Surah Luqman : Ayat 6
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ
"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Beralih dari penjelasan mengenai fungsi Al-Qur'an dan kriteria orang mukmin, pada ayat ini Allah menggambarkan sikap orang yang lebih senang mendengarkan selain Al-Qur'an. Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan percakapan atau cerita-cerita kosong untuk menyesatkan dan memalingkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu, yakni pemahaman yang benar. Mereka juga menghina ayat-ayat Al-Qur'an dan menjadikannya bahan olok-olokan karena ketidaktahuan mereka tentang manfaat Al-Qur'an atau keengganan mereka mengambil manfaat darinya. Di akhirat nanti mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. 7. Bukan itu saja kelakuan buruk orang yang menggunakan cerita-cerita kosong untuk menyesatkan manusia. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami, dia serta-merta berpaling dengan menyombongkan diri dan bersikap seolah-olah dia belum mendengarnya. Dia dengan sikap demikian seperti layaknya orang tuli yang seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya. Maka, sebagai bentuk ejekan, gembirakanlah dia dengan azab yang pedih di akhirat kelak.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 6-7 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang berbahagia, yaitu mereka yang mendapatkan petunjuk melalui kitab Allah dan mengambil manfaat dari mendengarkannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk (23)) (Surah Az-Zumar) Dia menghubungkannya dengan keadaan orang-orang yang celaka, yaitu mereka yang enggan mengambil manfaat dan mendengarkan kalam Allah. Mereka hanya mau mendengarkan seruling, nyanyian, lagu-lagu, dan alat-alat untuk bersenang-senang. Sebagaimana Ibnu Mas'ud berkata tentang firmanNya: (Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah) dia berkata,”Demi Allah, itu adalah nyanyian. Firman Allah: (untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah) Sesungguhnya hal itu demikian karena bertentangan dengan Islam dan para pemeluknya. Berdasarkan bacaan bahwa itu dibaca dengan difathah huruf ya’nya dan lamnya menjadi lam 'aqibah, atau lam ta'lil berdasarkan takdir Allah, yaitu Mereka telah ditetapkan demikian agar mereka berbuat demikian. Firman Allah: (dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan) Mujahid berkata bahwa dia menjadikan jalan Allah sebagai bahan olok-olokan. Qatadah berkata bahwa maknanya adalah bahwa dia menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan. Pendapat Mujahid lebih utama. Firman Allah SWT: (Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan) yaitu sebagaimana mereka memperolok-olok ayat-ayat dan jalan Allah , maka mereka dihinakan pada hari kiamat dengan azab yang kekal dan terus menerus. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya) yaitu orang yang menerima perbuatan tak berguna, main-main, dan bersenang-senang ini apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Al-Qur'an, maka dia berpaling darinya dan berpura-pura tidak mendengarnya, seakan-akan dia orang yang tuli, karena dia merasa terganggu dengan mendengarnya, karena dia tidak mau mengambil manfaat dan membutuhkan ayat-ayat itu (maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih) yaitu pada hari kiamat, azab itu akan menyakitkannya sebagaimana dia merasa sakit dengan mendengar kitab dan ayat-ayat Allah.
Tafsir As-Sa'di
6. maksudnya, “dan diantara manusia ada orang,” dia adalah orang yang sial lagi terlantar (tidak memperoleh pertolongan) “yang membeli,” maksudnya, memilih dan senang sebagaimana senangnya orang yang mengeluarkan harga pada sesuatu, “perkataan yang tidak berguna,” maksudnya, perkataan-perkataan yang melalikan hati, yang menghalang-halanginya dari nilai-nilai yang mulia. Termasuk dalam hal ini adalah setiap perkataan yang diharamkan dan setiap perkataan yang tidak berguna nan palsu lagi rendahan dadri perkataan-perkataan yang mendorong kepada kekafiran, kefasikan dan maksiat, dan dari perkataan-perkataan para penolak kebenaran, yang mendebat dengan kebatilan untuk mencampakkan yang benar, dan drai gunjingan, adu domba (memfitnah), dusta, cacian dan celaan, serta dari lagu, tiupan seruling-seruling setan, serta dari wanita-wanita penghibur yang melalaikan, yang tidak ada gunanya dalam agama maupun dunia. Maka golongan manusia semacam ini “membeli perkataan yang tidak berguna,” dari perkataan yang berguna, “untuk menyesatkan,” manusia “tanpa pengetahuan.” Maksudnya, setelah dia sesat karena perbuatannya, maka dia menyesatkan orang lain. Sebab, penyesatan itu tumbuh dari kesesatan, dan penyesatannya dalam perkataannya itu adalah sikapnya yang menghalang-halangi manusia dari perkataan yang berguna, amal yang bermanfaat, dari kebenaran yang jelas dan jalan yang lurus. Dan semua itu tidak akan bisa terlaksana sehingga dia mencemoohkan petunjuk dan kebenaran, dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan, dia memperolok-oloknya serta ahlinya, maka (sungguh) dia telah menyesatkan orang-orang yang tidak berilmu, dan dia menipunya dengan perkataan-perkataan yang disampaikannya, yaitu perkataan yang tidak bisa dibedakan oleh orang yang sesat dan dia pun tidak mengenal hakikatnya, “mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan,” karena mereka sesat, menyesatkan, memperolok-olokan ayta-ayat Allah dan mendustakan kebenaran yang sudah sangat jelas sekali.
Tafsir Al-Wajiz
6. Dan ada sebagian manusia yang menjual kata-kata hiburan, yaitu setiap sesuatu yang digunakan untuk menghibur manusia, berupa lagu, hiburan dan dongeng untuk mengeluarkan dan menyesatkan manusia dari agama Allah yaitu Islam tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah, yaitu kitab Allah sebagai bahan olok-olok dan bahan ejekan. Mereka itu akan mendapatkan siksa yang sangat menginakan di neraka jahanam. Maksudnya untuk memberi perhatian tentang buruknya tujuan para pendongeng dan usaha mereka dalam menghalangi manusia dari Al-Qur’an. Ayat ini diturunkan untuk seorang laki-laki Quraisy yang membeli budak perempuan yang bisa menyanyi. Dia adalah Nadhr bin Harits yang mengutus budak perempuannya untuk menyanyi bagi setiap orang yang ingin masuk Islam supaya mereka menolak Islam. FirmanNya {Li Yudhilla} untuk memelihara fungsi lafadz (Man). Dan firmanNya {Ulaaiak} untuk menjaga makna, yaitu suatu golongan manusia.