Surah Al-Baqarah : Ayat 53
وَإِذْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk."

Tafsir Ringkas Kemenag
Nikmat berikut yang diberikan kepada bani israil adalah kitab taurat dan al-furqa'n. Dan ingatlah lagi, ketika kami memberikan kepada musa kitab kumpulan dari wahyu dan berfungsi sebagai furqa'n, pembeda antara yang hak dengan yang batil, agar kamu memperoleh petunjuk untuk memperoleh kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Bila peringatan pada ayat-ayat yang lalu langsung disampaikan oleh Allah kepada bani israil, maka sekarang peringatan itu disampaikan melalui nabi musa. Perubahan siapa yang menyampaikan peringatan ini memberikan sinyal bahwa kedurhakaan bani israil itu sudah sangat keterlaluan sehingga seolah-olah Allah tidak mau lagi memedulikan mereka dan sekarang diberikan wewenang itu kepada nabi musa. Dan ingatlah ketika nabi musa berkata kepada kaumnya, wahai kaumku! kamu benar-benar telah melakukan kedurhakaan kepada Allah. Itu berarti kamu telah menzalimi dirimu sendiri. Perbuatan kamu dengan menjadikan patung anak sapi se-bagai sesembahan kamu adalah perbuatan yang telah mensyirikkan Allah yang membuat kamu layak diberi hukuman. Oleh karena itu, bertobatlah dengan memohon ampun kepada penciptamu, Allah yang maha pencipta, dan bunuhlah dirimu. Sejak dulu sampai sekarang terdapat tradisi bangsa-bangsa yang rela mengorbankan nyawa dengan membunuh diri sendiri demi untuk tujuan yang lebih luhur, seperti yang terdapat dalam tradisi masyarakat jepang. Membunuh diri dengan tujuan luhur itu adalah lebih baik bagimu, wahai bani israil, di sisi Allah penciptamu dengan sangat sempurna. Dengan demikian, dia Allah akan menerima tobatmu dan permohonan ampunmu. Sungguh, yakinilah bahwa dialah zat yang maha penerima tobat dosa hamba-hamba-Nya, lagi maha penyayang.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman, “Ingatlah nikmatKu atas kalian ketika Aku mengampuni dosa kalian setelah kalian menyembah anak sapi ketika Musa pergi menuju tempat pertemuan dengan Tuhannya untuk melaksanakan perjanjian yang telah ditentukan, yaitu selama empat puluh hari. Peristiwa ini juga disebutkan dalam surah Al-A'raf dalam firman Allah SWT, (Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi)) (Surah Al-A’raf: 142) Dikatakan bahwa periode empat puluh hari itu pada bulan Dzulqa'dah secara keseluruhan dan sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah, dan itu setelah mereka dibebaskankan dari Fir'aun dan diselamatkan dari lautan. Firman Allah SWT, (Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa), yaitu kitab Taurat (Al-Furqan) yaitu sesuatu yang membedakan antara kebenaran dan kebathilan, serta petunjuk dan kesesatan, (agar kamu mendapat petunjuk) Hal itu juga terjadi setelah mereka keluar dari laut, seperti yang dijelaskan dalam konteks ayat-ayat dalam surah Al-A'raf, dan firman Allah, (Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (43)) (Surah Al-Qashash) Dikatakan bahwa itu adalah "wawu” tambahan, maknanya adalah “Wa idz Aatainaa Musal kitaabal furqaan” dan ini adalah sesuatu yang asing. Dikatakan bahwa "wawu" itu sebagai penghubung meskipun maknanya tetap sama, seperti ungkapan penyair: “Kulit itu telah menampakkan urat-urat nadinya (1) lalu dia mendapati ucapannya itu bohong dan dusta” (1)"Ar-Rahisyan adalah urat-urat yang ada di dalam kedua lengan atau “Ar-Rawahisy” juga berarti urat-urat yang tampak di bagian punggung tangan, sebagaimana yang ada dalam kamus. Al-Adim adalah kulit"
Tafsir As-Sa'di
49-54. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmatNya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Allah berfirman, “dan ingatlah ketika kami menyelamatkan kamu dari fir’aun,” maksudnya dari fir’aun, pengikut-pengikutnya dan bala tentaranya, sedangkan sebelum itu “mereka menimpakan kepadamu,” maksudnya menyiksa Bani Israil dan menimpakan kepada mereka “siksaan yang seberat-beratnya,” yaitu siksaan paling keras dengan cara “mereka menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki,” karena khawatir akan kebangkitan kalian, ”dan membiarkan hidup anak-anak kamu yang perempuan.” Maksudnya mereka tidak membunuhnya, maka kamu sekalian dalam kondisi antara terbunuh dan terhina dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat, yaitu dibiarkan hidup karena suatu pemberian dan kesombongannya, dan inilah puncak dari keterhinaan. Akhirnya Allah memberi karunia kepada mereka dengan keselamatan yang sempurna dan menenggelamkan musuh-musuh mereka sedang mereka melihat hal itu dengan nyata, agar hati mereka tentram. “dan pada yang demikian itu, ” yaitu pemberian keselamatan, ”ada ujian-ujian,” yaitu perbuatan baik “yang besar dari tuhanmu, ” dimana hal yang seperti ini mengharuskan kalian untuk bersyukur dan mengerjakan perintah-perintahNya. Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya yang lain kepada mereka dengan janjiNya kepada nabi Musa selama empat puluh hari, untuk menurunkan bagi mereka Taurat yang termasuk suatu karunia yang besar dan kemaslahatan yang menyeluruh. Tapi mereka tidak bersabar sebelum masa janji tersebut selesai, hingga akhirnya mereka menyembah anak hewan setelah itu, yaitu setelah kepergian nabi Musa, ”dan kamu adalah orang-orang yang zhalim, ” kalian mengetahui kezhaliman kalian, dimana hujjah telah tegak atas kalian, maka itu merupakan kejahatan dan dosa yang paling besar. lalu Allah memerintahkan kepada kalian untuk bertaubat lewat lisan nabiNya, Musa alaihissalam yaitu dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian lainnya, hingga Allah memaafkan kalian oleh sebab itu, ”agar kamu bersyukur kepada Allah."
Tafsir Al-Wajiz
Ingatlah ketika kami mendatangkan kepada Musa Taurat, yaitu kitab yang memisahkan antara benar-salah dan halal-haram supaya kalian mendapatkan petunjuk darinya dan dapat mengamalkan apa yang ada di dalamnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com