Surah An-Naml : Ayat 59
قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَىٰٓ ۗ ءَآللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ

"Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?”"

Tafsir Ringkas Kemenag
Demikianlah uraian kisah-kisah para nabi dan umatnya yang memberi tuntunan dan pelajaran yang harus disyukuri, maka katakanlah, wahai nabi Muhammad, "segala puji hanya bagi Allah dalam segala situasi dan kondisi dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya sebagai pengemban misi kerasulan. " katakan pula kepada orang-orang musyrik, 'apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan-Nya yang tidak dapat mendatangkan manfaat atau mudarat'' 60. Setelah ayat-ayat yang lalu membicarakan tindakan Allah terhadap para pembangkang serta penyelamatan terhadapnya hamba-Nya yang taat, kini Allah mengajak untuk membandingkan antara ciptaan-Nya dan yang dilakukan oleh selain-Nya. Wahai nabi Muhammad, katakan kepada mereka, 'bukankah dia yang telah menciptakan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya dan yang menurunkan air hujan dari langit yang sangat bermanfaat untukmu, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah' kamu sekali-kali tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya yang beraneka ragam dengan jenis, warna dan buah yang berlainan seandainya Allah tidak menurun-kan hujan dari langit. Jika demikian, apakah di samping Allah ada tuhan yang lain' keserasian dalam ciptaan Allah menunjukkan bahwa tidak ada tuhan lain yang menyertai Allah. Bahkan, sebenarnya mereka yang menyekutukan Allah adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenar-an, sebab telah mempersamakan Allah dengan lainnya dalam ibadah dan keagungan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 59-60 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW untuk mengucapkan: (Segala puji bagi Allah) atas segala nikmatNya kepada hamba-hambaNya berupa nikmat-nikmat yang tidak bisa dihitung. dan atas sifat-sifatNya yang Maha Tinggi dan nama-namaNya yang paling baik, serta atas salamNya kepada hamba-hambaNya yang terpilih, yaitu para rasul dan nabiNya yang mulia. Demikian juga dikatakan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dan lainnya, bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan hamba-hambaNya yang Dia pilih adalah para nabi. Dia berkata bahwa itu sebagaimana firmanNya: (Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan (180) Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul (181) Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam (182) (Surah Ash-Shaffat) Makna yang dimaksud bahwa setelah menyebutkan apa yang Dia lakukan terhadap kekasih-kekasihNya berupa menyelamatkan, menolong dan mendukung mereka, lalu menimpakan kehinaan azab dan kekalahan terhadap musuh-musuh­Nya, maka Allah SWT memerintahkan rasulNya dan orang yang mengikutinya untuk memujiNya atas semua yang Dia lakukan. Dan hendaknya mereka memohonkan kesejahteraan untuk hamba-hambaNya yang Dia pilih. Firman Allah SWT: (Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?) ini adalah Istifham inkari terhadap orang-orang musyrik karena mereka menyembah sembahan-sembahan lain bersama Allah. Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa hanya Dialah Dzat yang Menciptakan, Memberi Rezeki, dan Mengatur, bukan selain Dia. Jadi Allah SWT berfirman: (Atau siapakah yang telah menciptakan langit) yaitu menciptakan semua langit yang tinggi dan jernih, dan apa yang ada padanya berupa bintang-bintang yang bercahaya, bintang-bintang yang berkilauan, dan benda-benda angkasa lainnya. Dan Dia menciptakan bumi ini dan apa yang ada padanya berupa gunung-gunung, bukit-bukit, lembah-lembah, tanah-tanah terjal, padang pasir, tanah-tanah tandus, tanaman dan pepohonan, buah-buahan, lautan dan semua hewan dengan beragam jenis, bentuk dan warnanya, serta makhluk lainnya. Firman Allah SWT: (dan yang menurunkan air untukmu dari langit) yaitu Allah menjadikannya sebagai rezeki bagi para hamba (lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah) yaitu kebun-kebun (yang berpemandangan indah) yaitu yang indah pemandangan dan bentuknya (yang kamu sekalian tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya) Kalian tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Sesungguhnya yang mampu melakukannya hanya Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki, yang melakukannya sendiri, bukan selain Dia dari berhala-berhala dan tandingan-tandingan sebagaimana yang diakui