Tafsir Ringkas Kemenag
59-60. Wahai kaum kafir, bila kiamat memang akan datang, maka apakah kamu masih merasa heran terhadap pemberitaan ini, lalu menolak kebenarannya' dan tidak hanya menolaknya, kamu bahkan terus menertawakan berita ini dan tidak menangis sebagaimana orang yang sepenuhnya percaya dan takut karena merasa belum cukup bekal untuk menghadapi hari itu
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 56-62 (Orang ini adalah seorang pemberi peringatan) yaitu nabi Muhammad SAW (di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu) yaitu salah seorang dari mereka, dia diutus sebagaimana mereka diutus, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul) (Surah Al-Ahqaf: 9) (Telah dekat terjadinya hari kiamat (57)) yaitu hampir tiba masanya hari kiamat terjadi (Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah (58)) yaitu, jadi tidak ada yang dapat menolaknya selain Allah, dan tidak ada yang dapat mengetahui waktunya kecuali Dia Kemudian Allah SWT berfirman, seraya membantah orang-orang musyrik karena mereka mendengar Al-Qur'an, tetapi berpaling darinya dan meremehkannya (kamu merasa heran) jika pemberitahuan itu benar (dan kamu menertawakan) karena memperolok-olokkan dan mengejek Al-Qur'an (dan tidak menangis?) Sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang meyakininya, sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka (Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk (109)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah SWT: (Sedangkan kamu melengahkan (nya) (61)) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia bekata bahwa makna yang dimaksud adalah menyanyi. Ini menurut dialek orang-orang Yaman. Dikatakan “asmid lana” yaitu menyanyilah untuk kami. Demikian juga dikatakan Ikrimah. Dalam riwayat lain tentang firmanNya: (Sedangkan kamu melengahkan (nya)) yaitu berpaling darinya Kemudian Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada para hambaNya untuk bersujud dan beribadah kepadaNya, mengikuti RasulNya dan mengesakan Tuhan dengan keikhlasan. (Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia) (62)) yaitu tunduklah dan ikhlaslah kepadaNya, serta esakanlah Dia.
Tafsir As-Sa'di
59. “Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberian ini?” artinya, apakah kalian merasa heran terhadap berita ini yang merupakan perkataan terbaik dan paling mulia dan kalian menganggapnya sebagai suatu yang tidak lazim dan berbeda dengan kebenaran-kebenaran yang lazim? Sikap ini bersumber dari kebodohan, kesesatan, dan pembangkangan mereka, sebab FirmanNya itu adalah Firman yang jujur, dan bila Allah berfirman, maka Firman itu tegas, bukan main-main, itulah al-Quran yang agung yang seandainya diturunkan kepada gunung, niscaya engkau melihatnya khusyu’ dan berguncang karena takut kepada Allah, yang akan menambah pandangan, akal, pembenaran, kekuatan, keyakinan, dan keimanan bagi orang yang berakal. Seharusnya yang perlu diherani adalah akal orang yang menganggap heran al-Quran serta kebodohan dan kesesatannya.
Tafsir Al-Wajiz
58-59. Tidak ada yang mampu mencegah kejadiannya. Apakah Al-Quran ini mengejutkan keingkaran dan pendustaan kalian padanya.