Surah At-Taubah : Ayat 50
إِن تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِن تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا۟ قَدْ أَخَذْنَآ أَمْرَنَا مِن قَبْلُ وَيَتَوَلَّوا۟ وَّهُمْ فَرِحُونَ

"Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sifat munafik yang lain adalah bahwa jika engkau, wahai nabi Muhammad, mendapat kebaikan seperti kemenangan dalam peperangan, juga kebaikan-kebaikan yang lain, mereka, kaum munafikin, tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, yakni kekalahan dalam peperangan, mereka berkata kepada engkau juga kepada kaum muslim yang lain, sungguh, sejak semula kami telah mengetahui kalau kamu akan mengalami kekalahan, karena itu kami mengambil sikap berhati-hati dan mempertimbangkan secara masak-masak, makanya kami putuskan untuk tidak ikut pergi berperang. Dan, dengan ucapannya itu, mereka berpaling dengan lega dan gembira karena merasa telah berhasil mengelabui rasulullah dan orang-orang mukmin. Karena itu, beliau diperintah untuk menanggapi ucapan mereka. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada orang-orang munafik itu, kami tidak akan mengucapkan sebagaimana apa yang kalian ucapkan, sebab menurut keyakinan kami tidak akan menimpa kami, kebaikan maupun keburukan, kekalahan maupun kemenangan, melainkan apa yang telah ditetapkan Allah di lauh mahfudh bagi kami. Demikian ini, agar kami tidak merasa berbangga diri ketika berhasil dan tidak merasa sesak dada kami ketika tidak berhasil. (lihat pula surah al-a'adid/57: 22-23). Sebagai seorang mukmin, kami sadar bahwa Allah tidak mungkin menyengsarakan kami, sebab dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman dengan keimanan yang mantap bertawakkal setelah sebelumnya berusaha secara maksimal.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 50-51 Allah SWT memberitahukan kepada NabiNya tentang permusuhan mereka kepada beliau, bahwa bagaimanapun beliau mendapatkan kebaikan yaitu kemenangan dan keberhasilan atas musuh musuh-musuhnya berupa sesuatu yang memberi kemudahan bagi beliau. dan para sahabatnya, maka hal itu menyakiti mereka. (dan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana, mereka berkata,"Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berperang)") yaitu kami sungguh kami menghindar dari mengikutinya secara penuh (dan mereka berpaling dengan rasa gembira) Lalu Allah SWT membimbing Rasulullah SAW untuk menjawab permusuhan mereka yang keras itu. Maka Allah berfirman: (Katakanlah) kepada mereka (Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami) yaitu kamiberada di bawah kehendak dan kekuasaanNya (Dialah Pelindung kami) yaitu Tuhan dan tempat berlindung Kami (dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal) yaitu kami berserah diri kepadaNya, Cukuplah Dia bagi Kami dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung.
Tafsir As-Sa'di
50. Allah menjelaskan bahwa orang-orang munafik itu adalah musuh yang sebenarnya yang murni membenci agama, “jika kamu mendapat satu kebaikan”, seperti kemenangan dan keunggulan di atas musuh, “mereka menjadi tidak senang karenanya.” Yakni membuat mereka bersedih dan gundah gulana. “dan jika kamu di timpa oleh sesuatu bencana”, seperti kamu kalah dari musuhmu, “mereka berkata”, dengan membanggakan diri mereka yang selamat karena tidak ikut berperang bersamamu, “sesunggunya dari sebelumnya telah memperhatikan urusan kami”, kami telah berhati-hati dan melakukan apa yang membuat kami selamat dari musibah seperti ini. “Dan mereka berpaling dengan rasa gembira”, dengan musibahmu dan ketidakikutsertaan mereka bersamamu.
Tafsir Al-Wajiz
50. Wahai Nabi, jika kamu menerima kebaikan berupa pertolongan dan rampasan perang, maka kamu akan membuat sedih orang-orang munafik, dan jika kamu ditimpa musibah berupa kemalangan atau penderitaan, mereka akan berkata: “Kami berusaha menjaga diri, menjauhi bahaya dan mempersiapkan diri sebelum terjadinya musibah tersebut.” Mereka menunjukkan rasa gembira atas keselamatan mereka dan apa yang dialami olehmu dan orang-orang mukmin, yaitu kekalahan. Penyebab turunnya yaitu bahwa orang-orang munafik yang mengundurkan diri di Madinah membuat kabar buruk tentang Nabi SAW dengan berasumsi bahwa Nabi dan sahabat-sahabatnya kalah, namun ketika sampai kepada mereka kabar tentang keselamatan nabi dan sahabatnya, hal tersebut membuat mereka bersedih.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com