Surah Ar-Rum : Ayat 53
وَمَآ أَنتَ بِهَٰدِ ٱلْعُمْىِ عَن ضَلَٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ

"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan begitupun engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta mata hatinya dari kesesatannya karena hidayah yang disertai taufik itu hanya milik Allah. Karena itu, wahai nabi Muhammad, engkau tidak dapat memperdengarkan petunjuk tuhan kepada mereka, kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat kami, maka mereka itulah orang-orang yang senantiasa berserah diri dengan senantiasa tunduk dan patuh pada perintah dan larangan kami. 54. Ayat ini menjelaskan bahwa manusia itu saat masih bayi berada dalam kondisi lemah, bahkan sebelum itu mereka dalam ketiadaan. Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, yakni pada masa bayi. Kemudian dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat dan berdaya, yakni pada masa dewasa, sehingga kamu dapat melakukan banyak hal, kemudian dia menjadikan kamu setelah kuat dan berdaya itu lemah kembali dan beruban, yakni masa tua. Demikianlah, dia akan terus menciptakan apa yang dia kehendaki, antara lain menciptakanmu dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. Dan dia maha mengetahui atas segala pengaturan ciptaan-Nya, mahakuasa atas segala sesuatu yang dia kehendaki, termasuk membangkitkanmu kembali dari kematian.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 52-53 Allah SWT berfirman bahwa sesungguhnya kamu tidak akan sanggup membuat orang-orang yang telah mati di dalam kubur mereka dapat mendengar, dan kamu tidak akan dapat menyampaikan ucapanmu kepada orang tuli yang tidak mau mendengar seruanmu, sedangkan mereka berpaling darimu. Demikian juga kamu tidak sanggup memberi petunjuk kepada orang yang buta dari kebenaran, lalu menyadarkan mereka dari kesesatan mereka, melainkan hal itu dikembalikan kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah SWT dengan kekuasaanNya dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar suara orang-orang yang hidup, jika Dia menghendaki. Dan Dia bisa memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki. Tidak ada seorangpun yang dapat melakukan hal itu selain Allah. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri) yaitu orang-orang yang patuh, tunduk, dan taat. Mereka itu adalah orang-orang yang mendengarkan kebenaran, lalu mengikutinya. Inilah keadaan orang-orang mukmin. Bagian yang pertama adalah perumpamaan orang-orang kafir. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nyalah mereka dikembalikan (36)) (Surah Al-An'am)
Tafsir As-Sa'di
53 “dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta dari kesesatannya,” karena mereka tidak menerima pencerahan disebabkan kebutaan mereka. Jadi tidak ada celah untuk menerima petunjuk itu, ”dan kamu tidak dapat memperdengarkan melainkan kepada orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri.” Merekalah orang-orang yang mana (tindakan) memperdengarkan petunjuk itu berguna bagi mereka, yaitu orang-orang yang beriman dengan hati mereka kepada ayat-ayat kami, yang tunduk kepada perintah-perintah kami, yang berserah diri kepada kami. Sebab, pada mereka terdapat potensi yang kuat untuk menerima nasihat dan arahan; yaitu kesiapan mereka untuk beriman kepada setiap ayat dari ayat-ayat Allah, dan kesiapan mereka untuk melaksanakan apa yang mampu mereka lakukan berupa perintah-perintah Allah dan larangan-laranganNya.
Tafsir Al-Wajiz
53. Kamu juga bukan pemberi petunjuk orang buta dan pencegah mereka dari kesesatan. Mereka disebut buta karena mereka kehilangan tujuan hakiki dari penglihatan. Kamu tidak bisa menjadikan orang untuk menyimak dan menerima ayat-ayat Al-Qur’an Kami kecuali orang-orang mukmin. Mereka adalah orang yang patuh dan tunduk kepada perintah Kami.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com