Surah Yunus : Ayat 52
ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ

"Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu: “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sebagai akibat dari kesombongan dan kedurhakaan mereka, kemudian di akhirat dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu, rasakanlah olehmu siksaan yang kekal di neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan sesuai dengan apa yang telah kamu lakukan selama kamu hidup di dunia. Setelah diuraikan dengan perinci tentang siksaan yang akan diterima oleh orang-orang kafir, lalu mereka menanyakan kepadamu wahai nabi Muhammad, benarkah azab yang dijanjikan itu' katakanlah, wahai nabi Muhammad ya, demi tuhanku, sesungguhnya azab itu pasti benar akan terjadi dan menimpa orang-orang yang durhaka dan kamu sekali-kali tidak dapat mengalahkankan tuhan untuk menghindar dari siksa-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 48-52 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kekufuran orang-orang musyrik yang meminta agar disegerakan azab kepada mereka sebelum waktu datangnya azab itu ditentukan, yang mana itu tidak memberi manfaat bagi mereka. sebagaimana firman Allah SWT: (Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi)) (Surah Asy-Syura: 18) yaitu pasti terjadi dan sekalipun mereka tidak mengetahui waktunya secara tepat. Oleh karena itu Allah SWT memberikan petunjuk kepada Rasulullah SAW dalam menjawab mereka. Dia berfirman (Katakanlah, "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak(pula) kemanfaatan kepada diriku”) yaitu, aku tidak berkata apapun kecuali yang telah Dia ajarkan kepadaku, dan aku tidak mampu atas sesuatu yang pengetahuannya hanya Dia ketahui, kecuali jika Dia memperlihatkannya kepadaku. Aku adalah hamba dan rasulNya kepada kalian. Aku memberitahukan kepada kalian tentang kedatangan hari kiamat, bahwa hari itu pasti terjadi, dan Dia tidak memperlihatkan kepadaku tentang waktunya, tetapi: (tiap-tiap umat mempunyai ajal) yaitu Setiap generasi mempunyai batas usia yang ditentukan, dan jika batas mereka itu telah habis: (Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.) Sebagaimana Allah berfirman (Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya) (Surah Al-Munafiqun: 11) Kemudian Allah memberitahukan bahwa azabNya akan menimpa mereka dengan tiba-tiba. Lalu Allah SWT berfirman: (Katakanlah.”Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari) yaitu malam atau siang (apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga? (50) Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), lalu kalian baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kalian mempercayai), padahal sebelumnya kalian selalu meminta supaya disegerakan? (51)) yaitu ketika azab datang kepada mereka, maka mereka berkata: (Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin) (Surah As-Sajdah: 12) (Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu, "Rasakanlah oleh kalian siksaan yang kekal”) yaitu pada hari kiamat, hal itu dikatakan sebagai kecaman dan cemoohan kepada mereka. sebagaimana firmanNya (Pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya (13) (Dikatakan kepada mereka) "Inilah neraka yang dahulu kalian selalu mendustakannya” (14) Maka apakah ini sihir? Ataukah kalian tidak melihat? (15) Masuklah kalian ke dalamnya (rasakanlah kepanasan apinya), maka baik kalian bersabar atau tidak, sama saja bagi kalian; kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan (16)) (Surah Ath-Thur)
Tafsir As-Sa'di
52. “Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu”, manakala amal mereka dibalas pada Hari Kiamat, “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal”, yakni azab di mana kamu kekal di dalamnya tidak terhenti sesaat pun darimu. “Tidaklah kamu diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan”, dari kekufuran, pendustaan, dan kemaksiatan.
Tafsir Al-Wajiz
52 Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim musyrik itu: “Rasakanlah siksaan yang kekal ini, kamu tidak diberi balasan melainkan sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan di dunia berupa kekufuran dan kemaksiatan”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com