Surah Al-Hijr : Ayat 54
قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِى عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِىَ ٱلْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ

"Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”"

Tafsir Ringkas Kemenag
Heran dengan berita itu, dia (ibrahim) berkata, wahai tamuku, benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku dengan kelahiran seorang anak yang telah lama aku impikan, padahal usiaku telah lanjut dan kekuatanku pun sudah melemah' rasanya tidak mungkin lagi bagiku untuk mendapatkan anak seperti yang kamu katakan. Lalu, bagaimana kamu memberi kabar gembira tersebut; yakni bagaimana hal itu dapat terwujud' (lihat: surah hud/11: 72)mereka menjawab untuk meyakinkan ibrahim, kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar. Apa yang kami sampaikan kepadamu adalah hal yang benar adanya, dan itu akan menjadi suatu kenyataan bagimu. Maka, janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa dari nikmat dan karunia Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 51-56 Allah SWT berfirman wahai Muhammad beritakanlah kepada mereka tentang kisah: (tamu-tamu Ibrahim) Kata “Ash-dhaifu” dipakai untuk bentuk tunggal dan bentuk jamak, seperti kata “Az-zuur” dan “As-safru”, dan bagaimana (masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salam.”Berkata Ibrahim, "Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian”) yaitu mereka takut. Disebutkan bahwa rasa takutnya muncul pada diri mereka ketika dia melihat tangan mereka tidak mau pada sesuatu yang ada disediakan kepada mereka berupa jamuan, yaitu anak sapi gemuk yang dipanggang (Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut”) yaitu janganlah takut (Lalu mereka menyampaikan berita gembira kepada Ibrahim bahwa dia akan mendapat seorang anak yang alim) (Surah Adz-Dzariyat: 28) yaitu nabi Ishaq, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Hud. Kemudian nabi Ibrahim (berkata) dengan heran, karena usia lanjutnya, dan usia lanjut istrinya, dan dengan diwujudkannya janji itu: (Apakah kalian memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlak­sananya) berita gembira yang kalian kabarkan ini?) Lalu mereka menjawabnya seraya menegaskan kepastian dari kejadian berita gembira itu setelah berita gembira itu disampaikan: (Mereka menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepada­mu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa” (55)) Sebagian ulama membacanya “Al-Qanithin” Lalu nabi Ibrahim menjawab mereka, bahwa sesungguhnya dia tidak berputus asa, tetapi berharap kepada Allah terhadap anak, meskipun usianya telah lanjut, begitu juga istrinya. Sesungguhnya nabi Ibrahim mengetahui kekuasaan dan rahmat Allah yang lebih besar dari hal itu.
Tafsir As-Sa'di
54. “Ibrahim berkata” maksudnya Ibrahim berkata kepada mereka dengan nada keheranan atas berita menggembirakan ini, ”apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku” dengan kelahiran seorang anak “padahal usiaku telah lanjut”, ada unsur perasaan dari beliau “maka dengan bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira padahal faktor sebab kausalitas sudah tidak ada?"
Tafsir Al-Wajiz
54. Ibrahim berkata: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku bahwa aku akan memiliki anak padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah berita gembira yang kamu kabarkan ini bisa terlaksana?” ini adalah kalimat tanya yang berdasar pada kebiasaan yang terjadi bukan keraguan atas kuasa Allah

Sumber tafsir dari tafsirweb.com