Surah Maryam : Ayat 52
وَنَٰدَيْنَٰهُ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَٰهُ نَجِيًّا
"Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan kami telah memilih nabi musa dan memanggilnya dari sebelah kanan gunung sinai ketika dia sedang bepergian menuju mesir, dan saat itu kami tetapkan dia sebagai nabi dan rasul untuk memberi peringatan kepada fir'aun dan kaumnya. Kami dekatkan dia kepada kami untuk menerima amanat kerasulan dan kami ajak dia bercakap-cakap secara langsung dari balik hijab berupa api yang menyala. 53. Dan kami telah menganugerahkan kepada nabi musa sebagian rahmat kami kepadanya sesuai permintaan yang dipanjatkan kepada kami, yaitu ketika dia memohon agar saudaranya, harun, diizinkan untuk membantunya dalam melaksanakan tugas kerasulan. Kami tetapkan saudaranya itu menjadi seorang nabi. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 51-53 Setelah Allah SWT menyebutkan tentang nabi Ibrahim dan memberikan pujian kepadanya, Dia menghubungkannya dengan kisah tentang nabi Musa. Allah berfirman: (Dan ceritakanlah kisah Musa di dalam Al-Kitab (Al-Qur'an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih) Sebagian ulama membacanya dengan dikasrah huruf lamnya berasal dari ikhlas, dalam beribadah kepada Allah. Ulama lain membacanya dengan difathah huruf lamnya dan maknannya adalah orang yang terpilih, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (sesungguhnya Aku memilih kamu lebih dari manusia yang lain (di masamu)) (Surah Al-A'raf: 144) (dan seorang rasul dan nabi) Allah mengumpulkan baginya dua sifat. dia termasuk rasul yang besar dan salah satu rasul ulul 'azmi yang ada lima orang. Mereka adalah nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Isa, dan nabi Muhammad. Semoga shalawat dan salam dari Allah tercurahkan kepada mereka semua, dan semua nabi. Firman Allah: (Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan Gunung Thur) yaitu di sebelah kanan nabi Musa ketika dia pergi mencari api itu. dan melihatnya menyala. Maka dia menjumpai api itu berada di sebelah kanan Gunung Thur, yakni di sebelah kanannya, di tepi lembah. Lalu Allah berbicara dengannya secara langsung, menyerunya dan mendekatkannya, lalu nabi Musa bermunajat kepadaNya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat (kepada Kami)) dia berkata bahwa nabi Musa didekatkan shingga dapat mendengar suara qalam. Demikian juga dikatakan Mujahid, Abu Al-’Aliyah dan lainnya. As-Suddi berkata tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)) dia berkata yaitu nabi Musa dimasukkan ke langit, lalu Dia bebicara secara langsung dengannya Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)) dia berkata bahwa nabi Musa diselamatkan karena kejujurannya. Firman Allah: (Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya -Harun- menjadi seorang nabi (53)) yaitu Kami perkenankan permintaan dan syafaatnya untuk saudaranya, maka Kami menjadikan saudaranya seorang nabi. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: ("Dan saudaraku Harun, dia lebih petah lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakan aku” (34)) (Surah Al-Qashash)
Tafsir As-Sa'di
52. Bahkan Allah mengistimewakannya dengan (cara penyampaian) wahyu yang teragung dan terbaik. Yaitu mengajaknya berbicara (langsung) dan mendekatkannya saat dia bermunajat kepada Allah. Dengan anugerah ini, dia menerima sebuah keistimewaan di kalangan para nabi sebagai kalimurrahman (yang di ajak berbicara secara langsung oleh ar-Rahman). Oleh karena ittu, Allah berfirman, “Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur,” yaitu sebelah kanan nabi Musa saat dia berjalan. Atau maksud al-Aiman adalah yang paling berkah, berasal dari kata al-Yumnu dan al-Barakatu (yang memiliki keberkahan). Makna ini diisyaratkan oleh kandungan Firman Allah, "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. " (An-Naml:8). “Dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat (kepada Kami).” Beda antara kata ‘annidaa’ (panggilan) dan ‘annjaa’ (memohon) yaitu, pengertian nida’ itu (panggilan) dengan suara keras, sedangkan naja’ (seruan) dengan suara yang lebih rendah. Dalam ayat ini terdapat sifat (berbicara) bagi Allah dan juga penetappan jenis-jenisnya berupa nida’ dan munajat, berdasarkan pandangan Ahlu Sunnah wal Jamaah. Berbeda dengan golongan Jahmiyah, MU’tazilah dan kelompok yang mengikuti pandangan mereka.
Tafsir Al-Wajiz
52. Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan Nabi Musa sebalah gunung Thur dimana dia menghadap ke Mesir. Kami telah mendekatkan dan memuliakannya kepada Kami di waktu dia berdoa kepada Kami dan berbicara langsung kepada Kami tanpa perantara, dan menunjukkan bahwa Allah mendengarkan perkataannya