Surah Al-Hijr : Ayat 52
إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَقَالُوا۟ سَلَٰمًا قَالَ إِنَّا مِنكُمْ وَجِلُونَ

"Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Kabarkanlah bagaimana ketika mereka masuk ke tempatnya, yaitu rumah nabi ibrahim, lalu mereka mengucapkan, 'salam kepadanya. Nabi ibrahim pun menjawab, salam. Tidak lama kemudian nabi ibrahim menyuguhkan daging sapi muda yang dipanggang. Tidak satu pun dari para tamu itu menjamah suguhan nabi ibrahim. Ini merupakan hal yang tidak wajar. Melihat keanehan itu, dia (ibrahim) berkata, kami, yakni aku dan istriku, benar-benar merasa takut kepadamu. (lihat: surah hud/11: 70)mendengar ucapan nabi ibrahim, mereka, yakni para tamu itu, berkata, janganlah engkau merasa takut atas kedatangan kami, karena sesungguhnya kami datang untuk memberi kabar gembira kepadamu dengan kelahiran seorang anak laki-laki yang sehat, yang akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang pandai dan luas serta dalam pengetahuannya. Kelak engkau akan memberinya nama ishak. (lihat: surah ash-shaffat/ 37: 112).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 51-56 Allah SWT berfirman wahai Muhammad beritakanlah kepada mereka tentang kisah: (tamu-tamu Ibrahim) Kata “Ash-dhaifu” dipakai untuk bentuk tunggal dan bentuk jamak, seperti kata “Az-zuur” dan “As-safru”, dan bagaimana (masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salam.”Berkata Ibrahim, "Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian”) yaitu mereka takut. Disebutkan bahwa rasa takutnya muncul pada diri mereka ketika dia melihat tangan mereka tidak mau pada sesuatu yang ada disediakan kepada mereka berupa jamuan, yaitu anak sapi gemuk yang dipanggang (Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut”) yaitu janganlah takut (Lalu mereka menyampaikan berita gembira kepada Ibrahim bahwa dia akan mendapat seorang anak yang alim) (Surah Adz-Dzariyat: 28) yaitu nabi Ishaq, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Hud. Kemudian nabi Ibrahim (berkata) dengan heran, karena usia lanjutnya, dan usia lanjut istrinya, dan dengan diwujudkannya janji itu: (Apakah kalian memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlak­sananya) berita gembira yang kalian kabarkan ini?) Lalu mereka menjawabnya seraya menegaskan kepastian dari kejadian berita gembira itu setelah berita gembira itu disampaikan: (Mereka menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepada­mu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa” (55)) Sebagian ulama membacanya “Al-Qanithin” Lalu nabi Ibrahim menjawab mereka, bahwa sesungguhnya dia tidak berputus asa, tetapi berharap kepada Allah terhadap anak, meskipun usianya telah lanjut, begitu juga istrinya. Sesungguhnya nabi Ibrahim mengetahui kekuasaan dan rahmat Allah yang lebih besar dari hal itu.
Tafsir As-Sa'di
52. “ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan ‘salam’” maksudnya para malaikat melontarkan salam kepada beliau. Lantas beliau menjawab salam mereka. ”Ibrahim berkata ’sesungguhnya kami merasa takut kepadamu’” maksudnya kami merasa takut. Pasalnya, ketika mereka masuk menemui beliau, dan beliau menduga mereka sebagai tamu maka beliau lantas bersegera menuju rumahnya dan menyiapkan jamuan bagi mereka berupa daging sapi yang empuk dan menyuguhkannya kepada mereka, saat melihat tangan tangan mereka tidak menyentuhnya, maka beliau merasa takut kepada mereka, kalau mereka adalah para pencuri atau orang orang semacam itu. maka mereka berkata kepada beliau,
Tafsir Al-Wajiz
52. Ketika mereka masuk ke tempat Ibrahim, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa kaget dan takut kepada kalian, karena kalian masuk tanpa izin.”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com