Surah Al-Kahfi : Ayat 59
وَتِلْكَ ٱلْقُرَىٰٓ أَهْلَكْنَٰهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا۟ وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِم مَّوْعِدًا

"Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka."

Tafsir Ringkas Kemenag
Demikianlah azab dan siksa yang Allah timpakan kepada umatumat terdahulu. Dan penduduk negeri itu, misalnya kaum 'ad dan kaum Å amud, telah kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. Apa yang telah terjadi pada kaum 'ad dan Å amud itu dapat pula terjadi bagi siapa pun yang durhaka apabila Allah mengdan ingatlah wahai nabi Muhammad, ketika nabi musa berkata kepada pembantunya yang juga muridnya, aku tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan terus sampai bertahun-tahun lamanya tanpa henti. Terdapat perbedaan pendapat tentang siapa yang dimaksud dengan pembantu atau murid nabi musa yang disebut dalam ayat ini. Menurut sebagian besar ulama, ia adalah seorang pemuda bernama yusya' bin nun, ia adalah salah seorang dari keturunan nabi yusuf. Ada juga yang berpendapat bahwa pemuda itu itu adalah kemenakan nabi musa, yakni anak saudara perempuannya. Demikian juga terdapat perbedaaan pendapat tentang apa yang dimaksud pertemuan dua laut pada ayat ini. Di antara pendapat itu mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua laut ialah laut merah dan laut putih, dan tempat pertemuan itu ialah danau at-timsah dan danau murrah, yang merupakan pertemuan antara teluk aqabah dan suez di laut merah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 57-59 Allah SWT berfirman bahwa hamba Allah manakah yang lebih aniaya. daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, lalu dia berpaling darinya, yaitu pura-pura melupakannya, berpaling darinya, tidak mau mendengar­kan dan mempedulikannya (dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangan-nya?) yaitu amal-amal yang buruk dan perbuatan-perbuatan yang jahat (Sesungguhnya Kami telah meletakkan di atas hati mereka) yaitu hati orang-orang itu (tutupan) penutup ((sehingga mereka tidak) memahaminya) yaitu agar mereka tidak memahami Al-Qur'an dan keterangan ini (dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka) yaitu penyumbat secara maknawi agar tidak bisa mende­ngar petunjuk (dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, nisca­ya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya) Firman Allah: (Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun lagi mempunyai rah­mat) yaitu Tuhanmu, wahai Muhammad adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi mempu­nyai rahmat yang luas (Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka) Sebagaimana Allah berfirman: (Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usa­hanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun) (Surah Fathir: 45) dan (Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesung­guhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksaNya) (Surah Ar- Ra'd: 6) Ayat-ayat tentang ini cukup banyak. Kemudian Allah memberitahukan bahwa DzatNya Maha Penyantun, Maha Menutupi, dan Maha Mengampuni. Barangkali Allah memberi petunjuk kepada sebagian mereka dari kesesatan menuju petunjuk. Dan barangsiapa yang terus dalam ke­kafirannya di antara mereka, maka baginya hari anak-anak beruban, dan setiap wanita yang mengandung melahirkan kandungannya dengan. Oleh karena itu Allah berfirman: (Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung darinya) yaitu, mereka tidak bisa menjumpai tempat melarikan diri. Firman Allah: (Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim) yaitu umat-umat terdahulu dan generasi-generasi yang telah lalu telah Kami binasakan karena kekafiran dan keingkaran mereka (dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka) yaitu Kami menetapkan waktu tertentu yang tidak ditambah dan dikurangi. yaitu, demikian pula kalian, wahai orang-orang musyrik, waspadalah, kalian pasti akan ditimpa azab yang telah menimpa mereka. Sungguh kalian telah mendustakan rasul yang paling mulia dan nabi yang paling agung, dan kalian tidak lebih kuat daripada mereka bagi Kami; maka takut­lah kepada azab dan peringatan-peringatanKu.
Tafsir As-Sa'di
59. Ini merupakan ketetapan Allah pada orang-orang terdahulu dan yang akan datang, yaitu tidak menyegerakan penjatuhan hukuman atas mereka. Bahkan Dia mengundang mereka untuk bertaubat dan kembali (kepadaNya). Bila mereka mau bertaubat dan kembali, niscaya Allah mengampuni dan mengasihi mereka, namun kalau mereka tidak (bertaubat dan kembali) dan mereka terus melangsungkan kezhaliman dan penentangan mereka, dan waktu yang sudah ditetapkan bagi mereka sudah datang, niscaya Allah menurunkan siksaanNYa pada mereka. Oleh sebab itu, Allah berfirman “Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim,” maksudnya disebabkan tindakan kezhaliman mereka, bukan disebabkan kezhaliman Kami “dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka,” yaitu waktu yang sudah ditentukan, mereka tidak mendahului atau mundur darinya.
Tafsir Al-Wajiz
59. Penduduk adanya negeri ‘Ad dan Tsamud telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim atas diri mereka sendiri dengan kekufuran dan dusta kepada rasul mereka. Kami telah tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com