pedih) yaitu, supaya Allah memberi nikmat kepada orang-orang yang berbahagia dari kalangan orang-orang mukmin, dan mengazab orang-orang yang celaka dari kalangan orang-orang kafir, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung (20)) (Surah Al-Hasyr) Firman Allah SWT: (Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar) Ini merupakan hikmah lain yang dihubungkan dengan konteks sebelumnya, yaitu bahwa orang-orang yang beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada para rasul itu jika menyaksikan terjadinya hari kiamat, dan orang-orang baik dan orang-orang durhaka mendapatkan balasan dengan sesuatu yang telah mereka ketahui dari kitab-kitab Allah di dunia, maka saat itu juga mereka menyaksikan dengan penuh keyakinan. Maka pada saat itu mereka juga berkata: (Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran) (Surah Al-A'raf: 43) Disebutkan juga: (Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya)) (Surah Yasin: 52) dan (Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu) (Surah Ar-Rum: 56) serta (Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (6)) Al-'Aziz adalah Dzat yang Maha Perkasa DzatNya, yang tidak dapat dikalahkan dan dihalangi, bahkan Dia mengalahkan dan menguasai segala sesuatu, serta Maha Terpuji dalam semua firman, perbuatan, syariat dan takdirNya, dan Dia Maha Terpuji dalam semua itu
Tafsir As-Sa'di
6. Setelah Allah menjelaskan tentang keingkaran orang yang mengingkari kebangkitan, dan mereka memandang apa yang diturunkan kepada RasulNya itu tidak benar, maka Allah menjelaskan kondisi orang-orang yang mendapat taufik dari hamba-hambaNya. Mereka adalah para ahli ilmu, dan mereka memandang apa yang telah Allah turunkan kepada RasulNya, berupa al-KItab dan berita-berita yang terkandung di dalamnya “itulah yang benar,” maksudnya, kebenaran hanya terbatas pada apa yang ada di dalamnya, sedangkan apa saja yang menyalahi dan bertentangan dengannya adalah kebatilan. Sebab mereka dalam ilmunya telah mencapai pada tingkatan yakin. Dan mereka juga berpandangan bahwa pada perintah-perintah dan larangan-laranganNya, “menunjukkan kepada jalan Rabb Yang Mahaperlakasa lagi Maha Terpuji.” Hal itu karena sesungguhnya mereka memastikan kebenaran apa yang Allah beritakan dari berbagai sisi. Yaitu dari sisi ilmu pengetahuan mereka tentang kebenaran (kejujuran) orang yang memberitakannya; dan dari sisi sejalannya berita-berita itu dengan perkara-perkara yang terjadi dan dengan kitab-kitab suci terdahulu; dan juga dari sisi apa yang mereka saksikan dari berita-berita yang terjadi secara nyata; dan dari sisi apa-apa yang mereka saksikan, berupa tanda-tanda yang sangat besar yang membuktikan berita-berita tersebut, baik yang ada di jagat raya ataupun yang ada dalam diri mereka sendiri; dan dari sudut kesesuaian berita-berita tersebut dengan kandungan yang dikandung oleh nama-nama dan sifat-sifatNya. Dan mereka melihat perintah-perintah dan larangan-laranganNya memberi petunjuk kepada jalan yang lurus yang meliputi segala permasalahan dengan segala sifat yang dapat membersihkan jiwa dan mengembangkan pahala dan berguna bagi pelaku dan yang lainnya, seperti kejujuran, keikhlasan, berbakti kepada kedua orang tua, silaturahim (menjalin hubungan kerabat), berbuat baik kepada manusia pada umumnya dan lain-lainnya; dan melarang dari segala sifat yang buruk yang dapat menodai jiwa, menghapus pahala amal, dan memastikan dosa, seperti syirik, zina, riba, dan zhalim dalam masalah darah (jiwa), harta, dan kehormatan. Ini adalah kemuliaan bagi para ahlli imu, keutamaan dan taanda bagi mereka. Dan bahwa setiap kali seorang hamba makin agung (banyak) ilmunya dan makin meyakini kabar-kabar yang disampaikan oleh RasulNya, serta lebih mengetahui hikmah perintah-perintah dan larangan-laranganNya, maka dia termasuk ahli ilmu yang Allah jadikan sebagai hujjah (alasan, argument) atas ajaran yang dibawa oleh Rasulullah; dengan mereka Allah berargumen terhadap orang-orang yang mendustkan lagi menentang, sebagaimana dalam ayat ini dan ayat-ayat lainnya.
Tafsir Al-Wajiz
6. Orang-orang yang mempunyai ilmu agama, yaitu para ulama ahli kitab, seperti Abdullah bin Salam dan teman-temannya bahwa Alquran yang telah Kami turunkan itu adalah suatu kebenaran yang pasti. Mereka bahwa Alquran adalah petunjuk bagi manusia menuju agama Allah yaitu pengesaan Allah. Juga sebagai jalan untuk memperoleh keridhoan Allah Pemilik kemuliaan dan kekuatan. Yang Maha Terpuji atas segala apapun yang dilakukan-Nya.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com