Surah Az-Zumar : Ayat 52
أَوَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

"Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidakkah mereka mengetahui dan menyadari bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dia kehendaki dan juga membatasinya bagi siapa yang dia kehendaki' sesungguhnya pada yang demikian, yakni melapangkan dan menyempitkan rezeki itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman. 53. Pada ayat yang lalu digambarkan betapa buruknya sanksi yang diperoleh orang-orang yang durhaka. Segala apa yang sudah mere-ka peroleh di dunia tidak memberi manfaat sedikit pun untuk kese-lamatan mereka. Ayat-ayat berikut menggambarkan betapa Allah itu maha pengasih lagi maha pengampun bagi hamba-hamba-Nya. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'wahai hamba-hamba-ku, yang telah berbuat melampaui batas terhadap diri mereka sendiri karena ba-Nyak melakukan kedurhakaan! janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya selama yang berdosa itu bertobat dan kembali ke jalan yang lurus. Sungguh, dialah zat yang maha pengampun, maha penyayang. ".
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 49-52 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang manusia, bahwa dalam keadaan susah manusia itu merendahkan diri, kembali dan memohon kepada Allah. Tetapi apabila dia mendapat nikmat dariNya, maka dia lupa kepada Allah, melampaui batas, lalu dia berkata: (Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku) yaitu karena Allah mengetahui bahwa diriku layak untuk menerimanya, seandainya aku tidak mempunyai kedudukan di sisi Allah, maka Dia tidak akan memberiku nikmat ini. Qatadah berkata bahwa makna ayat adalah,”Sesungguhnya aku diberi ini hanya karena kebaikan yang ada padaku” Maka Allah SWT berfirman: (Sebenarnya itu adalah ujian) yaitu keadaannya tidaklah seperti yang diduga, bahkan nikmat yang Kami berikan kepadanya hanya agar Kami mengujinya dalam nikmat yang Kami berikan itu, apakah dia menjadi orang yang taat atau menjadi durhaka, walaupun akibatnya sudah Kami ketahui, yaitu merupakan cobaan (tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui) Oleh karena itu mereka mengatakan apa yang mereka katakan dan mengakui apa yang mereka akui itu (Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula) yaitu ucapan dan pengakuan itu telah dikatakan juga oleh kebanyakan orang dari kalangan umat-umat terdahulu (maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan) yaitu perkataan mereka itu tidak benar, dan tidak dapat melindungi kesatuan mereka dan apa yang telah mereka usahakan (Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka) yaitu dari kalangan orang-orang yang diajak bicara (akan ditimpa akibat buruk dari usahanya) Sebagaimana yang telah menimpa mereka itu (dan mereka tidak dapat melepaskan diri) Sebagaimana Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang Qarun saat kaumnya berkata kepadanya: ("Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (77) Qarun berkata, "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwa Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka (78)) (Surah Al-Qashash) dan firmanNya: (Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki­nya?) yaitu meluaskan rezeki suatu kaum dan menyempitkan rezeki kaum lain (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman) yaitu benar-benar terdapat pelajaran dan hujjah-hujjah
Tafsir As-Sa'di
52. Setelah Allah menjelaskan bahwasanya mereka terpedaya dengan harta benda dan mereka mengklaim berdasarkan kebodohannya bahwasanya (nikmat yang diberikan kepada mereka itu) membuktikan baiknya kondisi pemiliknya, maka Allah mengabarkan kepada mereka bahwa rizkiNya tidak menunjukkan kepada yang demikian, dan sesungguhnya Allah, “melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki” di antara hamba-hambaNya, yang shalih ataupun yang durhaka, “dan menyempitkan” rizki, artinya, menyempitkan rizki bagi siapa saja di antara HambaNya yang shalih ataupun yang durhaka. Jadi rizki Allah itu diberikan sama kepada semua manusia, sedangkan iman dan amal shalih diistimewakan hanya kepada manusia-manusia terbaik. “Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman.” Maksudnya, Allah melapangkan rizki dan menahannya; karena mereka mengetahui bahwa semua itu kembali kepada hikmah (kebijaksanaan) dan rahmat (Nya); dan mengetahui bahwa Dia lebih mengetahui tentang kondisi hamba-hambaNya. Kadang-kadang DIa menyempitkan rizkiNya terhadap mereka karena sifat lembutNya kepada mereka, sebab kalau seandainya Dia melapangkannya, niscaya mereka akan berbuat congkak di muka bumi ini. Jika demikian, maka itu berarti Allah dalam memberikan rizki tersebut selalu memperhatikan kebaikan agama mereka yang merupakan materi dasar kebahagiaan dan keberuntungan mereka. Wallahu a’lam.
Tafsir Al-Wajiz
52. Apakah orang musyrik itu tidak tahu bahwa Allah itu Maha Luas dalam menganugerahkan rizki bagi siapa pun yang Dia kehendaki. Allah juga Maha Kuasa untuk menyempitkan rizki siapapun yang Allah kehendaki. Sesungguhnya keluasan dan kesempitan rizki itu merupakan bukti bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Juga sebagai bukti bahwa rizki ada pada kekuasaan Allah, tidak ada yang bisa terjadi kecuali atas izin Allah

Sumber tafsir dari tafsirweb.com