Surah Al-Anfal : Ayat 53
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Tafsir Ringkas Kemenag
Turunnya azab atas orang-orang kafir merupakan bukti keadilan Allah, sebab yang demikian itu, yakni turunnya azab, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang tampak pada penglihatan dan bisa dirasakan langsung, seperti rasa aman, kemakmuran, kesuburan, dan lain-lain, yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri menyangkut perubahan sikap mental dan perilaku, seperti dari peduli menjadi tidak peduli, adil menjadi tidak adil, berani berkorban menjadi serakah, dan lain-lain. Sungguh, Allah maha mendengar lagi maha mengetahukeadaan mereka serupa dengan keadaan pengikut fir'aun terhadap nabi musa dan orang-orang yang sebelum mereka, seperti kaum nabi nuh, kaum 'ad, kaum samud, kaum sodom, dan lain-lain. Mereka men-dustakan ayat-ayat tuhannya melalui sikap dan perilakunya, maka kami menurunkan azab yang membinasakan mereka dengan bentuk yang bermacam-macam (lihat : surah al-'ankabut/29: 40), disebabkan oleh dosa-dosanya. Dosa-dosa yang mereka lakukan bukan sematamata terkait dengan akidah atau keyakinan, akan tetapi kejahatan sosial yang dapat mengancam kehidupan kemanusiaan secara umum, seperti membudayanya kejahatan ekonomi (madyan, kaum nabi syuaib), penyimpangan seksual (sodom, kaum nabi lut), dan lain-lain, dan karena itulah kami juga menenggelamkan fir'aun dan pengikut-pengikutnya; sebab mereka adalah orang-orang yang zalim yaitu dengan menjadikan kekuasaannya sebagai alat untuk menindas orangorang lemah dan bahkan memperbudak mereka. Perilaku fir'aun ini esensinya sama dengan perilaku umat-umat terdahulu. Inilah hukum Allah (sunatullah) yang bersifat pasti dan universal dalam perjalanan kehidupan manusia sepanjang masa, bahwa siapa pun yang memiliki sifat dan perilaku yang sama dengan mereka pasti akan mendapat hukuman atau azab dari Allah dengan bentuknya yang berbeda-beda, tanpa memandang kebenaran akidahnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 53-54 Allah SWT memberitahukan tentang kesmpurnaan keadilanNya dan kebijaksanaan hukumNya bahwa Dia tidak akan mengubah nikmat yang telah Dia berikan kepada seseorang kecuali disebabkan dosa yang dia kerjakan, sebagaiman firman Allah SWT: (Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia) (Surah Ar-Ra'd: 11). Firman Allah SWT: (serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya) yaitu seperti perbuatan Fir'aun dan para pengikutnya serta orang-orang yang serupa dengan mereka, ketika mereka mendustakan ayat-ayat Allah, maka Dia membinasakan mereka karena dosa-dosa mereka, dan mencabut nikmat yang Dia berikan kepada mereka berupa taman-taman, mata air, tanaman-tanaman, harta, kedudukan yang mulia, dan nikmat yang mereka nikmati. Allah sekali-kali tidak berbuat zalim terhadap mereka dalam hal itu, melainkan mereka menzalimi diri mereka sendiri.
Tafsir As-Sa'di
53. “Yang demikian (siksaan) itu.” Yakni siksa yang Allah timpakan kepada umat-umat yang mendustakan dan melenyapkan nikmat yang mereka rasakan adalah disebabkan oleh dosa-dosa mereka dan pengubahan terhadap apa yang ada pada diri mereka sendiri, karena “sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada suatu kaum”, dari nikmat agama dan dunia, tetapi Dia membiarkannya dan akan menambahnya jika mereka mensyukurinya, “hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”, dari ketaatan kepada kemaksiatan, kemudian mereka mengkufuri nikmat Allah, menggantinya dengan kekufuran, maka Dia pun menariknya kembali dan merubahnya sebagaimana mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan dalam semua itu Allah memiliki hikmah, keadilan, dan kebaikan kepada hamba-hambaNya, yang mana Allah tidak menyiksa mereka kecuali karena kezhaliman mereka dan Allah menarik hati para waliNya agar selalu ingat kepadaNya dengan melihat azab yang menimpa hamba-hambaNya yang menyelisihi perintahNya. “Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”, mendengar semua yang diucapkan orang yang berucap,baik yang dikeraskan maupun yang dirahasiakan. Dan Allah mengetahui apa yang disimpan oleh hati dan dipendam dalam dada, maka Dia memberlakukan takdir kepada hamba-hambaNya sesuai dengan ilmu dan kehendakNya.
Tafsir Al-Wajiz
53 Siksaan untuk orang-orang kafir itu disebabkan bahwa sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum dengan murka. Atau mengubah nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada suatu kaum hingga mereka menggantinya dengan kekufuran sehingga mereka ingkar dengan nikmat Allah, kemudian meninggalkan perintah dan larangan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar atas setiap perkataan lagi Maha Mengetahui atas segala perbuatan dan maksud hati

Sumber tafsir dari tafsirweb.com