Surah Taha : Ayat 59
قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ ٱلزِّينَةِ وَأَن يُحْشَرَ ٱلنَّاسُ ضُحًى

"Berkata Musa: “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi musa tidak gentar menghadapi tantangan fir'aun. Dia berkata, 'kesepakatan yang menyangkut waktu untuk pertemuan kami dengan para penyihirmu itu ialah pada hari raya, di tempat kamu dan rakyatmu biasa berkumpul, dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari supaya mereka dapat menyaksikan sejak awal. '60. Kesepakatan untuk mengadu mukjizat musa dengan sihir para penyihir fir'aun terjalin. Maka fir'aun meninggalkan tempat pertemuan itu, lalu dengan segera dia mengatur tipu dayanya untuk mengalahkan nabi musa. Setelah waktu yang disepakati tiba, kemudian dia datang kembali bersama para penyihir dan orang-orang yang akan menyaksikan peristiwa tersebut.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 57-59 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang Fir'aun bahwa dia berkata kepada nabi Musa ketika menyaksikan tanda yang besar, yaitu ketika melemparkan tongkatnya, maka tongkat itu menjadi ular yang sangat besar; lalu nabi Musa memasukkan tangannya ke dalam ketiaknya, lalu dikeluarkan tangannya memancarkan sinar putih bukan karena penyakit. Fir'aun berkata,"Ini adalah sihir yang kamu buat untuk menyihir kami dan menguasai orang-orang agar mereka mengikutimu, lalu kamu melawan kami bersama mereka.. Sesungguhnya kami mempunyai ahli sihir seperti kamu, maka janganlah kamu merasa sombong dengan apa yang kamu miliki berupa ilmu sihir di tempat dan waktu yang ditentukan. Maka saat itu nabi Musa (menjawab) mereka (Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kalian itu ialah di hari raya) yaitu hari raya mereka dan hari libur mereka dari pekerjaan mereka, agar semua orang bisa menyaksikan kekuasaan Allah atas apa yang Dia kehendaki melalui mukjizat para nabi, dan kesia-siaan sihir karena keluar biasaan mukjizat nabi. Oleh karena itu nabi Musa berkata: (dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik) yaitu semua manusia dikumpulkan (di waktu dhuha) yaitu di pagi hari agar lebih jelas dan lebih terang. Demikian juga semua perkara para nabi, jelas dan terang, tidak ada yang tersembunyi. Oleh karena itu nabi Musa berkata tidak berkata malam hari, melainkan di pagi hari. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (di suatu tempat yang pertengahan letak(nya)) yaitu tempat datar di antara orang-orang, dan tidak ada penghalang dan mereka di tempat itu tidak saling menghalangi satu sama lain.
Tafsir As-Sa'di
59. Musa berkata, “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya,” hari perayaan mereka yang mereka sedang kosong tanpa pekerjaan dan menghentikan kesibukan-kesibukan mereka padanya “dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik,” maksudnya mereka semua dihimppun jadi satu di waktu dhuha. Musa memilh hari raya dan waktu pagi hari, karena banyaknya kerumunan orang dan penglihatan terhadap segala sesuatu sesuai dengan aslinya, yang tidak terpenuhi pada waktu lainnya.”
Tafsir Al-Wajiz
59. Musa berkata: “Janji pertemuan itu adalah pada hari raya yang masyhur yang mana kalian menghias diri saat itu.” Musa menentukan hari itu karena merupakan waktu senggang manusia dan merupakan waktu berkumpulnya mereka semua, dan agar mereka dikumpulkan di waktu dhuha, yaitu setelah terbit dan meningginya matahari, supaya bisa melihat dengan jelas dan mereka tidak meragukan mukjizat.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com