Surah An-Nisa : Ayat 54
أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
"ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ataukah mereka dengki kepada manusia, yakni nabi Muhammad dan kaum muslim, karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Sungguh, kami telah memberikan kitab seperti taurat, zabur, dan injil, dan hikmah kepada keluarga ibrahim, dan kami telah memberikan kepada mereka yakni keluarga ibrahim kerajaan atau kekuasaan yang besarmaka di antara mereka yang diberi ilmu itu ada yang beriman kepadanya, yakni nabi Muhammad dan risalahnya serta mengamalkan syariatnya, dan ada pula yang menolak ajarannya serta menghalangi orang lain beriman kepadanya. Cukuplah bagi mereka yang menolak dan menghalangi itu kelak pada hari kemudian neraka jahanam yang menyalanyala apinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 53-55 Allah SWT berfirman, (Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan)?) Ini adalah istifham inkari (pertanyaan untuk menyangkal) yaitu tidak ada bagian bagi mereka berupa kekuasaan, kemudian Dia menggambarkan mereka dengan kebakhilan, lalu Allah berfirman, (kalaupun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia) yaitu karena mereka sekalipun memiliki bagian dalam kekuasaan dan hak untuk mengatur pada sesuatu yang diberikan kepada salah satu dari mereka, terutama kepada nabi Muhammad SAW, dan tidak pula sesuatu yang mengisi “An-Naqir” yaitu titik yang ada dalam biji kurma menurut pendapat Ibnu Abbas dan mayoritas ulama’. Ayat ini sebagaimana dengan firmanNya, (Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya") (Surah Al-Isra’: 100) yaitu takut bahwa apa yang kalian miliki akan habis, sekalipun kehilangannya itu tidak tampak, dan itu hilang akibat ketamakan dan kekikiran kalian. Oleh karena itu, Allah berfirman (Dan adalah manusia itu sangat kikir) (Al-Isra: 100) yaitu bakhil. Kemudian Allah berfirman (ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya?) yaitu kedengkian mereka terhadap Nabi SAW atas apa yang diberikan oleh Allah berupa kenabian yang agung, dan keengganan mereka untuk membenarkan beliau karena kedengkian mereka, karena beliau berasal dari bangsa Arab dan bukan berasal dari Bani Israil. Mujahid berkata, (Maka di antara mereka, ada orang-orang yang beriman kepadanya) yaitu kepada nabi Muhammad SAW (dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya) Maka, orang-orang kafir di antara mereka adalah yang paling keras dalam mendustakanmu dan yang paling jauh dari petunjuk dan kebenaran yang nyata yang kamu bawa kepada mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman seraya mengancam mereka (Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya) yaitu cukuplah neraka sebagai balasan atas kekafiran, pembangkangan, dan pertentangan mereka terhadap kitab-kitab dan rasul-rasul Allah.
Tafsir As-Sa'di
54. “Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang telah Allah berikan kepadanya?” maksudnya, apakah pendorong bagi perkataan mereka itu adalah posisi mereka sebagai sekutu bagi Allah lalu mereka mendahulukan orang-orang yang mereka kehendaki?! Ataukah pendorong bagi mereka dalam hal itu adalah kedengkian terhadap Rasulullah dan kaum Mukminin atas apa yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya? Dan yang demikian itu bukanlah suatu hal yang asing dan aneh lagi atas karunia dari Allah, “sesungguhnya Kami telah memberikan KItab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar,” yaitu karunia yang telah Allah berikan kepada Ibrahim dan anak cucunya berupa kenabian dan kitab serta kerajaan yang diberikan kepada seorang nabi dari nabi-nabiNya seperti Dawud dan Sulaiman, dan pemberian nikmat olehNya masih terus berlangsung atas hamba-hambaNya yang beriman, lalu bagaimana mungkin mereka mengingkari pemberian nikmat olehNya masih terus berlangsung atas hamba-hambaNya yang beriman, lalu bagaimana mungkin mereka mengingkari pemberian nikmat olehNya berupa kenabian dan pembelaan serta kerajaan bagi Muhammad sebagai makhluk yang paling utama, paling mulia, dan paling mengetahui tentang Allah dan paling takut kepadaNya?!
Tafsir Al-Wajiz
54. “Am” disini berfaedah sesuai dalam babnya, ketika tidak didahului istifham seperti pada ayat sebelumnya dan maknanya adalah ataukah orang-orang Yahudi itu dengki kepada nabi SAW dan para sahabatnya atas kenabian dan kemenangannya. Sungguh telah kami berikan Taurat, pengetahuan tentang rahasia syariat, dan kenabian untuk keluarga Ibrahim seperti Dawud AS dan Sulaiman AS. Kami juga telah memberi kekuasaan yang agung seperti kekuasaan Yusuf di Mesir, begitu juga Dawud dan Sulaiman di Syam. Maksudnya, kenapa mereka hanya dengki kepada Nabi, dan tidak dengki terhadap keluarga Ibrahim, yaitu Dawud dan Sulaiman, bahwa keduanya diberi kenabian, kitab dan kekuasaan yang agung?! Ayat ini turun ketika orang-orang Yahudi berkata kepada orang-orang kafir Arab: “Lihatlah orang yang berkata bahwa dia diutus untuk rendah hati, tidak mengisi perutnya dengan makanan, tidak memberikan perhatian kecuali hanya kepada para wanita dan hal lain semacamya ini” Lalu turunlah ayat ini