Surah Ar-Rum : Ayat 54
۞ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ

"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini menjelaskan bahwa manusia itu saat masih bayi berada dalam kondisi lemah, bahkan sebelum itu mereka dalam ketiadaan. Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, yakni pada masa bayi. Kemudian dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat dan berdaya, yakni pada masa dewasa, sehingga kamu dapat melakukan banyak hal, kemudian dia menjadikan kamu setelah kuat dan berdaya itu lemah kembali dan beruban, yakni masa tua. Demikianlah, dia akan terus menciptakan apa yang dia kehendaki, antara lain menciptakanmu dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. Dan dia maha mengetahui atas segala pengaturan ciptaan-Nya, mahakuasa atas segala sesuatu yang dia kehendaki, termasuk membangkitkanmu kembali dari kematian. 55. Pada hari kebangkitan orang yang dahulu banyak berbuat dosa bersumpah dengan sungguh-sungguh, meski sejatinya hanya sumpah palsu. Dan pada hari ketika terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah dengan penuh kesungguhan bahwa mereka berdiam dalam kubur hanya sesaat saja. Begitulah dahulu ketika di dunia mereka dipalingkan dari kebenaran karena kebiasaan mereka berbohong.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT mengingatkan tentang perubahan manusia dalam fase-fase penciptaannya dari suatu keadaan kepada keadaan lain. Asal manusia itu dari tanah liat, kemudian dari air mani, kemudian menjadi darah yang menempel, kemudian menjadi segumpal daging, kemudian menjadi tulang, kemudian dilapisi dengan daging, lalu ditiupkan ruh ke dalamnya. Setelah itu dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan lemah, kecil, dan tidak memiliki kekuatan. Kemudian menjadi besar sedikit demi sedikit sampai dia menjadi anak. Kemudian berusia baligh dan menjadi pemuda. Inilah yang dimaksud dengan kekuatan setelah lemah. Kemudian mulai berkurang dan menua, lalu menjadi manusia yang tua dan pikun. dan inilah yang dimaksud keadaan lemah sesudah kuat. Lalu mulai lemah keinginan, gerakan, dan kekuatan; rambutnya putih beruban, sifat-sifat yang tampak dan batinnya juga berubah. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya) yaitu Dia berbuat sesuai dengan apa yang Dia kehendaki dan mengatur hamba-hambaNya sesuai dengan apa yang Dia kehendaki (dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa)
Tafsir As-Sa'di
54. Allah menginformasikan tentang keluasan ilmuNya, keagungan kekuasaanNya, dan kesempurnaan hikmahNya, dan bahwa sesungguhnya Dia telah memulai penciptaan manusia dari keadaan lemah, yaitu fase-fase pertama dari penciptannya dari sperma menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging hingga menjadi hewan hidup di dalam Rahim, lalu hingga dilahirkan sedangkan dia berada pada usia anak-anak. Dan dia pada saat itu berada dalam puncak kelemahan, tidak memilki kekuatan dan kemampuan. Kemudian Allah terus menambahnya makin kuat sedikit demi sedikit hingga mencapai usia remaja dan kekuatannya pun menjadi sempurna, kekuatan lahir dan batinnya menjadi sempurna pula. Kemudian dia berpindah dari fase ini dan kembali kepada kelemahan, masa beruban dan tua renta. “Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya,” sesuai hikmahNya. Dan diantara hikmahNya adalah Dia memperlihatkan kepada manusia kelemahannnya, dan sesunguhnya kekuatannya diliputi dengan dua kelemahan, dan bahwa sesungguhnya dia tidak memilki dari dirinya kecuali kekurangan. Kalau saja bukan karena Allah menjadikannya kuat, tentu dia tidak akan pernah mencapai pada suatu kekuatan dan kemampuan. Dan kalau seandainya kekuatannya terus bertambah, niscaya dia congkak, sombong dan melampaui batas. Dan hendaknya manusia mengetahui kesempurnaan kekuasaan Allah yang terus-menerus bertambah, dengannya Dia menciptakan segala sesuatu dan dengannya Dia mengatur segala urusan. kekuatanNya tidak pernah ditimpa ketidakberdayaan, kelemahan ataupun kekurangan dari segala sisinya.
Tafsir Al-Wajiz
54. Allah adalah Dzat yang menjadikan kalian orang-orang lemah (dan berfirman: “Dari kelemahan, sehingga kelemahan itu menjadi dasar penciptaan kalian”). Karena kelemahan itu adalah awal mula penciptaan(mu) dari sperma kemudian menjadikan(mu) sebagai remaja yang kuat setelah lemahnya masa kanak-kanak, lalu menjadikanmu orang tua yang lemah dan beruban setelah kuat. Allah menciptakan sesuatu yang dikehendaki berupa kelemahan, kekuatan, masa muda dan masa tua. Dialah Dzat yang Maha Mengetahui makhluknya dan Maha Kuasa atas sesuatu yang dikehendaki

Sumber tafsir dari tafsirweb.com