Surah Al-Isra : Ayat 58
وَإِن مِّن قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْكِتَٰبِ مَسْطُورًا

"Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidak ada suatu negeri pun yang durhaka penduduknya karena kekufuran atau kejahatan perbuatannya, melainkan kami membinasakannya sebelum hari kiamat dengan kematian atau kami siksa penduduknya dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu, yakni kebinasaan dan siksa yang menimpa mereka, telah tertulis di dalam kitab lauh mahfudh. Orang-orang kafir mekah berkata bahwa nabi-nabi dahulu dapat melakukan perbuatan yang luar biasa, seperti mengarahkan angin menurut kehendaknya atau menghidupkan orang mati, lalu mereka meminta kepada nabi Muhammad agar menunjukkan bukti kenabiannya dengan mengubah bukit safa menjadi emas, maka turunlah wahyu Allah, dan tidak ada yang menghalangi kami untuk mengirimkankepadamu tanda-tanda kekuasaan kami yang dapat dilihat, melainkan karena tandatanda itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan di antara tanda-tanda yang telah kami berikan kepada umat terdahulu yaitu tanda-tanda yang kami berikan kepada kaum Å amud, kaumnya nabi saleh, berupa unta betina sebagai mukjizat yang dapat dilihat, sebagaimana yang diusulkan oleh mereka, tetapi mereka menganiaya unta betina itu dengan membunuhnya. Dan kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti agar mereka beriman. Akan tetapi mereka tidak mau beriman, walaupun telah kami tunjukkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan kami yang bersifat indrawi yang mereka minta. Jika kami menunjukkan tanda-tanda itu kepadamu niscaya kamu akan mendustakan pula, dan dengan demikian akan berlaku pula ketentuan kami menghancurkan penduduk negeri yang durhaka sebagaimana berlaku kepada kaum sebelum kamu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ini adalah pemberitahuan dari Allah SWT bahwa Dia memutuskan dan menentukan apa yang ada di sisiNya yang ada di dalam Lauhul Mahfudz, bahwa tidak ada seorang penduduk suatu daerah melainkan Allah membinasakannya dengan memati­kan semua penduduknya atau mengazab mereka (dengan azab yang sangat keras) Adakalanya dengan membunuh atau menimpakan cobaan sesuai kehendakNya. Sesungguhnya hal itu hanya terjadi karena dosa-dosa dan kesalahan mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman tentang umat-umat terdahulu: (Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) (Surah Hud: 101)
Tafsir As-Sa'di
58. Maksudnya, tidak ada suatu negeri pun yang mendustakan para utusan Allah melainkan pasti mereka akan ditimpa kebinasaan atau azab yang pedih sebelum Hari KIamat. Ini adalah ketetapan yang Allah gariskan dan pasti terjadi. Maka hendaklah orang-orang yang mendustakan itu segera kembali kepada Allah dan mengakui kebenaran para utusan Allah sebelum azab menimpa mereka dan ketetapan takdir terealisasikan.
Tafsir Al-Wajiz
58. Dan tidaklah penduduk suatu daerah (negeri) yang menzalimi diri sendiri dengan berbuat kufur dan maksiat kecuali mereka akan dihancurkan sebelum hari kiamat, baik dengan kematian atau azab yang sangat dahsyat yang akan menumbangkan mereka dengan membantai mereka atau yang lainnya. Pembinasaan dan azab itu sudah ditetapkan dan tertulis di Lauhil Mahfuz

Sumber tafsir dari tafsirweb.com