Surah Maryam : Ayat 55
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرْضِيًّا

"Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dengan kerasulan itu nabi ismail mengajak kaumnya mematuhi Allah dan dia selalu menyuruh keluarganya untuk melaksanakan salat sebagai ibadah dan ungkapan syukur kepada-Nya dan menunaikan zakat kepada mereka yang berhak mendapatkannya. Dengan ketulusan dan keteguhannya memegang janji, dia menjadi salah seorang yang diridai di sisi tuhannya. 56. Kisah nabi ismail disusul dengan kisah nabi idris. Wahai nabi Muhammad, dan ceritakanlah kepada umatmu kisah idris seperti yang diwahyukan kepadamu di dalam kitab Al-Qur'an. Jelaskanlah bahwa sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai dan melaksanakan kebenaran dalam kehidupannya. Kami memberinya anugerah dan menetapkannya sebagai seorang nabi yang memiliki kedudukan tinggi, .
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 54-55 Ini adalah pujian Allah kepada nabi Ismail bin Ibrahim. dia adalah bapak semua orang Arab Hijaz, bahwa dia adalah seorang yang benar janjinya. Firman Allah: (dan dia adalah seorang rasul dan nabi) Hal ini menunjukkan kemuliaan yang nabi Ismail atas saudaranya nabi Ishaq, karena nabi Ishaq hanya diberi sifat sebagai nabi saja, dan nabi Ismail disifati sebagai nabi dan rasul. Firman Allah: (Dan ia menyuruh ahlinya untuk salat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya (55)) Ini juga merupakan pujian yang baik, sifat yang terpuji, dan budi pekerti yang benar, dimana dia adalah orang yang sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Tuhannya dan memerintahkan kepada keluarganya dalam hal itu. Sebagaimana Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW: (Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa (132)) (Surah Thaha)
Tafsir As-Sa'di
55. “Dan dia menyuruh keluarganya untuk melaksanakan shalat dan menunaikan zakat,” maksudnya Ismail melaksanakan perintah Allah pada keluarganya. Dia menyuruh keluarganya melaksanakan shalat yang memuat unsur keikhlasan kepada Dzat yang diibadahi, dan menyuruh keluarganya mengeluarkan zakat yang mengandung perbuatan baik kepada sesama manusia. Jadi, dia telah menyempurnakan dirinya dan menyempurnakan orang lain. Terutama orang terdekatnya yaitu keluarga. Karena merekalah orang yang paling berhak untuk menerima dakwahnya dibandingkan dengan yang lain. “Dan dia adalah orang yang diridhai di sisi Rabbnya.” Ini disebabkan oleh ketaatannya dan kesungguhannya dalam perkara-perkara yang diridhai Allah. Maka, Allah meridhainya dan memasukannya ke dalam deretan hambaNya yang paling unggul dan waliNYa yang dekat dengan Allah. Allah meridhainya, dan dia pun ridha kepada Rabbnya.
Tafsir Al-Wajiz
55. Ia memerintahkan keluarganya untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat kepada yang berhak, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya. Sebab keistiqamahan perkataan dan perbuatannya. Adapun orang yang diridhoi Allah adalah orang yang beruntung dalam setiap ketaatan dengan derajat yang tinggi

Sumber tafsir dari tafsirweb.com