Surah Ar-Rum : Ayat 57
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ
"Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi."
Tafsir Ringkas Kemenag
Apabila hari kebangkitan itu datang maka pada hari itu tidak bermanfaat lagi permintaan maaf orang-orang yang zalim agar mereka terbebas dari balasan kezaliman mereka, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi dari dosa yang mereka lakukan meski mereka merengek kepada Allah agar diberi kesempatan sekali lagi (lihat pula: f''ir/35: 37). 58-59. Beralih dari pemaparan mengenai bukti keesaan-Nya dan kebenaran risalah nabi Muhammad, pada ayat ini Allah menjelaskan sikap orang kafir. Dan sesungguhnya telah kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Al-Qur'an ini perihal bukti keesaan-ku, keniscayaan hari kebangkitan, dan kebenaran risalah nabi Muhammad. Meski begitu, jika engkau membawa suatu ayat yang lain kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan tetap berkata, 'kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka. Apa yang engkau bawa adalah sihir semata. ' demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak mau memahami ayat Al-Qur'an yang dengan sangat jelas membuktikan keesaan-Nya dan keniscayaan hari kebangkitan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 55-57 Allah SWT memberitahukan tentang kebodohan orang-orang kafir di dunia dan akhirat. Di dunia mereka melakukan perbuatan yang mereka kerjakan berupa menyembah berhala-berhala. Sedangkan di akhirat mereka melakukan kebodohan yang besar juga. Di antaranya adalah sumpah mereka dengan nama Allah, bahwa mereka tidak tinggal di dunia melainkan hanya sebentar. Tujuan mereka dengan itu adalah agar hujjah tidak ditegakkan terhadap mereka, dan bahwa mereka tidak diberi masa tangguh untuk memberikan alasan kepada mereka. Allah SWT berfirman: (Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran) (55) Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir), "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari kebangkitan) yaitu, maka orang-orang mukmin dari kalangan ulamanya itu menjawab mereka di akhirat, sebagaimana mereka menegakkan hujjah Allah atas mereka ketika di dunia. Maka para ulama berkata kepada mereka saat mereka bersumpah bahwa mereka hanya tinggal sesaat: (Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah) yaitu dalam kitab catatan amal perbuatan (sampai hari kebangkitan) yaitu, dari hari kalian diciptakan sampai kalian dibangkitkan (akan tetapi kamu tidak mengetahui) Allah SWT berfirman: (Maka pada hari itu) yaitu hari kiamat (tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka) yaitu alasan mereka untuk membela apa yang mereka kerjakan (dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi) yaitu, mereka tidak bisa kembali ke dunia, sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya) (Surah Fushshilat: 24)
Tafsir As-Sa'di
57. “maka hari itu tidak bermanfaat lagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka,” maka jika mereka telah mendustakan dan mereka mengklaim bahwa hujjah (penjelasan dan dalil yang jelas) belum ditegakkan terhadap mereka, atau mereka belum sempat beriman, maka kedustaan mereka terungkap dengan kesaksian para ahli ilmu dan iman, dan kesaksian kulit tubuh, kedua tangan kedua kaki mereka. Dan sekalipun mereka meminta udzur dan mereka dikembalikan dan mereka (berjanji) tidak akan kembali kepada apa yang dilarang, maka mereka tidak akan diberi kesempatan. Karena waktu mengajukan udzur telah berlalu, maka permohonan udzur mereka ditolak, “dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.” Maksudnya, permintaan kerelaan dan permohonan udzur dari mereka dihilangkan.
Tafsir Al-Wajiz
57. Pada hari kiamat itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang yang menzalimi diri mereka dengan berbuat kufur, permintaan uzur atas pengingkaran mereka terhadap hari kiamat. Dan tidak diharapkan dari mereka itu jalan kembali menuju hal yang diridhai Allah SWT berupa iman dan taubat