Surah Yunus : Ayat 58
قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

"Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Katakanlah wahai nabi Muhammad kepada manusia dengan karunia Allah berupa agama islam dan rahmat-Nya, yakni Al-Qur'an, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat Allah itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan berupa harta dan kemewahan duniawi. Ayat ini menjelaskan kecaman terhadap orang musyrik yang ingkar kepada karunia Allah. Katakanlah wahai nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik, terangkanlah kepadaku tentang rezeki, berupa hewan, tumbuhan, tambang, dan aneka hasil bumi yang diturunkan, yakni diberikan, Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram atas kamu dan ada yang kamu haramkan khusus untuk para perempuan (lihat: surah al-an'a'm/6: 139), dan sebagiannya kamu hukumi halal tanpa penjelasan dari Allah sebagaimana tertera di dalam Al-Qur'an. Katakanlah, wahai nabi Muhammad apakah Allah telah memberikan izin kepadamu tentang ini ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah' Allah sudah menegaskan apa-apa yang halal dan yang haram dan manusia tinggal menjalankan ketentuan tersebut.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 57-58 Allah SWT berfirman seraya menyebutkan karuniaNya atas makhlukNya, yaitu Al-Qur'an yang agung atas RasulNya yang mulia: (Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian) yaitu peringatan dari perbuatan keji (dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada) yaitu dari kebimbangan dan keraguan, yaitu melenyapkan kotoran dan najis yang ada dalam dada (dan petunjuk serta rahmat) Yaitu dengan hal itu, mendapatkan petunjuk dan rahmat dari Allah. Hal itu hanyalah untuk or­ang-orang mukmin dan orang-orang yang percaya serta meyakini apa yang terkandung di dalamnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian (82) (Surah Al-Isra’) Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira”) yaitu dengan petunjuk dan agama yang benar ini datang kepada mereka, hendaklah mereka bergembira, karena itu merupakan sesuatu yang lebih layak untuk mereka merasa gembira (Karunia dan rahmat Allah itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan) yaitu daripada peninggalan dunia dan perhiasan yang pasti lenyap.
Tafsir As-Sa'di
58. Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar berbahagia dengan itu seraya berfirman, “Katakanlah, ‘Dengan Karunia Allah’.” Yaitu –Quran yang merupakan nikmat, karunia, pemberian, dan keutamaan terbesar yang Allah limpahkan kepada hamba-hambaNya. RahmatNya adalah agama, iman, ibadah kepada Allah, mencintaiNya, dan mengetahuiNya. “Hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik daripada sesuatu yang mereka kumpulkan,” dalam bentuk kenikmatan dunia dan kelezatannya. Nikmat agama yang berkaitan dengan kebahagiaan dunia dan akhirat tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dikumpulkan di dunia yang dalam waktu dekat akan lenyap dan menghilang. Allah memerintahkan berbahagia dengan karunia dan rahmatNya karena hal itu memang menyebabkan kebahagiaan, semangat, serta bersyukur kepada Allah dan menambah kekuatan serta keinginan kuat bagi jiwa untuk meraih ilmu dan iman dan meningkatkan keduanya, ini adalah kebahagiaan yang dipuji, Lain halnya berbahagia dengan syahwat, kenikmatan dunia atau berbahagia dengan kebatilan. Ini adalah tercela sebagaimana Firman Allah tentang ucapan kaum Qarun kepadanya. " "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri"."(Al-Qashash:76). Dan sebagaimana Firman Allah tentang orang-orang yang berbahagia dengan kebatilan yang mereka ikuti yang bertentangan dengan apa yang dibawa oleh para rasul, " Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu."(Al-Mu’min:83).
Tafsir Al-Wajiz
58 Katakanlah wahai Nabi: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, yaitu Islam dan Alquran, sehingga menjadi ahli Alquran dan pengikut Nabi supaya dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan di dunia”.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com