Surah Hud : Ayat 51
يَٰقَوْمِ لَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِى فَطَرَنِىٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?”"

Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian nabi hud menyampaikan bahwa dakwah yang ia lakukan adalah tulus tanpa pamrih dengan pernyataannya, wahai kaumku! aku tidak meminta suatu imbalan sedikit pun kepadamu atas seruanku ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Karena ketika Allah menciptakanku, pasti dia telah menyiapkan segala sarana dan kebutuhanku. Maka jika demikian, tidakkah kamu memikirkan tentang kebenaran seruanku ini'dan nabi hud lalu mengajak mereka, wahai kaumku! mohonlah ampunan kepada tuhanmu yang selama ini telah melimpahkan karunianya kepadamu, dan mohonlah ampunan atas dosa yang kalian perbuat lalu bertobatlah kepada-Nya dengan meninggalkan kedurhakaan dan bertekad untuk tidak mengulanginya, niscaya dia akan menurunkan hujan yang sangat deras yang membawa keberkahan dengan berbagai karunia lahir dan batin, dan dia akan menambahkan pula kekuatan yang besar berupa kekuatan spiritual buah dari keimanan kepada Allah atau berupa keturunan dan harta benda di atas kekuatan fisikmu yang kalian miliki sekarang. (lihat: surah nuh/71: 10-12). Maka sekali lagi bertobatlah, dan janganlah kamu berpaling dari tuntunan-Nya yang aku sampaikan, dan janganlah kembali lagi menjadi orang yang berdosa. Ayat ini menunjukkan bahwa beristigfar dan bertobat adalah pangkal segala kebaikan jiwa, raga, harta, dan keturunan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 50-52 Allah SWT telah berfirman (Dan) sungguh Kami mengutus (kepada kaum 'Ad saudara mereka Hud) untuk memerintahkan kepada mereka agar menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan melarang mereka menyembah berhala-berhala yang mereka ada-adakan dan mereka jadikan nama-namanya sebagai tuhan. Dia memberitahu kepada mereka bahwa dia tidak menginginkan imbalan apapun dari mereka atas nasehat dan penyampaian risalah dari Allah. Sesungguhnya dia hanya mengharapkan pahala Allah yang menciptakannya (Maka tidakkah kalian memikirkan(nya)?) yaitu orang yang menyeru kalian untuk kebaikan kalian dunia dan akhirat kalian tanpa imbalan apapun. Kemudian dia memerintahkan kepada mereka untuk memohon ampunan yang bisa menghapus dosa-dosa terdahulu, dan bertaubat dari apa yang akan mereka lakukan di masa yang akan datang. Barangsiapa disifati dengan sifat ini, maka Allah memudahkan baginya rezeki dan urusannya, serta memeliharanya. Oleh karena itu Allah berfirman (niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atas kalian)
Tafsir As-Sa'di
51. kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ”hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini” yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar Cuma Cuma. ”tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkannya? Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah.
Tafsir Al-Wajiz
51. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu atas seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan kebenaran itu dengan sebenar-benarnya untuk mengetahui kebenaran yang diberikan kepadamu?”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com