oleh orang-orang musyrik, sebagaimana Allah SWT berfirman di ayat lain: (Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, “Allah”) (Surah Az-Zukhruf: 87) yaitu, mengakui bahwa hanya Allah semata yang melakukan semua itu, tidak ada sekutu bagiNya, kemudian mereka menyembah selain Allah bersamaNya, padahal mereka mengakui bahwa selain Allah itu tidak dapat menciptakan dan memberi rezeki. Karena sesungguhnya yang layak disembah hanya Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?) yaitu apakah ada tuhan lain yang disembah selain Allah? dan telah jelas bagi kalian dan setiap orang yang berakal dari sesuatu yang mereka akui juga bahwa hanya Allah­ yang Maha Menciptakan dan Memberi rezeki. Firman Allah SWT di sini (Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi) kata (amman) dalam ayat-ayat ini semuanya takdirnya adalah, “Apakah Dzat yang mengerjakan semuanya ini sama dengan yang tidak dapat mengerjakan sesuatu pun darinya?". Demikianlah makna konteksnya, sekalipun sebagian darinya tidak disebutkan, karena ada kekuatan kalam itu yang menunjuk kepada hal itu. Allah SWT telah berfirman: (Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?) Kemudian Allah SWT berfirman di akhir ayat: (Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)) yaitu mereka menjadikan bagi Allah tandingan dan persamaan. Demikian juga Allah SWT berfirman: ((Apakah kalian, hai orang-orang musyrik, yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?) (Surah Az-Zumar: 9) yaitu, apakah orang yang berperilaku seperti ini sama dengan orang yang tidak berperilaku demikian? Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang menerima pelajaran) (Surah Az-Zumar: 9) dan Allah SWT berfirman: (Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya) yaitu Apakah Tuhan Yang Maha Menyaksikan semua perbuatan, gerakan dan diamnya makhlu, serta mengetahui semua hal ghaib baik yang besar maupun kecil itu sama dengan yang tidak mengetahui, tidak mendengar dan tidak melihat dari berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah itu? Oleh karena itu Allah berfirman: (Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah, "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu!") (Surah Ar-Ra'd: 33) Demikian juga ayat-ayat ini semua
Tafsir As-Sa'di
59 maksudnya, katakanlah, ”segala puji hanya milik Allah yang berhak mendapat kesempurnaan pujian, pujaan dan sanjungan, karena kesempurnaan sifat-sifatNya, keindahan kebaikan, karunia, keadilan dan kebijaksanaanNya dalam menimpakan hukuman terhadap orang-orang yang zhalim. Dan berilah juga salam kepada hamba-hambaNya yang Dia pilih atas sekalian manusia, dari kalangan para nabi, para utusan, dan manusia-manusia pilihan Allah, Rabb semesta alam. Hal itu karena sangat tingginya kemuliaan mereka dan sebagai isyarat kepada kedudukan dan keselamatan mereka dari keburukan dan najis, dan kebersihan apa yang mereka katakan tentang Rabb mereka dari segala kekurangan dan aib (cela). “apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan denganNya?” ini adalah kalimat tanya jawab yang sudah pasti dan telah dimaklumi. Maksudnya Allah Rabb yang Mahaagung yang sempurna sifat-sifatNya, Mahabesar kelembutanNya yang lebih baik, ataukah patung-patung dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah, sedangkan mereka lemah dari segala sisi, tidak bisa menimpakkan madarat dan tidak pula dapat memberikan manfat, tidak bisa menguasai untuk dirinya dan untuk para penyembahnya sebesar biji sawi pun dari kebaikan. Jadi, Allah yang lebih baik daripada sesuatu yang mereka persekutukan itu. Kemudian Allah menjelaskan rincian hal-hal yang dengannya Dia dapat dikenal dan dapat dipastikan bahwasannya Dia-lah AIlah yang disembah, dan bahwa beribadah kepadaNya itulah yang benar dan beribadah kepada selain Dia adalah kepalsuan,
Tafsir Al-Wajiz
59. Katakanlah wahai Nabi: "Segala puji bagi Allah Yang telah menunjukkan jalan, juga Yang telah membinasakan orang-orang kafir durhaka dari umat-umat yang kosong. Kesejahteraan atas hamba-hamba yang Allah pilih, yaitu para Nabi, mereka adalah manusia pilihan, sarta para pengikutnya. Apakah pengesaan, ketaatan kepada-Nya serta pahala dari Allah itu yang lebih baik? Ataukah kesyirikan orang musyrik atas Allah dengan menyembah berhala yang bahkan tidak mampu memberi manfaat maupun bencana? Kalimat Aaallah dibaca panjang, bentuk asli dari A-allah, yang bermakna: Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan atas Dia?"

Sumber tafsir dari tafsirweb.com