Surah Al-Qasas : Ayat 53
وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّنَآ إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلِهِۦ مُسْلِمِينَ

"Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Karena itu mereka menerimanya dengan tulus, dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, dengan bergegas tanpa banyak berpikir mereka berkata, 'kami telah beriman kepadanya, karena sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah suatu kebenaran yang sempurna dari tuhan pemelihara kami. Dan kami telah mengetahui Muhammad dan kitab sucinya sebelum kitab itu diturunkan. Sungguh, sebelumnya kami adalah orang muslim yang tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah. '54. Orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an dan apa yang diturunkan sebelumnya mereka itu yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannya di sisi Allah akan diberi pahala dua kali, yakni berlipat ganda, karena beriman kepada taurat dan Al-Qur'an, disebabkan kesabaran mereka atas penderitaan yang mereka terima demi mempertahankan keimanan dan mengutamakan amal saleh. Dan di antara sifat-sifat mereka adalah mereka menolak kejahatan dengan memberi maaf, bahkan membalasnya dengan amal kebaikan, dan mereka juga adalah para dermawan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah kami berikan kepada mereka di jalan kebaikan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 52-55 Allah SWT memberitahukan tentang para ulama dan para wali dari kalangan Ahli Kitab, bahwa mereka beriman kepada Al-Qur’an, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya) (Surah Al-Baqarah: 121) dan (Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah hati kepada Allah) (Surah Ali Imran: 199) Yaitu, sebelum Al-Qur'an ini kami adalah orang-orang muslim, yakni orang-orang yang mengesakan Allah, ikhlas kepadaNya, dan memenuhi seruanNya, Allah SWT berfirman: (Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka) yaitu mereka yang disifati dengan sifat ini adalah orang-orang yang beriman kepada kitab terdahulu dan kitab yang selanjutnya. Oleh karena itu Allah berfirman: (disebabkan kesabaran mereka) yaitu dalam mengikuti kebenaran, sekalipun mengakui hal seperti itu merupakan sesuatu yang berat pada diri seseorang. Firman Allah SWT: (dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan) Mereka tidak membalas kejahatan dengan hal yang serupa, tetapi memaafkan dan melupakannya (dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan) yaitu sebagian dari rezeki halal yang mereka dapatkan mereka belanjakan kepada makhluk Allah, yaitu nafkah yang wajib, untuk keluarga mereka dan kerabat mereka, membayar zakat yang wajib dan yang dianjurkan berupa sedekah tathawwu’ dan sedekah nafilah dan kepada kerabat. Firman Allah SWT: (Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya) yaitu mereka tidak bergaul dan berteman dengan orang yang melakukannya, bahkan sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerja­kan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya) (Surah Al-Furqan: 72) (dan mereka berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”) yaitu apabila mereka dibodoh-bodohi dan dikata-katai dengan ucapan yang tidak layak bagi mereka, maka jawaban mereka adalah berpaling darinya, dan mereka tidak membalasnya dengan perlakuan yang serupa dari kata-kata yang buruk, dan tidak ada yang dikeluarkan oleh lisan mereka kecuali kata-kata yang baik. Oleh karena itu Allah SWT berfirman tentang mereka, bahwa sesungguhnya mereka berkata: (Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil) yaitu, kami tidak ingin menempuh jalannya orang-orang yang bodoh dan kami tidak menyukainya.
Tafsir As-Sa'di
53. “Dan apabila dibacakan (al-quran itu) kepada mereka,” mereka mendengarnya dengan baik dan tunduk, dan “mereka berkata, ‘Kami beriman kepadanya, sesungguhnya al-Quran itu adalah suatu kebenaran dari Rabb kami,” karena ia sejalan dengan apa yang diajarkan oleh para rasul, dan sesuai dengan apa yang dijelaskan di dalam kitab-kitab suci (samawi), dan karena ia mencakup berita-berita yang benar, perintah-perintah dan larangan-larangan yang sesuai dengan tujuan hikmah. Merekalah orang-orang yang kesaksiannya berguna dan perkataannya bermanfaat. Sebab mereka tidak mengatakan sesuatu yang mereka katakan melainkan berdasarkan ilmu dan pandangan yang benar, karena mereka adalah orang-orang yang ahli ( banyak pengalaman) dan ahli kitab-kitab (terdahulu), sedangkan, penolakan dan penentangan selain mereka terhadap kebenaran tidak menunjukkan adanya syubhat (kerancuan pemikiran), apalagi berpatok pada hujjah. Sebab mereka, kalau tidak bodoh lagi menentang kebenaran. Allah berfirman, "Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud," (Al-Isra:107). Dan FirmanNya, “sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang
Tafsir Al-Wajiz
53. Ketika dibacakan Al-Qur’an kepada mereka, mereka berkata: “Kami mengimaninya dan kami membenarkan bahwa Al-Qur’an itu adalah kalam Allah SWT dan kebenaran pasti yang kami kenal, yang diturunkan untuk nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang ikhlas mengesakan dan beribadah kepada Allah sebelum turunnya Al-Qur’an”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com