Surah Fussilat : Ayat 51
وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى ٱلْإِنسَٰنِ أَعْرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ فَذُو دُعَآءٍ عَرِيضٍ

"Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan demikian pula halnya apabila kami berikan nikmat dan berbagai kebajikan kepada manusia, dia berpaling dari kami dengan mengingkari nikmat-nikmat itu dan menjauhkan diri dari ajaran-ajaran kami dengan sombong. Akan tetapi, apabila ditimpa malapetaka sebagai peringatan atas keingkaran dan kesombongan mereka, maka dia banyak berdoa dengan doa yang panjang. 52. Ayat ini menggambarkan kesesatan orang-orang yang mengingkari Al-Qur'an. Katakanlah kepada mereka, wahai nabi Muhammad, 'bagaimana pendapatmu jika dia, yakni Al-Qur'an, yang kamu tolak tuntunannya dan keberadaannya itu benar-benar datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Jika demikian halnya, maka siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh dari kebenaran seperti keadaan kamu'' pastilah tidak ada yang lebih sesat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 49-51 Allah SWT berfitamn bahwa manusia itu tidak bosan berdoa kepada Tuhannya memohon kebaikan, yaitu harta, kesehatan tubuh, dan hal lainnya. (Dan jika dirinya tertimpa keburukan) yaitu malapetaka atau kemiskinan (dia menjadi putus asa lagi putus harapan) yaitu dalam pikirannya timbul perasaan bahwa dia tidak siap setelah kebaikan ini. (Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, "Ini adalah hakku”) yaitu apabila dia mendapat kebaikan dan rezeki setelah kesengsaraan, maka dia benar-benar berkata bahwa kebaikan ini memang berhak aku terima menurut Tuhanku (dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang) yaitu dia ingkar kepada terjadinya hari kiamat, yaitu hanya karena dia diberi nikmat, maka dia langsung bersifat angkuh, sombong, dan kafir. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas (6) karena dia melihat dirinya serba cukup (7)) (Surah Al-'Alaq) (Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya) yaitu jika memang ada hari kebangkitan, niscaya Tuhanku akan berbuat baik kepadaku sebagaimana Dia telah berbuat baik kepadaku di dunia ini. Dia mengharapkan kebaikan dari Allah, padahal dia amal perbuatannya buruk dan tidak yakin. Allah SWT berfirman: (Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras) Allah SWT mengancam orang yang amal perbuatan dan keyakinannya demikian dengan siksaan dan pembalasan. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri) yaitu berpaling dari ketaatan, dan enggan menuruti perintah-perintah Allah SWT, sebagaimana firmanNya: (Maka dia berpaling (dari iman) bersama tentaranya) (Surah Adz-Dzariyat: 39) (tetapi apabila ia ditimpa malapetaka) yaitu kesengsaraan (maka ia banyak berdoa) yaitu memperpanjang permintaannya hanya karena meminta sesuatu. yaitu, dia mengucapkan doa yang panjang, padahal maknanya sedikit. Sedangkan kebalikannya adalah doa yang ringkas dan menunjukkan maknannya. Allah SWT berfirman: (Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui Galaunya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya) (Surah Yunus: 12)
Tafsir As-Sa'di
51. “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia,” berupa kesehatan, rizki, atau lainnya “ia berpaling” dari Rabbnya dan dari mensyukuriNya, “dan menjauhkan diri,” maksudnya, menghindarkan diri “di sampingNya,” dengan sukap takjub dan sombong. “Tetapi apabila ia ditimpa malapetaka,” maksudnya, penyakit, kefakiran, atau lainnya, “maka ia banyak berdoa,” sangat sering sekali berdoa karena tidak mempunyai kesabaran. Tidak ada kesabaran saat ditimpa kesusahan dan tidak ada syukur saat mendapat kelapangan, kecuali orang yang diberi hidayah oleh Allah dan diberi karuniaNYa.
Tafsir Al-Wajiz
51. Jika kami memberi nikmat kepada manusia, maka dia akan tidak bersyukur kepada yang memberi nikmat itu dan enggan menerima kebenaran. Dan jika dia tertimpa musibah berupa kefakiran atau sakit maka dia akan banyak-banyak berdoa secara terus-menerus. Ayat-ayat ini diturunkan untuk orang-orang kafir seperti Walid bin Mughirah dan Utbah bin Rabi’ah.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com