Surah Al-Anfal : Ayat 5
كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لَكَٰرِهُونَ

"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah, tempat bergantungnya segala urusan. Persengketaan orang-orang beriman menyangkut soal pembagian harta rampasan perang itu mirip keadaan mereka ketika Allah memberi perintah kepada mereka untuk memerangi orang-orang musyrik di badar. Sebagaimana keadaan kaum muslim ketika berselisih soal pembagian harta rampasan, lalu Allah dan rasulnya mengambil alih pembagian itu, demikian pula ketika tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu di madinah untuk menghadang kafilah quraisy dan berperang di badar dengan cara dan tujuan yang benar melalui wahyu, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu benar-benar tidak menyukainya ikut keluar menghadang musuh. Ketidaksenangan mereka sekarang soal pembagian harta rampasan sama dengan ketidaksenangan mereka dahulu ketika diperintah ke badar, tetapi kemudian terbukti pilihan Allah-lah yang menghasilkan kemenangan dan kebahagiaan. Sebagai bukti ketidaksenangan mereka untuk keluar ke badar, mereka, yakni golongan yang enggan berperang itu membantahmu wahai nabi Muhammad tentang kebenaran, yakni keharusan keluar kota menghadang kafilah setelah nyata bahwa mereka pasti akan menang sesuai janji Allah. Karena ketidaksenangan mereka yang didasari rasa enggan dan takut pada akibat-akibat perang itu, seakan-akan ketika berangkat menuju medan laga, mereka bagaikan orang yang dihalau menuju kepada kematian, sedang mereka terus-menerus melihat sebab-sebab kematian itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 5-8 Imam Abu Ja'far Ath-Thabari berkata bahwa para mufasir berbeda pendapat tentang penyebab yang mendatangkan huruf “kaf” dalam firmanNya: (Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi) Sebagian ulama’ berkata,”Diserupakan dengan perbaikan bagi orang-orang mukmin karena ketakutan mereka kepada Tuhan mereka dan perbaikan mereka di antara mereka, serta ketaatan mereka kepada Allah dan Rasulallah SAW. Kemudian diriwayatkan pendapat yang semacam itu dari Ikrimah. Makna dari hal ini adalah bahwa sesungguhnya Allah berfirman bahwa sebagaimana kalian berselisih dan bertenkar tentang harta rampasan, lalu Allah mencabutnya dari kalian, dan menjadikannya menjadi bagian milik Allah dan Rasulallah SAW. Kemudian Rasulullah SAW membagikannya dengan adil dan sama rata. Dan hal tersebut merupakan kebaikan yang sempurna bagi kalian. Demikian juga ketika kalian dipaksa keluar untuk berperang melawan musuh-musuh yang bersenjata. Mereka adalah pasukan yang berangkat yang pergi untuk membela agama mereka dan menjaga golongan mereka. Hasil dari keterpaksaan kalian untuk berperang adalah Allah menjadikan kalian mampu dan mempertemukan kalian dengan musuh-musuh kalian, tanpa ada penentuan waktu sebelumnya, sebagai bentuk bimbingan, petunjuk, pertolongan, dan kemenangan sebagaimana Allah SWT berfirman: (Diwajibkan atas kalian berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kalian benci. Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian; dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui (216)) (Surah Al-Baqarah) Mujahid berkata tentang firmanNya: (mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata) dalam berperang. Makna firman Allah: (sedangkan kalian menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untuk kalian) yaitu mereka menginginkan agar kelompok yang tidak bersenjata, tidak terlindungi, dan tidak ada peperangan, dan kelompok itu berhasil mereka kuasai. (dan Allah Menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya) yaitu Dia menghendaki agar kalian bertemu dengan golongan yang bersenjata dan ada peperangan, agar Dia memenangkan dan menolong kalian atas mereka. dan agamaNya pun menjadi menang dan kalimat Islam menjadi tinggi, Dia menjadikannya unggul di atas agama lainnya. Dia Maha Mengetahui hasil dari segala urusan. Dia adalah Dzat yang mengatur kalian dengan pengaturan yang baik, sekalipun hamba-hambaNya menginginkan sesuatu selain itu, dalam hal yang hanya tampak bagi mereka. Sebagaimana firmanNya: (Diwajibkan atas kalian berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kalian benci Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian; dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian) (Surah Al-Baqarah: 216)
Tafsir As-Sa'di
Allah mengemukakan dalam perang besar yang penuh berkah ini sifat sifat yang selayaknya bagi orang orang Mukmin untuk melakukannya, karena barangsiapa yang meakukannya maka keadaannya akan lurus dan amalnya akan baik, iman yang paling besar adalah berjihad di jalanNya. 5-6. sebagaimana iman mereka adalah iman yang hakiki dan balasan mereka adalah kebenaran yang Alah janjikan kepada mereka, maka begitulah Allah merintahkan rasulNya keluar dari rumahnya untuk berperang dengan orang-orang musyrik di badar dengan kebenaran yang dicintai dan diputuskan serta ditakdirkan oleh Allah meskipun orang orang mukmin tidak pernah menyangka akan terjadi perang antara mereka dengan orang orang musyik, maka ketika mereka mengetahui bahwa hal itu benar terjadi, muncullah sebagian orang-orang Mukmin yang membantah nabi, dalam hal itu dan tidak menyukai bertemu musuh seolah olah mereka itu digiring kepada kematian sedangkan mereka melihatnya. padahal hal ini tidak sepatutnya mereka lakukan, lebih-lebih setelah jelas bahwa keluarnya mereka adalah dengan kebenaran dan itu termasuk yang di perintahkan dan diridhai oleh Allah, keadaan seperti itu tidak membuka peluang untuk berbantah-bantahan, karena tempat dan faidah berbantah bantahan adalah pada saat perkara kebenaran itu samar. Adapun jika ia telah jelas dan nyata, maka yang ada hanya patuh dan tunduk. namun kebanyakan orang orang MUkmin saat itu tidak terpengaruh sedikitpun oleh bantahan bantahan ini, mereka juga tidak membenci bertemu musuh, demikian juga dengan orang orang yang di tegur oleh Allah mereka tetap patuh kepada jihad dengan sempurna, dan Allah meneguhkan mereka serta memudahkan sebab sebab yang menenangkan hati mereka sebagaimana sebagian darinya akan dijelaskan nanti.
Tafsir Al-Wajiz
5 Jika para sahabat tidak senang dengan cara pembagian harta rampasan perang Badar sebagaimana ketidaksukaan mereka untuk ikut keluar melakukan perang Badar. Maka ada dua kemaslahatan atas apa yang terjadi. Keberangkatanmu untuk perang dari Madinah Munawwaroh adalah keberangkatan yang haq, yang disertai dengan hikmah dan kebenaran. Namun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukai untuk berangkat perang sebab jumlah dan senjata mereka yang sedikit

Sumber tafsir dari tafsirweb.com