Surah Yunus : Ayat 59
قُلْ أَرَءَيْتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَامًا وَحَلَٰلًا قُلْ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى ٱللَّهِ تَفْتَرُونَ

"Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal”. Katakanlah: “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?”"

Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini menjelaskan kecaman terhadap orang musyrik yang ingkar kepada karunia Allah. Katakanlah wahai nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik, terangkanlah kepadaku tentang rezeki, berupa hewan, tumbuhan, tambang, dan aneka hasil bumi yang diturunkan, yakni diberikan, Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram atas kamu dan ada yang kamu haramkan khusus untuk para perempuan (lihat: surah al-an'a'm/6: 139), dan sebagiannya kamu hukumi halal tanpa penjelasan dari Allah sebagaimana tertera di dalam Al-Qur'an. Katakanlah, wahai nabi Muhammad apakah Allah telah memberikan izin kepadamu tentang ini ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah' Allah sudah menegaskan apa-apa yang halal dan yang haram dan manusia tinggal menjalankan ketentuan tersebut. Ayat ini masih berisi kecaman terhadap orang-orang musyrik. Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, yakni orang-orang kafir, tentang perlakuan Allah kepada mereka pada hari kiamat' apakah mereka menduga Allah akan mengampuni dosa dan tidak menyiksa mereka' sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan kepada manusia, antara lain memberi kesempatan bertobat kepada pelaku maksiat, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur, mengingkari kerasulan nabi Muhammad, banyak berbuat maksiat, dan enggan bertobat sampai akhir hayat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 59-60 Ibnu Abbas. Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, Abdurrahman ibnu Zaid bin Aslam, dan lainnya berkata,”ayat ini diturunkan sebagai pengingkaran perbuatan orang-orang musyrik yang menghalalkan dan mengharamkan sesuatu berupa bahirah, saibah, dan washilah. sebagaimana firmanNya: (Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah) (Surah Al-An'am: 136) Allah SWT mengingkari orang yang mengharamkan apa yang Dia halalkan atau menghalalkan apa yang Dia haramkan, hanya berdasarkan pendapat dan hawa nafsu tanpa sandaran dan dalil atas hal itu. Kemudian Allah SWT mengancam mereka atas perbuatannya itu pada hari kiamat. Lalu Allah SWT berfirman: (Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat?) yaitu apa yang mereka sangkakan akan dilakukan terhadap mereka pada hari mereka dikembalikan kepada Kami pada hari kiamat? Firman Allah: (Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia) Ibnu Jarir berkata bahwa membiarkan mereka di dunia tanpa menyegerakan siksaan kepada mereka. Saya berkata, bisa juga dijelaskan bahwa maknanya adalah Dzat mempunyai karunia atas manusia, yang membolehkan bagi mereka sesuatu yang bermanfaat di dunia, dan Dia tidak mengharamkan atas mereka kecuali sesuatu yang memberikan mudharat kepada duna dan agama mereka (tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)) bahkan mereka mengharamkan nikmat Allah yang Dia berikan kepada mereka, dan mempersempit diri sendiri, lalu mereka menjadikan halal sebagian dan mengharamkan sebagian lainnya. Ini telah dilakukan orang-orang musyrik dalam hukum yang mereka tetapkan atas diri mereka, dan ahli kitab dalam hal yang mereka buat-buat untuk agama mereka.
Tafsir As-Sa'di
59. Allah berfirman mengingkari orang-orang musyrikin yang melakukan bid’ah dengan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah, “Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu’.” Yakni bermacam-macam hewan yang dihalalkan yang Allah jadikan sebagai rizki dan karunia bagi mereka, katakanlah kepada mereka dengan mencela pendapat yang rusak tersebut, “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah? Sebagaimana diketahui bahwa Allah tidak mengizinkan mereka, maka diketahuilah bahwa mereka telah melakukan kebohongan.
Tafsir Al-Wajiz
59 Katakanlah wahai Nabi kepada orang musyrik: “Jelaskanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sisanya halal” (Sebagaimana disebutkan dalam surat Al an’am ayat 138, 139 dan 144)”. Katakanlah: “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu tentang ini atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com