Surah Yasin : Ayat 51
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ
"Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka."
Tafsir Ringkas Kemenag
Semua makhluk hidup binasa dengan tiupan sangkakala yang pertama, lalu ditiuplah sangkakala yang kedua untuk membangkitkan me-reka dari kematian, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya dalam keadaan hidup dan berjalan menuju kepada tuhannya untuk dihisab dan menerima putusan (lihat pula: surah al-ma''rij/70: 43). 52. Orang-orang kafir itu kaget dan heran pada saat dibangkitkan. Me-reka berkata, 'celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami di alam kubur'' mereka berkata demikian karena akan menghadapi kesulitan dan malapetaka yang lebih besar. Adapun orang-orang beriman akan berkata, 'inilah hari kebangkitan yang dijanjikan oleh Allah yang maha pengasih, dan benarlah apa yang disampaikan oleh rasul-rasul-Nya. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 51-54 Ini adalah tiupan ketiga, yaitu tiupan kebangkitan untuk membangkitkan semua makhluk dari kuburnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka) Kata “An-naslan” adalah berjalan dengan cepat, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia) (43)) (Surah Al-Ma'arij) Firman Allah: (Mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?") maksud mereka adalah dari kubur mereka yang dahulu mereka percaya di dunia bahwa mereka tidak akan dibangkitkan dari kubur mereka. Setelah mereka menyaksikan di tempat mereka dikumpulkan itu apa yang dahulunya mereka dustakan, (Mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?") Hal ini bukan berarti meniadakan siksa mereka dalam kubur mereka, karena siksa itu jika dibandingkan dengan kerasnya azab di setelahnya seperti tidur. Qatadah berkata bahwa hal itu ada di antara dua tiupan sangkakala, karena itulah mereka berkata,"Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?" Menurut ulama’ salag lain bahwa ketika mereka mengatakan hal itu, maka orang-orang mukmin menjawab mereka: (Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya)) Al-Hasan berkata bahwa yang menjawab mereka dengan ucapan itu adalah para malaikat. Tidak ada pertentangan jika keduanya bisa digabungkan. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Abdurrahman bin Zaid berkata bahwa semuanya adalah semua itu dari ucapan orang-orang kafir: (Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya) (52)) Pendapat ini dinukil oleh Ibnu Jarir, dan dia memilih pendapat yang pertama karena pendapat itulah yang paling shahih. Demikian itu berdasarkan firman Allah SWT dalam surah Ash-Shaffat: (Dan mereka berkata, "Aduhai, celakalah kita!" Inilah hari pembalasan (20) Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya (21)) Firman Allah SWT: (Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami (53)) Sebagaimana firman Allah SWT: (Sesungguhnya pengembalian itu hanya dengan satu kali tiupan saja (13) maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi (14)) (Surah An-Nazi'at) yaitu sesungguhnya Kami hanya memerintahkan mereka satu kali saja, maka seketika mereka semuanya dihadapkan (Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun) yaitu dari amal perbuatannya (dan kamu tidak dibatasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan)
Tafsir As-Sa'di
51. tiupan sangkakala yang pertama adalah tiupan sentakan (al-faza) dan kematian. Sedangkan yang (disebutkan) ini adalah tiupan kebangkitan dan hidup kembali. Apabila sangkakala telah ditiup (untuk kedua kalinya) maka merekapun keluar “dari ajdast” maksudnya, dari kuburu-kubur ”mereka segera" menemuai tuhan mereka, yakni mereka bersegera untuk hadir di hadapan Nya dan tidak memungkinkan untuk mereka untuk terlambat dan lelet.
Tafsir Al-Wajiz
51. Dan ditiuplah sangkakala itu pada tiupan kedua untuk pembangkitan (selang waktu dua tiupan itu adalah 40 tahun), maka seketika para makhluk keluar dari kuburan mereka untuk dihisab di hadapan Tuhan.